Komnas PA: Adanya Predator Anak di RPTRA merupakan Tamparan bagi Pengelola

Kompas.com - 17/11/2020, 18:37 WIB
Sekjen Komnas Anak Danang Sasongko dalam aksi unjuk rasa tolak PPDB DKI Jakarta Tahun 2020 jalur zonasi, di Taman Aspirasi, Monas, seberang Istana Merdeka Jakarta, Jumat (3/7/2020). ANTARA/Laily RahmawatySekjen Komnas Anak Danang Sasongko dalam aksi unjuk rasa tolak PPDB DKI Jakarta Tahun 2020 jalur zonasi, di Taman Aspirasi, Monas, seberang Istana Merdeka Jakarta, Jumat (3/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA) Danang Sasongko menyatakan, kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakuan penjaga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di RPTRA Meruya Utara, Jakarta Barat, merupakan tamparan keras bagi pengelola RPTRA. 

"Ini pegawai honorer (yang menjadi pelaku), RPTRA kecolongan. Dan ini teguran keras untuk pengelola RPTRA," kata Danang, Selasa (17/11/2020).

Danang menyampaikan, para pengelola harus melakukan evaluasi dan screening yang ketat terhadap petugas RPTRA agar tidak muncul para predator anak di tempat-tempat itu. Pihak-pihak yang bekerja di RPTRA agar benar-benar mengedepankan perspektif anak.

Baca juga: Predator Seks Anak di Kembangan adalah Penjaga Honorer RPTRA

"Kita harus tahu latar belakang mereka (petugas RPTRA) karena kebanyakan, banyak jadi korban dendam belum hilang, trauma belum hilang, kemudian jadi pelaku," ujar Danang.

Ia menegaskan, petugas RPTRA merupakan elemen penting dalam pengelolaan RPTRA sebab RPTRA seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak.

"Ini jadi peringatan buat semua termasuk buat masyarakat, pengelola RPTRA, terlebih RPTRA harusnya jadi tempat aman buat anak-anak. Tempat bermain dan bertemu anak-anak.," tambah Danang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Danang menyatakan, pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus tersebut.

"Polisi harus usut tuntas kasus ini. Terus langsung amankan pelaku," tegasnya.

Seorang pegawai honorer di RPTRA Meruya Utara berinisial ML (49) menjadi pelaku pelecehan seksual kepada anak di bawah umur. ML melakukan aksinya di RPTRA Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Baca juga: 50 RPTRA di Jakpus Disiapkan Jadi Tempat Evakuasi Korban Banjir

ML telah ditangkap aparat Polsek Kembangan pada 17 Oktober lalu, setelah ibu dari korban melaporkan ML.

Awalnya, ibunda korban melihat pesan singkat yang dikirimkan ML kepada anaknya yang masih berusia 14 tahun. ML mengirimkan pesan singkat tersebut kepada ponsel milik ibunda korban, sebab korban kerap menggunakan ponsel ibunya itu untuk bermain game.

Dalam pesan singkat tersebut, ML mengajak AA untuk melakukan hubungan seksual. Ketika dimintai keterangan oleh Ibunya, AA mengaku telah dilecehkan ML 20 kali.

ML mengiming-imingi AA sejumlah uang agar tidak membocorkan tindak pelecehan tersebut kepada orang lain.

ML kini dijerat dengan pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.