Perwira Polisi yang Dicopot dan Dilantik Setelah Simpatisan Rizieq Shihab Berkerumun Saat Pandemi

Kompas.com - 17/11/2020, 16:02 WIB
Tamu undangan pernikahan putri Rizieq Shihab, Shafira Najwa Shihab, mulai berdatangan ke Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) malam.   Pantauan kompas.com pukul 18.45 WIB, para tamu duduk berdesakan di depan panggung yang telah disediakan.  Tak ada jaga jarak minimal satu meter sesuai protokol untuk pencegahan virus corona Covid-19. Para tamu justru duduk saling berhimpitan. KOMPAS.com/IhsanuddinTamu undangan pernikahan putri Rizieq Shihab, Shafira Najwa Shihab, mulai berdatangan ke Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) malam. Pantauan kompas.com pukul 18.45 WIB, para tamu duduk berdesakan di depan panggung yang telah disediakan. Tak ada jaga jarak minimal satu meter sesuai protokol untuk pencegahan virus corona Covid-19. Para tamu justru duduk saling berhimpitan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerumunan massa pada acara pernikahan putri pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, menyebabkan sejumlah perwira polisi harus dicopot dari jabatannya. Salah satunya Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.

Nana dicopot dari jabatannya karena dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan.

Pencopotan Nana tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 16 November 2020. Dalam telegram itu, Nana disebut akan menduduki jabatan baru yaitu Korsahli Kapolri.

Baca juga: Dua Kapolda Dicopot, Anggota Komisi III: Ini Pesan agar Aparat Tak Diskriminatif

“Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan yaitu Kapolda Metro Jaya kemudian Kapolda Jawa Barat,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020).

Sementara itu, jabatan Nana selaku Kapolda Metro Jaya akan digantikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Mohammad Fadil Imran. Fadil baru 6 bulan menjadi Kapolda Jawa Timur, yakni sejak 1 Mei 2020. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991.

Sejumlah kapolres di Jadetabek dimutasi 

Bersamaan dengan pencopotan Kapolda Metro Jaya, dua kapolres juga dimutasi dari jabatannya. Mereka adalah Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto dan Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy.

Keduanya juga dicopot karena dianggap lalai dalam melaksanakan protokol kesehatan di wilayahnya. Heru dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya di Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.

Posisi Heru akan digantikan oleh Kombes Hengki Haryadi yang kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Sementara Roland menjadi Wadir Reskrimsus Polda Jabar. Jabatannya saat ini akan digantikan oleh AKBP Harun yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Lamongan.

Baca juga: Dua Kapolda Dicopot, Polri Dinilai Bangun Kepercayaan Publik

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis juga melakukan rotasi besar-besaran di institusinya. Polri mengungkapkan bahwa rotasi jabatan tersebut adalah hal rutin yang dilakukan.

“Betul TR rutin, sebagai penyegaran organisasi, baik tour of duty maupun tour of area,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono ketika dihubungi, Selasa (17/11/2020).

Berikut daftar perwira menengah (pamen) di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/3236/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020:

  1. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri. Jabatan Budi akan digantikan oleh Kombes Azis Andriansyah yang sebelumnya menjabat Kapolresta Depok.
  2. Kapolresta Depok dijabat Kombes Imran Edwin Siregar yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Aceh.
  3. Kapolres Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri. Posisi Audie akan digantikan oleh Kombes Ady Wibowo yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Regident Korlantas Polri.
  4. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijanarko dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri. Jabatan Wijanarko akan digantikan oleh Kombes Aloysius Suprijadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SPN Lido Polda Metro.
  5. Kapolresta Bogor Kombes Hendri Fiuser digantikan oleh Kombes Susatyo Purnomo Condro yang sebelumnya menjabat Dir Narkoba Polda Banten.
  6. Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Stefanus Tamuntuan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabid Propam Polda Kepulauan Riau. Jabatan Stefanus akan digantikan oleh AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya yang sebelumnya menjabat Kapolres Blitar.
  7. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan digantikan oleh AKBP Iman Imanuddin yang sebelumnya menjabat Kanit II Subdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri.
  8. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian dimutasi mejadi Analis Kebijakan Madya Pidter Bareskrim Polri dalam rangka Sespimti. Posisi Arie akan digantikan Kombes Pol Erwin Kurniawan yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang NCB/Interpol Polri
  9. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Pideksus Bareskrim Polri dalam rangka Sespimti. Jabatan Sugeng akan digantikan oleh Kombes Pol Deonijiu De Fatima yang sebelumnya menjabat sebagai Dansat Brimob Polda Metro Jaya
  10. Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak dimutasi sebagai Tindak Pidana Madya III Bareskrim Polri. Jabatan Calvijn akan diganti oleh AKBP Reynold Elisa yang sebelumnya menjabat Sekpri Kapolri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Megapolitan
IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

Megapolitan
RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X