Remaja Korban Kekerasan Seksual di RPTRA Meruya Jalani Terapi

Kompas.com - 20/11/2020, 17:33 WIB
Pelaku pencabulan anak di RPTRA Meruya Utara berinisial ML (49) sedang berada di Polsek Kembangan pada Rabu (18/11/2020). Kompas.com/Sonya TeresaPelaku pencabulan anak di RPTRA Meruya Utara berinisial ML (49) sedang berada di Polsek Kembangan pada Rabu (18/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Remaja usia 14 tahun yang jadi korban pelecehan seksual oleh seorang petugas Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA  di Meruya Utara kini menjalani rehabilitasi di bawah bimbingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Hal tersebut disampaikan Lurah Meruya Utara, Zainuddin, Jumat (20/11/2020).

"Anak sudah direhab, sudah ikut konseling di KPAI," kata Zainuddin.

Zainuddin menambahkan, korban menjalani rehabilitasi tersebut bahkan sebelum pelaku berhasil ditangkap.

"Secara berkala dia terus dipantau perkembangannya," tambah Zainuddin.

Baca juga: Polisi: Predator Anak di RPTRA Imingi Korbannya dengan Uang

Zainuddin juga memastikan pihaknya telah memutus kontrak kerja tersangka pelaku berinisial ML (49) yang merupakan petugas honorer di RPTRA Meruya Utara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau pelaku itu langsung kami putus kontrak, tapi kan ini yang kami khawatirkan ya si anak," ujar dia.

Untuk mencegah berulangnya kasus serupa, Zainuddin mengatakan bahwa pihaknya akan menghadirkan tim psikolog dalam seleksi petugas RPTRA.

"Kelurahan itu seleksinya sifatnya administratif, tapi wawancara seorang psikolog kan beda, akan digali lebih dalam. Psikolog itu akan menilai, untuk tahu pantaskah dia," ujarnya.

Ia mengatakan, keterlibatan psikolog dalam proses seleksi pengawai akan membantu mereka untuk memilih orang yang tepat. Pasalnya, ML selama ini dikenal sebagai orang yang santun sehingga tak ada yang menyangka ML dapat melakukan pelecehan terhadap anak-anak.

"Dia itu sangat berpotensi. Dia salah satu andalan di RPRA. Dia bagus. Sifatnya santun banget," ujar Zainudin.

Aksi ML pertama kali diketahui oleh orangtua korban. Ibunda korban menemukan pesan dari ML ke anaknya yang berisi ajakan untuk berhubungan seksual.

Ketika dimintai keterangan oleh ibunya, korban mengaku telah dilecehi ML sebanyak 20 kali di RPTRA Meruya Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Petugas Damkar Tantang Maut demi Evakuasi Korban Kebakaran Gedung Cyber

Cerita Petugas Damkar Tantang Maut demi Evakuasi Korban Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
 Reuni 212 Tahun 2021, Ketika Peserta Datang dari Segala Penjuru tapi Tak Bisa Sampai di Patung Kuda

Reuni 212 Tahun 2021, Ketika Peserta Datang dari Segala Penjuru tapi Tak Bisa Sampai di Patung Kuda

Megapolitan
Ini Alasan Polisi Tak Izinkan Aksi 212 tapi Demo Buruh Tetap Bisa Berjalan

Ini Alasan Polisi Tak Izinkan Aksi 212 tapi Demo Buruh Tetap Bisa Berjalan

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Tambah 4 Kasus di Kota Tangerang, 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Tambah 4 Kasus di Kota Tangerang, 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rencana yang Pupus akibat Tak Ada Pembangunan Masif Sumur Resapan di Jakarta Tahun Depan...

Rencana yang Pupus akibat Tak Ada Pembangunan Masif Sumur Resapan di Jakarta Tahun Depan...

Megapolitan
Ada Data Pemerintah dalam Server di Gedung Cyber, Wagub DKI Pastikan Aman

Ada Data Pemerintah dalam Server di Gedung Cyber, Wagub DKI Pastikan Aman

Megapolitan
Menghidupkan Jenama Jakarta Kota Kolaborasi

Menghidupkan Jenama Jakarta Kota Kolaborasi

Megapolitan
Wagub DKI Pastikan Jalan yang Rusak akibat Proyek Sumur Resapan Bakal Diperbaiki

Wagub DKI Pastikan Jalan yang Rusak akibat Proyek Sumur Resapan Bakal Diperbaiki

Megapolitan
2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Megapolitan
Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.