Kompas.com - 13/11/2020, 15:52 WIB
Ilustrasi pengeroyokan. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengeroyokan.
Penulis Ihsanuddin
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengendara mobil Avanza berinisial WB (38) menjadi bulan-bulanan massa setelah menabrak pengendara sepeda motor TR (34) di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

WB sempat mencoba melarikan diri setelah menabrak pesepeda motor. Namun, kendaraannya langsung dicegat oleh warga yang berada di lokasi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi menyebutkan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi di Jalan HBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Pura-pura Jadi Petugas Biro Pertanahan, Komplotan Ini Curi Uang di Sebuah Rumah di Cengkareng

"Di depan Gereja Katedral Mesias, pelaku menyerempet kendaraan korban yang berjalan searah di jalan tersebut hingga jatuh," kata Lilik dalam keterangannya, Jumat (13/11/2020).

Bukannya menolong korban, pelaku malah tancap gas dan berusaha melarikan diri. Warga yang melihat peristiwa itu pun mengejar pelaku.

"Ia kabur, berhentinya sebelum ITC Mangga Dua," kata Lilik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lilik menyebutkan, warga yang emosi sempat menghajar pelaku. Akibatnya, pelaku mengalami luka di bagian wajah.

Baca juga: Usahanya Gulung Tikar, Pengusaha Warteg Berharap Bantuan Modal dari Pemerintah

Untungnya, aparat kepolisian segera melerai dan mengamankan pelaku.

Berdasarkan keterangan awal, pelaku mengakui bahwa dirinya kurang hati-hati sehingga bisa menyerempet korban.

Sementara itu, korban saat ini telah mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Ia mengalami patah kaki kiri akibat peristiwa kecelakaan ini.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Megapolitan
Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Megapolitan
Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Megapolitan
Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Megapolitan
Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Megapolitan
Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Megapolitan
Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Megapolitan
Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Megapolitan
1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

Megapolitan
Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Megapolitan
Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Megapolitan
Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.