Kerumunan Massa Rizieq Shihab Diprediksi Tak Signifikan Picu Kenaikan Kasus Covid-19 Jakarta

Kompas.com - 17/11/2020, 15:51 WIB
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat berceramah dalam acara Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) Dokumentasi YouTube Front TVPimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat berceramah dalam acara Maulid Nabi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono beranggapan, rangkaian kerumunan massa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bisa saja menyumbang kenaikan kasus Covid-19 di Jakarta.

Namun, menurutnya, kenaikan itu tak akan begitu signifikan.

"Belum pasti. Waktu demonstrasi (UU Cipta Kerja) tidak terjadi (lonjakan)," kata Pandu ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Alasan pertama, sebut Pandu, domisili para simpatisan Rizieq tak hanya di wilayah Jakarta, kendati kerumunan terjadi di sekitar Petamburan, Jakarta Pusat.

"Kalaupun ada (kenaikan kasus akibat kerumunan massa Rizieq), itu merata ke semua wilayah provinsi. Orang enggak tahu dari mana saja, bisa dari Tangerang, Garut, Bogor, kalau mereka terinfeksi kan mereka ketahuan terinfeksinya di daerah mereka," jelasnya.

Baca juga: Periksa Anies dan Pejabat DKI Lain soal Kerumunan Rizieq, Apa Saja yang Ditanya Polisi?

Alasan kedua, meski terlihat padat, jumlah orang yang berkerumun selama Rizieq menggelar hajatan sebetulnya kalah banyak ketimbang jumlah warga Jakarta yang berlibur saat cuti bersama akhir Oktober lalu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ekses cuti bersama kini mulai berdampak pada lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk Jakarta, secara cukup signifikan.

"Kemungkinan akan terjadi peningkatan kasus, tapi jika melihat jumlah kerumunannya, tidak akan sebanyak kasus cuti bersama," kata Pandu.

"Karena yang liburan itu jutaan. Jadi itu seperti mudik Lebaran, jutaan orang bepergian ke seluruh wilayah," tambah pakar biostatistika itu.

Baca juga: Imbas Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Kepala KUA hingga Saksi Nikah Juga Dipanggil Polisi

Alasan ketiga, selama ini DKI Jakarta jadi provinsi terdepan dalam hal penanganan pandemi Covid-19, meliputi pemeriksaan yang banyak, pelacakan kontak erat, dan sistem isolasi.

Kemampuan Ibu Kota yang mumpuni dalam penanganan kasus Covid-19 membuat mata rantai penularan lebih cepat terputus.

"Kalau memang ada kenaikan (imbas kerumunan massa Rizieq), akan terdeteksi dengan lebih baik. Jakarta itu kalau ada peningkatan kasus kan untuk menghindari penularan berikutnya," jelasnya.

"Intinya, kasus Covid-19 Jakarta akan lebih banyak ditentukan oleh mobilitas penduduk dan banyaknya kegiatan masyarakat. Kalau (imbas kerumunan massa Rizieq) betul-betul akan meningkatkan kasus Covid-19, itu akan terlihat di dua minggu mendatang dan tidak hanya di Jakarta, tapi akan melebar ke tempat-tempat umatnya Rizieq," tutup Pandu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Tangerang Menipis, Gedung Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi

Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Tangerang Menipis, Gedung Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi

Megapolitan
Detik-detik Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Kebayoran Baru, Terdengar 2 Letusan Senjata

Detik-detik Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Kebayoran Baru, Terdengar 2 Letusan Senjata

Megapolitan
PPDB SMA di Kota Tangerang dan Tangsel Digelar Besok, Simak Jadwal Lengkapnya

PPDB SMA di Kota Tangerang dan Tangsel Digelar Besok, Simak Jadwal Lengkapnya

Megapolitan
Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Kebayoran Baru, Polisi Temukan 2 Selongsong Peluru

Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Kebayoran Baru, Polisi Temukan 2 Selongsong Peluru

Megapolitan
Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Dekat Kompleks Pati Polri, Kebayoran Baru

Pengemudi Fortuner Lepaskan Tembakan di Dekat Kompleks Pati Polri, Kebayoran Baru

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Dibuka Besok, Simak Tata Cara dan Syaratnya

Megapolitan
Pemkot Tangerang Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas secara Door to Door, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas secara Door to Door, Ini Alasannya

Megapolitan
Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Digelar Besok, Petugas Bakal Jemput Bola

Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Digelar Besok, Petugas Bakal Jemput Bola

Megapolitan
Hanya Tersisa Empat Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Tangsel

Hanya Tersisa Empat Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Kampung di Gandaria Selatan Di-lockdown, Warga Buat Dapur Umum, Aparat Jaga Akses Masuk

Kampung di Gandaria Selatan Di-lockdown, Warga Buat Dapur Umum, Aparat Jaga Akses Masuk

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Rel KA di Bogor, Diduga Tertabrak Kereta

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Rel KA di Bogor, Diduga Tertabrak Kereta

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Setelah Tabrakkan Diri ke KRL di Gunung Sahari

Seorang Pria Tewas Setelah Tabrakkan Diri ke KRL di Gunung Sahari

Megapolitan
Kompleksnya Protokol Kesehatan di Proyek MRT Bundaran HI-Kota, Wajib Tes GeNose Tiap Hari

Kompleksnya Protokol Kesehatan di Proyek MRT Bundaran HI-Kota, Wajib Tes GeNose Tiap Hari

Megapolitan
Pecah Rekor Tiga Hari Berturut-turut, Grafik Kasus Covid-19 Jakarta Naik Drastis

Pecah Rekor Tiga Hari Berturut-turut, Grafik Kasus Covid-19 Jakarta Naik Drastis

Megapolitan
Lagi-lagi Tertinggi, Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini Tembus 5.582

Lagi-lagi Tertinggi, Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini Tembus 5.582

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X