Jawaban Tak Nyambung, Afifah Disebut Tak Paham KUA-PPAS oleh Lawannya Saat Debat Pilkada Depok

Kompas.com - 22/11/2020, 17:19 WIB
Debat publik Pilkada Depok 2020 yang ditayangkan di stasiun televisi INews, Minggu (22/11/2020). Tangkapan layar dari INews TVDebat publik Pilkada Depok 2020 yang ditayangkan di stasiun televisi INews, Minggu (22/11/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Calon wali kota Depok nomor urut 1 dan 2, Afifah Alia dan Imam Budi Hartono terlibat dalam tanya jawab yang cukup intens dalam debat publik perdana, Minggu (22/11/2020).

Mulanya, Imam bertanya sejauh mana pemahaman Afifah soal mekanisme Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Afifah justru menjawabnya dengan membahas soal pembangunan yang tak merata.

Kader PDI-P itu juga bicara melebar soal pendidikan.

"Dalam membangun SMA, kewajiban Pemerintah Kota Depok hanya menyediakan lahan, pembangunannya bisa ditanggung dari provinsi. Kota Depok punya 130 SD Negeri, tapi kita hanya punya 16 SMA dan 4 SMK," ujar Afifah.

Baca juga: Dalam Debat Pilkada Depok, Afifah Sindir Pembangunan Hanya Terpusat di Margonda

Sontak, jawaban ini menuai reaksi Imam yang menganggapnya tak paham soal pertanyaan.

"Mohon maaf Bu Afifah, apa yang saya tanyakan jauh dari yang disampaikan. Ini sangat tidak tahu tentang apa itu KUA-PPAS," kata dia.

"Ketika saya tanya tentang KUA-PPAS ternyata jawabannya tidak tepat karena mekanismenya tidak tahu, sehingga membuat program yang juga akan ngawur," tuding kader PKS tersebut.

Sebagai informasi, Pilkada Depok 2020 menjadi ajang tempur 2 kandidat petahana yang memilih pisah ranjang untuk berebut kekuasaan.

Wali Kota Depok Mohammad Idris, kalangan nonpartai yang dekat dengan PKS, bakal berupaya menyongsong periode kedua kekuasaannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X