90 Persen Orangtua Murid di Bekasi Disebut Setuju Simulasi KBM Tatap Muka Digelar

Kompas.com - 14/11/2020, 18:04 WIB
Murid SMPN 02 Bekasi saat istirahat dalam pembelajaran tatap muka, Senin (3/8/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAMurid SMPN 02 Bekasi saat istirahat dalam pembelajaran tatap muka, Senin (3/8/2020).
|


BEKASI, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzie menyebutkan, hampir 90 persen orangtua murid di Kota Bekasi setuju dengan digelarnya simulasi kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka.

Angka tersebut berdasarkan hasil diskusi, survei, dan aduan komite orangtua murid yang ditampung Dewan Pendidikan Kota Bekasi. Survei tersebut dilakukan secara online selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

“Orangtua hampir 90 persen lebih itu kepengin anaknya belajar tatap muka. Lalu bagaimana dengan kondisi Covid-19? Mereka justru menyerahkan kepada pemerintah,” kata Ali saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020)

Menurut Ali, mayoritas orangtua murid mengeluhkan sistem belajar online yang dianggap kurang evektif. Banyak materi pelajaran yang kurang diserap anak lantaran kondisi belajar yang tidak kondusif.

Baca juga: Suara Guru, Orangtua dan Murid yang Ingin Sekolah Tatap Muka Digelar di Kota Bekasi

Terbatasnya fasilitas elektronik yang dimiliki setiap orangtua murid juga jadi kendala diberlakukannya belajar via online.

Terkait penanganan Covid-19 selama kegiatan belajar mengajar, orangtua murid menyerahkan seluruhnya kepada pemerintah. Mereka, menurut Ali, sudah setuju untuk mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang berlaku di sekolah.

“Karena penentu kondisi Covid-19 ada di ketua Gugus Tugas yang dipimpin kepala daerah. Kalau kepala daerah menilai penyebaran Covid-19 sudah terkendali dan aman menggela KBM, ya masyarakat akan mengikuti,” kata dia.

Namun, jika penyebaran Covid-19 di daerah tersebut masih terbilang tinggi, maka pemerintah bisa menginstruksikan sekolah–sekolah untuk tidak menggelar KBM tatap muka.

“Tentu pihak sekolah akan mengundang komite yang terdiri dari orangtua untuk rapat. Tentu rapat ini untuk menjelaskan kondisi sekolah layak atau tidak menggelar belajar tatap muka,” kata dia.

Baca juga: Dorong KBM Tatap Muka, Kemendikbud: Kasihan Anak Terlalu Lama di Rumah

Sejauh ini, pihak Dewan Pendidikan Kota Bekasi belum berdiskusi dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi terkait regulasi KBM tatap muka. Ali yakin, dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu dengan Dinas Pendidikan untuk membahas regulasi KBM tatap muka.

“Kita belum diundang (diskusi). Mereka (Dinas Pendidikan ) memang masih merencanakan. Kita yakin mereka akan bahas ini bersama seperti saat simulasi mandiri yang sebelumnya sempat digelar,” jelas Ali.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi berencana menggelar KBM tatap muka pada Desember 2020 mendatang. Rencana itu pun mendapat dukungan dari beberapa orang tua dan guru yang berdomisili di kota Bekasi.

Pertimbangan Pemkot Bekasi menggelar KBM tatap muka karena angka penyebaran Covid-19 yang mulai menurun. Sedangan jika dibandingkan dengan jumlah yang positif, angka kesembuhan warga dari Covid-19 jauh lebih besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Megapolitan
Saat Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Karena Faskes Penuh . . .

Saat Kematian Akibat Covid-19 Meningkat Karena Faskes Penuh . . .

Megapolitan
Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Covid-19 Jakarta Tersisa 63

Tempat Tidur ICU di RS Rujukan Covid-19 Jakarta Tersisa 63

Megapolitan
Tangis Tak Henti dan Kenangan Rekan Sejawat di Pemakaman Pramugari Nam Air Isti Yudha Prastika

Tangis Tak Henti dan Kenangan Rekan Sejawat di Pemakaman Pramugari Nam Air Isti Yudha Prastika

Megapolitan
Warga Depok Meninggal di Taksi Online Usai Ditolak 10 RS Covid-19, Bukti Pandemi Makin Gawat

Warga Depok Meninggal di Taksi Online Usai Ditolak 10 RS Covid-19, Bukti Pandemi Makin Gawat

Megapolitan
Penghuni Indekos Kaget Motornya Terbakar di Pinggir Jalan, Diduga Hendak Dicuri

Penghuni Indekos Kaget Motornya Terbakar di Pinggir Jalan, Diduga Hendak Dicuri

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tangis Keluarga Sambut Pramugari Korban Sriwijaya Air | Fakta Gugatan Terhadap Raffi Ahmad

[POPULER JABODETABEK] Tangis Keluarga Sambut Pramugari Korban Sriwijaya Air | Fakta Gugatan Terhadap Raffi Ahmad

Megapolitan
UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X