KILAS METRO

Pandemi Covid-19, Pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Depok Tetap Maksimal

Kompas.com - 24/11/2020, 16:22 WIB
Di tengah situasi pandemi, layanan nontatap muka lebih dibutuhkan untuk meminimalkan penyebaran Covid-19. Dok. BPJS kesehatanDi tengah situasi pandemi, layanan nontatap muka lebih dibutuhkan untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

Pada Mei, angka kunjungan naik lagi, hingga pada Juni mencapai jumlah 2.700-an.

Layanan tanpa tatap muka Pandawa

Elisa mengatakan, BPJS Kesehatan Depok tetap melayani peserta di luar ketiga segmen tersebut. Namun, metode yang digunakan berbeda, yaitu tanpa tatap muka menggunakan Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (Pandawa).

Sebagai informasi, Pandawa merupakan inovasi layanan administrasi tanpa tatap muka antara frontliner dengan peserta, menggunakan media Whatsapp.

Informasi nomor telepon Pandawa sendiri dapat diperoleh melalui layanan Chat Asistant JKN (Chika) atau Care Center 1 500 400.

“Semenjak uji coba pada Agustus, kami langsung melaksanakan Pandawa. Maka dari itu, kami edukasi peserta untuk mengakses layanan nontatap muka Pandawa. Pandawa itu kan sebenarnya tatap muka yang di online-kan,” kata Elisa.

Baca juga: Registrasi Ulang BPJS Kesehatan via WhatsApp, Ini Daftar Nomor Pandawa Se-Indonesia

Adapun cara edukasi yang dilakukan BPJS Kesehatan Depok adalah sosialisasi secara langsung, melalui media massa, serta memasang spanduk mengenai kebiasaan baru, pelayanan yang bisa dilayani secara tanpa dan dengan tatap muka, serta Pandawa.

Menurut Elisa, cara edukasi tersebut cukup efektif karena angka kunjungan langsung yang sempat naik kembali turun.

“Pada Juni angka kunjungan naik lagi. Namun setelah ada Pandawa, turun hingga 600-an pada September, dan 500-an pada Oktober. Saat September, total pengguna Pandawa mencapai 2.816 peserta. Kalau hariannya kisaran 60 sampai 600-an,” kata Elisa.

Meski begitu, Elisa mengatakan, masih ada beberapa kendala yang dialami BPJS Kesehatan Depok dalam menjalankan Pandawa. Antara lain peserta terkendala gadget dan jaringan.

Baca juga: Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

“Kalau ada peserta yang sama sekali enggak bisa mengakses layanan tanpa tatap muka, tetap kami layani dengan tatap muka. Kendala lainnya adalah peserta tidak merenspons pesan dalam satu hari yang sama atau berkas tidak lengkap,” kata Elisa.

Untuk mengatasi hal tersebut, Elisa pun berpesan kepada para perserta untuk menyelesaikan transaksi di Pandawa pada satu hari dalam jam kerja.

“Layanan kami kan dari Senin-Jumat jam 08.00-15.00 WIB, kalau peserta tidak merespons dalam satu hari, dianggap gagal. Saat memakai Pandawa, peserta juga harus melengkapi berkas yang diminta. Terkadang tidak ada auto debitnya, atau yang krusial, Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak valid,” kata Elisa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Megapolitan
Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Megapolitan
Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Megapolitan
Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Megapolitan
Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Megapolitan
Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Megapolitan
Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Megapolitan
Banyak yang Tak Pakai Masker di TPU Sawangan, Peziarah: Kayak Gak Takut Covid-19

Banyak yang Tak Pakai Masker di TPU Sawangan, Peziarah: Kayak Gak Takut Covid-19

Megapolitan
Petugas Cegat Warga yang Gunakan Ambulans untuk Jalan-jalan

Petugas Cegat Warga yang Gunakan Ambulans untuk Jalan-jalan

Megapolitan
Pengunjung Membeludak, Pintu Timur Ancol Ditutup Sementara

Pengunjung Membeludak, Pintu Timur Ancol Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengguna KRL Naik Selama Libur Lebaran, KCI Tambah 6 Jadwal Perjalanan

Pengguna KRL Naik Selama Libur Lebaran, KCI Tambah 6 Jadwal Perjalanan

Megapolitan
SMA Negeri 12 Bekasi Dibobol Maling Saat Malam Takbiran, Laptop dan Ponsel Raib

SMA Negeri 12 Bekasi Dibobol Maling Saat Malam Takbiran, Laptop dan Ponsel Raib

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X