Tempat Hiburan Tutup, Polisi Sebut Peredaran Ekstasi Beralih ke Apartemen dan Hotel

Kompas.com - 12/11/2020, 13:56 WIB
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana (kedua kiri) pimpin jumpa pers penangkapan pelaku begal sepeda di Mako Polda Metro Jaya, Sabtu (7/11/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan RassatKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana (kedua kiri) pimpin jumpa pers penangkapan pelaku begal sepeda di Mako Polda Metro Jaya, Sabtu (7/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana menyebut peredaran narkoba jenis ekstasi yang semula terjadi di tempat hiburan kini beralih ke apartemen dan hotel.

Hal itu terjadi karena beberapa tempat hiburan tutup sementara di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Khusus ekstasi, mereka setelah tempat hiburan tutup mengalihkan ke tempat lain. Dari fakta yang kita ungkap mereka melakukan pesta itu di apartemen. Juga ada yang di hotel," ujar Nana saat rilis pemusnahan narkoba di Polda Metro Jaya, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Polisi: Pelaku Begal Pesepeda Dulunya Membegal Pengendara Motor

Fakta itu terungkap setelah Polda Metro Jaya mengungkap sejumlah kasus narkoba dalam Operasi Nila sejak 19 Oktober hingga 2 November 2020.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi menangkap 330 tersangka yang terdiri dari delapan orang bandar, 285 pengedar, dan 37 pemakai.

Adapun barang bukti yang didapat yakni sabu seberat 190 kilogram, ganja 265 kilogram, bubuk ekstasi 18,51 gram dan tembakau gorila 8,16 kilogram.

Sementara untuk jenis obatan yakni ekstasi 9.300 butir, happy five 572 butir, serta obat baya 193 butir.

Baca juga: Puluhan Kali Curi Ponsel Saat Korban Tertidur, Pelaku Ditangkap Polisi di Tambora

Kini, seluruh barang bukti tersebut telah dimusnahkan di Polda Metro Jaya pada Kamis ini.

"Situasi pandemi di mana pergerakan orang terbatas, jadi ada kejenuhan di masyarakat. Kejenuhan ini lah mereka lari melakukan penggunaan narkoba," katanya.

Nana menegaskan, sejauh ini peredaran di dalam tempat hiburan diperkirakan sangat minim terjadi karena tidak adanya aktivitas.

"Jadi memang selama pandemi untuk seluruh hiburan malam kita, Pemda berkoordinasi, itu kami lakukan pengecekan (tempat hiburan) hampir setiap malam. Jadi tidak ada yang buka," ucap Nana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X