Tak Sanggup Tertibkan Spanduk Rizieq Shihab, Satpol PP DKI Disebut Perlu Dibenahi

Kompas.com - 20/11/2020, 19:58 WIB
Satpol PP DKI Jakarta menggelar razia PSBB di kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/6/2020). TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINOSatpol PP DKI Jakarta menggelar razia PSBB di kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, meminta Pemprov DKI membenahi Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP). Pasalnya, Satpol PP tak mampu menurunkan spanduk-spanduk yang dipasang sembarangan oleh para simpatisan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di tempat-tempat umum di Ibu Kota.

"Ke depan Pol PP harus dibenahi," kata Mujiyono saat dihubungi melalui telepon, Jumat (20/11/2020).

Mujiyono mengatakan, pembenahan utama yang harus dilakukan di Satpol PP adalah sumber daya manusia (SDM) yang dinilai sering melakukan pendekatan dengan cara represif.

"Banyak hal (yang harus dibenahi) salah satunya karakter manusianya," ujar Mujiyono.

Baca juga: TNI Turun Tangan Tertibkan Baliho Rizieq, DPRD DKI: Kalau Dicopot Satpol PP, Akan Ada Perlawanan

Menurut dia, banyak anggota Satpol PP yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) sehingga pembinaan karakter petugas Satpol PP sering tidak tersampaikan.

Komisi A di DPRD DKI sebagai mitra kerja Satpol PP menginginkan transformasi Satpol PP menjadi lebih humanis dan bisa menyelesaikan masalah di masyarkat dengan cara negosiasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu penyebab gagalnya Satpol PP menertibkan spanduk, menurut Mujiyono, karena di masa lalu Satpol PP diberikan peralatan anti huru-hara dan diarahkan untuk menegakkan aturan secara keras.

"Beberapa kegiatan yang keras waktu dulu, waktu Pol PP dikasi perlengkapan huru hara, kami sudah larang agar bersikap humanis, pada akhirnya seperti ini," kata dia.

"Pada akhirnya pilihannya seperti ini, mau gimana lagi? Kalau yang turun Pol PP sudah pasti ribut. Jadi kalau yang sekarang mau ngurus spanduk, nggak akan bisa," tambah Mujiyono.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Megapolitan
Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Megapolitan
Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.