Kompas.com - 14/11/2020, 10:30 WIB
Hendra Agatama dengan kostum Iron Man mengajar di sekolah dasar Tunas Sejahtera Sungai Tawang, Kalimantan Barat Dok Hendra AgatamaHendra Agatama dengan kostum Iron Man mengajar di sekolah dasar Tunas Sejahtera Sungai Tawang, Kalimantan Barat

Setelah Hendra kembali menjelaskan soal prinsipnya, Sang Istri akhirnya luluh.

“Akirnya istri saya mengalah dan kami sepakat. Akhirnya kami beli tapi dicicil dua kali, karena keterbatasan keuangan juga akhirnya saya dua kali bayar biar lebih ringan, hahahaha...,” ucap Hendra dengan santai.

Baca juga: Saat Polisi Berpakaian Iron Man, Captain America, Hulk dan Superman Bagikan Masker

Akhirnya, Hendra bisa menjadi Tony Stark. Bedanya, bukan tembakan laser yang dia keluarkan, melainkan rumus–rumus matematika yang mudah dimengerti oleh anak-anak.

Pada hari pertama mengajar, Hendra mengaku tak semua guru mendukung. Ucapan-ucapan miring selalu dia dengar dari balik kostumnya itu. Dari anggapan gimik hingga buang–buang waktu.

Namun anggapan itu bak kerikil bagi Hendra, jauh lebih kecil dibanding dengan semangatnya dalam mengajar.

“Mau dibilang gimiklah, berlebihanlah, tapi waktu itu saya enggak peduli. Akhirnya saya tetap melakukan itu. Bagi saya yang penting anak–anak happy,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara yang tak biasa itu terus Hendra lakukan, hingga ia akhirnya menjabat sebagai Kepala Sekolah.

Panas dan gerah yang terbayarkan

“Waduh, rasanya mas seperti di gurun. Puaanaaas banget mas,” kata Hendra dengan logat jawanya yang begitu kental. Begitulah jawaban Hendra ketika ditanya bagaimana rasanya saat memakai kostum Iron Man.

Sejak pagi sebelum memulai pelajaran, ia sudah memakai kostum. Agak sulit bagi Hendra untuk mengenakan kostum itu sendiri. Alhasil dia kerap meminta bantuan guru lain untuk mengenakan kostum.

Dari ruang ganti baju menuju kelas, dia harus melangkah dengan kostum yang membuat gerak tubuh menjadi kaku. Sudah pasti, melangkah pun sulit.

Baca juga: Wapres Minta Pendidik Lakukan Inovasi Pembelajaran Masuki Normal Baru

Baru beberapa menit dipakai, pelan–pelan baju dalamnya mulai basah. Keringat di sekujur tubuh semakin membuat Hendra merasakan betapa panasnya kostum ini.

Bernapas juga sulit. Dia hanya bisa menghirup udara dari lubang-lubang kecil yang terdapat di muka helm. Belum lagi isi kepala harus memikirkan apa-apa saja pelajaran yang harus dibagikan hari ini.

Kendati demikian, Hendra tetap melangkah memasuki kelas.

Namun, semua keresahan Hendra hilang ketika masuk kelas dan mendengar teriakan anak–anak.

“Semua semangat, semua senang. 'Bapak Iron Man, Bapak Iron Man!' Semua teriak seperti itu. Rasanya semua lelah saya terbayarkan,” kata Hendra.

Baca juga: Tingkatan Kualitas Pendidik, Kemdikbud Gelar Pemilihan Guru Berprestasi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.