Kompas.com - 21/11/2020, 17:29 WIB
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (tengah) di kantor LPAI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKetua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (tengah) di kantor LPAI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerhati anak Seto Mulyadi menyayangkan adanya aksi penganiayaan dilakukan seorang ibu berinisial LQN (23) tehadap anak balitanya di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini pun menyoroti penghargaan Kota Layak Anak yang pernah diraih kota Tangerang Selatan.

Diketahui, penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) RI tingkat Nindya pada 2019 lalu.

Baca juga: KPAI Kecam Perbuatan Ibu yang Aniaya Balitanya di Ciputat, Sebut Hak Asuh Orangtua Bisa Dicabut

"Kasus ini jadi bahan instropeksi bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, setelah menerima pemberian penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,"kata Kak Seto saat dihubungi, Sabtu (21/11/2020).

Kak Seto yang pernah berkoordinasi dengan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengetahui bahwa sejauh ini sudah ada seksi perlindungan anak yang tersebar di setiap RT di Tangerang Selatan.

Karena itu, ia pun mempertanyaan pemberdayaan dan pengawasan dari satuan tugas perlindungan anak yang telah dibentuk itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin alasannya pandemi (Covid-19) jadi kurang komunikasi dan sebagainya, tapi tetap itu (seksi perlindungan anak) harus dihidupkan dan diberdayakan," katanya.

Kak Seto mengatakan, dalam waktu dekat akan menemui Airin dan Kapolres Tangerang Selatan untuk membahas mengenai kasus kekerasan terhadap anak.

Kak Seto ingin mengingatkan Pemkot Tangsel bahwa peristiwa kekerasan terhadap anak meruapakan kasus serius.

"Kami mengusulkan kepada Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) untuk membuat mekanisme yang tegas. sehingga pengharagaan itu bukan sekedar selesai (diberikan) sudah. Kalau perlu evaluasi masih bisa menyandang predikat," katanya.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Megapolitan
Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Megapolitan
RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X