KBM Tatap Muka di Bogor Dimulai Januari 2021, Sekolah Harus Dapat Izin Orangtua

Kompas.com - 23/11/2020, 21:08 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mendatangi kediaman rumah keluarga Hari Laksono, di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (24/8/2020). Hari terpaksa bolos sekolah selama lima bulan karena tak memiliki gawai atau smartphone untuk kegiatan belajar daring. KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mendatangi kediaman rumah keluarga Hari Laksono, di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (24/8/2020). Hari terpaksa bolos sekolah selama lima bulan karena tak memiliki gawai atau smartphone untuk kegiatan belajar daring.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menyelenggarakan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka mulai 11 Januari 2021.

Meski begitu, tidak semua sekolah bisa melangsungkan proses belajar tatap muka itu.

Sebab, Pemkot Bogor memberikan syarat dan ketentuan kepada pihak sekolah yang harus dipenuhi.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, sekolah yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka adalah sekolah yang mendapatkan izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, komite sekolah, dan kepala sekolah.

"Artinya, kalau hanya kepala sekolah saja tanpa didukung komite sekolah, itu tidak bisa. Jadi, komite sekolah, dalam hal ini orangtua, adalah unsur yang penting, yang harus memberikan izinnya," jelas Bima Arya, Senin (23/11/2020).

Baca juga: KBM Tatap Muka di Bogor Dilakukan Bertahap dengan Pola Hybrid Learning

Bima menambahkan, pihak sekolah juga wajib memperhatikan aspek protokol kesehatan, seperti menyediakan thermo gun, termasuk kesiapan apabila ada peristiwa darurat, dan hal lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga meminta setiap tenaga pengajar untuk menjalankan tes usap (swab test) sebelum kegiatan belajar tatap muka digelar. Hal itu bertujuan untuk memastikan kesehatan para tenaga pengajar.

Bima berujar, faktor kesehatan dan kesejahteraan para peserta didik dan tenaga pengajar menjadi prioritas dalam kegiatan KBM tatap muka.

"Jika ada kasus positif di sekolah, maka akan ditinjau ulang. Tentu saja akan dievaluasi kebijakan ini," tuturnya.

Baca juga: Bima Arya Minta Tenaga Pengajar Dites Swab Sebelum KBM Tatap Muka Digelar

Bima melanjutkan, kegiatan KBM tatap muka juga akan dilakukan secara bertahap.

Ia menyebut, tidak semua jenjang pendidikan dan semua siswa bisa langsung beraktivitas.

Metode pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar tatap muka nantinya menggunakan pola hybrid learning, yaitu perpaduan antara pembelajaran dari rumah dan pembelajaran tatap muka.

Untuk peserta didik yang memilih untuk belajar dari rumah tetap difasilitasi dengan metode pembelajaran jarak jauh.

“Kemungkinan metodenya hybrid, dan ini pun dilakukan secara bertahap. Pastinya tidak akan full, 30-50 persen saja dari kapasitas kelas," beber dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berikut Jadwal Vaksinasi Covid-19 Keliling di Jakarta Hari ini, Senin 26 Juli

Berikut Jadwal Vaksinasi Covid-19 Keliling di Jakarta Hari ini, Senin 26 Juli

Megapolitan
Tanda Tanya Bendera Putih di Pasar Tanah Abang Bentuk Protes PPKM, Siapa Pelakunya?

Tanda Tanya Bendera Putih di Pasar Tanah Abang Bentuk Protes PPKM, Siapa Pelakunya?

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap 24 Jam di Kota Bogor Berlanjut di Hari Kerja

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap 24 Jam di Kota Bogor Berlanjut di Hari Kerja

Megapolitan
Pepanjangan PPKM Level 4, Penyekatan di Jakarta Masih Diberlakukan hingga 2 Agustus

Pepanjangan PPKM Level 4, Penyekatan di Jakarta Masih Diberlakukan hingga 2 Agustus

Megapolitan
Depok Buka Rekrutmen Tenaga Administrasi dan Nakes untuk Optimalkan 3T, Ini Syaratnya

Depok Buka Rekrutmen Tenaga Administrasi dan Nakes untuk Optimalkan 3T, Ini Syaratnya

Megapolitan
PPKM Level 4 di Jabodetabek Diperpanjang, Ini Aturan-aturan yang Berubah

PPKM Level 4 di Jabodetabek Diperpanjang, Ini Aturan-aturan yang Berubah

Megapolitan
Pos Penyekatan Kalimalang Jaktim, Petugas Bagi 3 Lajur Pemeriksaan

Pos Penyekatan Kalimalang Jaktim, Petugas Bagi 3 Lajur Pemeriksaan

Megapolitan
Anies: Tujuh Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 di Jakarta

Anies: Tujuh Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Penimbunan Obat Covid-19 PT ASA: 13 Orang Diperiksa, Belum Ada Tersangka

Kasus Penimbunan Obat Covid-19 PT ASA: 13 Orang Diperiksa, Belum Ada Tersangka

Megapolitan
Progres Vaksinasi Covid-19 di Depok: Pelayan Publik Sudah 175 Persen, Lansia Baru 25 Persen

Progres Vaksinasi Covid-19 di Depok: Pelayan Publik Sudah 175 Persen, Lansia Baru 25 Persen

Megapolitan
Catat, Berikut Lokasi Sentra Vaksinasi Covid-19 di Kecamatah Kebon Jeruk 26-27 Juli

Catat, Berikut Lokasi Sentra Vaksinasi Covid-19 di Kecamatah Kebon Jeruk 26-27 Juli

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Depok Periode Juli

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Depok Periode Juli

Megapolitan
UPDATE 25 Juli 2021: Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Mulai Menurun

UPDATE 25 Juli 2021: Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Mulai Menurun

Megapolitan
Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

Gudang SMPN 97 Jakarta Terbakar

Megapolitan
Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

Petugas Gabungan Bubarkan Resepsi Pernikahan di Pulogadung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X