Kompas.com - 17/11/2020, 12:40 WIB
Salah satu penggugat class action (kanan abu-abu), Rudi bersama anggota tim advokasi Azaz Tigor Nainggolan (batik, tengah)  di PN Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVASalah satu penggugat class action (kanan abu-abu), Rudi bersama anggota tim advokasi Azaz Tigor Nainggolan (batik, tengah) di PN Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga korban banjir yang menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bukti tertulis ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2020) hari ini.

"Agenda hari ini penyampaian bukti tertulis dari para penggugat," kata Tim Advokasi korban banjir Jakarta 2020 Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi Kompas.com, Selasa siang.

Tigor mengatakan, dalam gugatan class action ini, ada 362 warga Jakarta yang menggugat Anies karena menjadi korban banjir, 1 Januari 2020.

Mereka menuntut kerugian materil Rp 60 miliar dan kerugian imateril Rp 1 triliun.

Tigor mengatakan, tim kuasa hukum sudah berhasil mengumpulkan bukti tertulis dari 362 warga yang menggugat Anies.

"Semua (sudah terkumpul), buktinya berupa KTP, foto-foto waktu kejadian (banjir) yang dialami masing-masing penggugat," kata Tigor.

Baca juga: Gugatan Korban Banjir Jakarta Dinyatakan Sah, Sidang Class Action Terhadap Anies Dilanjutkan

 

Tigor menambahkan, agenda penyampaian bukti tertulis ini sebenarnya sudah dijadwalkan sejak pekan lalu. Namun saat itu tim kuasa hukum gubernur tidak hadir sehingga sidang ditunda.

"Kemarin sih saya sudah minta, hari ini harus jalan walau enggak ada kuasa hukum gubernur. Jadi dianggap kuasa hukum gubernur tak menggunakan haknya," ujar dia.

Azas mengungkapkan ada dua tujuan dalam gugatan banjir kali ini.

Selain mendapatkan ganti rugi, para korban berharap ada perbaikan dari Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan banjir.

Baca juga: Gugat Gubernur Anies, Korban Banjir Jakarta Mengaku Rugi hingga Rp 200 Juta

Sebab, pada banjir 1 Januari 2020, para korban tidak menerima informasi peringatan dini banjir. Hal itu membuat warga tidak sempat menyelamatkan diri dan benda berharga saat air mulai memasuki rumah.

"Padahal BMKG saat itu sudah menginformasikan curah hujan tinggi. Tapi tidak ada persiapan dan informasi dari Pemprov DKI," kata Tigor.

Para korban juga berharap ada perbaikan dalam sistem bantuan darurat saat banjir. Sebab, pengalaman banjir 1 Januari 2020 lalu, bantuan dari pemprov terlambat datang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 14 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 14 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini, 14 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa DKI Jakarta Hari Ini, 14 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 14 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 14 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Kedua, 14 April 2021, di Bekasi

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Kedua, 14 April 2021, di Bekasi

Megapolitan
Lahannya Mau Diserbot, Yayasan Carolus Laporkan Sejumlah Oknum Aparat ke Pihak Berwenang

Lahannya Mau Diserbot, Yayasan Carolus Laporkan Sejumlah Oknum Aparat ke Pihak Berwenang

Megapolitan
Pengemudi Bus di Terminal Kalideres Keluhkan Adanya Larangan Mudik

Pengemudi Bus di Terminal Kalideres Keluhkan Adanya Larangan Mudik

Megapolitan
2 Hari Operasi Keselamatan Jaya, 744 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak Polda Metro

2 Hari Operasi Keselamatan Jaya, 744 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak Polda Metro

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Tak Akan Kurangi Jumlah PO Bus Selama Periode Larangan Mudik Lebaran

Terminal Pulo Gebang Tak Akan Kurangi Jumlah PO Bus Selama Periode Larangan Mudik Lebaran

Megapolitan
Wagub DKI Akan Cek Status Rumah Menlu Pertama RI yang Dijual

Wagub DKI Akan Cek Status Rumah Menlu Pertama RI yang Dijual

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Tak Ada Temuan Kasus Covid-19 Selama Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Wagub DKI Sebut Tak Ada Temuan Kasus Covid-19 Selama Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Kejari Dalami Dugaan Korupsi yang Diungkap Petugas Damkar Depok

Kejari Dalami Dugaan Korupsi yang Diungkap Petugas Damkar Depok

Megapolitan
Disparekraf DKI: Restoran Tidak Boleh Tampilkan Pertunjukan DJ Selama Ramadhan

Disparekraf DKI: Restoran Tidak Boleh Tampilkan Pertunjukan DJ Selama Ramadhan

Megapolitan
Hari Pertama Ramadhan, Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Sepi Pengunjung

Hari Pertama Ramadhan, Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Sepi Pengunjung

Megapolitan
[Update 13 April]: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Bertambah 828

[Update 13 April]: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Bertambah 828

Megapolitan
Jadwal Azan Subuh di Kota Bekasi Selama Ramadhan 2021

Jadwal Azan Subuh di Kota Bekasi Selama Ramadhan 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X