Kompas.com - 18/11/2020, 09:03 WIB
Kali Jambe di Kabupaten Bekasi Walda MarisonKali Jambe di Kabupaten Bekasi
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas (SDA) Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Zainal Abidin Syah mengaku kewalahan memantau seluruh titik keberadaan sampah yang ada di aliran kali Kota Bekasi.

Pasalnya, petugas pematusan yang dimiliki SDA kota Bekasi hanya 33 orang. Untuk diketahui tim pematusan adalah petugas yang turun langsung ke setiap saluran air untuk melakukan pembersihan.

"Karena anggota pematusan di Kota Bekasi kan hanya 33 orang kan ya, itu setiap hari keliling se-Kota Bekasi saja kami kewalahan," kata dia Zainal saat dikonfirmasi, Selasa (17/11/2020).

Menurut Zainal, kondisi ini sudah terjadi sejak satu tahun belakangan, tepatnya selama dia menjabat sebagai Kabid.

Baca juga: Kali Jambe di Kabupaten Bekasi, Kembali Dipenuhi Sampah dan Berbau

Selama itu pula, pihkanya selalu kewalahan untuk membersihkan sampah di beberapa titik aliran kali yang melintasi Kota Bekasi.

Karena kondisi ini pula, pihak SDA kota Bekasi kewalahan menahan sampah yang mengalir ke Kali Jambe, Kabupaten Bekasi. Sampah pun akhirnya menggunung di permukaan kali itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini Zainal tengah mengajukan penambahan personel pemasutan SDA.

"Kita sih mengusulkan penambahan personel. Paling tidak satu kecamatan 10 orang. Itu saja bisa memantau seluruh titik kali yang penuh dengan sampah nantinya," kata dia.

Dengan penambahan jumlah personel SDA, pembersihan kali dan saluran air di seluruh kota Bekasi bisa semakin maksimal.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Aktivitas Publik di Jakarta yang Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Daftar Aktivitas Publik di Jakarta yang Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Megapolitan
1,3 Juta Orang Telah Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta Barat

1,3 Juta Orang Telah Terima Vaksin Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
Siap-siap, Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Aktivitas Publik di Jakarta

Siap-siap, Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Aktivitas Publik di Jakarta

Megapolitan
Wagub DKI: 30 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Wagub DKI: 30 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Anies Kirim Surat soal BST Telat Cair, Risma Sindir Perbaikan Data di Jakarta

Megapolitan
Tak Ada Perubahan, Ini Aturan Lengkap Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta

Tak Ada Perubahan, Ini Aturan Lengkap Perpanjangan PPKM Level 4 di Jakarta

Megapolitan
Desakan agar Kejaksaan Segera Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok Menguat

Desakan agar Kejaksaan Segera Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok Menguat

Megapolitan
UPDATE: Kasus Baru Covid-19 di Depok Kembali Tembus 1.000

UPDATE: Kasus Baru Covid-19 di Depok Kembali Tembus 1.000

Megapolitan
UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 248, Pasien Aktif Ada 4.493 Orang

UPDATE: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 248, Pasien Aktif Ada 4.493 Orang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengendara Sedan Halangi Ambulans di Pamulang | PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

[POPULER JABODETABEK] Pengendara Sedan Halangi Ambulans di Pamulang | PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 4

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Hujan Hari Ini

BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang Hujan Hari Ini

Megapolitan
PAUD di Cipayung Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM karena Desakan Orangtua Murid

PAUD di Cipayung Gelar Belajar Tatap Muka Saat PPKM karena Desakan Orangtua Murid

Megapolitan
Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Vaksinasi Anak di Bekasi Dimulai, Peserta Wajib Bawa Formulir Persetujuan Orang Tua

Megapolitan
PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

PPN Sewa Toko Dihapus, Hippindo Minta PPh Final Sewa Juga Dibebaskan

Megapolitan
Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Guru Dikerahkan Jadi Tenaga Administrasi dalam Vaksinasi Siswa di Jakarta Barat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X