Politisi PKS Minta Anies Kaji Ulang Program Rumah DP Rp 0

Kompas.com - 24/11/2020, 17:45 WIB
Rusunami Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comRusunami Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdul Aziz menilai, program rumah DP Rp 0 yang digagas Gubernur Anies Baswedan perlu direvisi.

Pasalnya, alih-alih membangun 300.000 hunian DP Rp 0, unit yang saat ini tersedia kurang dari 1.000 saja masih sepi peminat.

"Jadi ke arah kebijakannya kali ya yang direvisi," ujar dia saat dihubungi melalui telepon, Selasa (24/11/2020).

Aziz mengatakan, kebijakan rumah DP Rp 0 tersebut sebenarnya didukung penuh oleh DPRD DKI Jakarta.

Baca juga: Anies Pernah Targetkan 300.000 Rumah DP Rp 0, Fraksi PSI: 1.000 Saja Belum Tercapai...

Namun, ia menilai target 300.000 hunian dalam waktu 5 tahun kepemimpinan Anies sudah tidak realistis lagi.

"DP 0 kita dorong, cuman ya kita lihat harus realistis anggarannya ya," kata dia.

Pasalnya, realita di lapangan saat ini program tersebut sepi peminat. Rumah susun yang ada masih belum banyak dihuni.

Aziz mengatakan, pihaknya akan mengundang Sarana Jaya sebagai pengembang proyek tersebut untuk membahas program tersebut.

Selain itu, akan didengar pula mereka yang sudah menghuni dan warga yang mengalami penolakan terhadap program tersebut.

"Karena mungkin kebijakan ini mungkin memberatkan masyarakat atau seperti apa, kami sedang mencari solusinya. Nanti kita diskusikan dengan Sarana Jaya dan pak gubernur, apakah harus diubah (kebijakan)," kata dia.

Baca juga: Fraksi PSI Sebut Tak Ada Anggaran Pembangunan Rumah DP 0 di RAPBD 2021

Realisasi kebijakan rumah DP Rp 0 juga sempat dikritik oleh Anggota DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari.

Eneng mempertanyakan realisasi pembangunan hunian rumah DP Rp 0 yang dijanjikan Anies, padahal sudah memasuki tahun keempat kepemimpinannya.

Saat ini realisasi program rumah DP Rp 0 tersebut baru 0,26 persen atau 780 rumah saja.

"Ini sudah masuk tahun keempat, targetnya 300.000 rumah, tapi 1.000 aja belum tercapai," kata Eneng Kamis lalu.

Eneng juga mempertanyakan keseriusan Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan target janji Anies untuk menciptakan 300.000 rumah DP Rp 0 selama 5 tahun kepemimpinan.

Saat awal menjabat, Anies menargetkan penyediaan 300.000 rumah selama 5 tahun, atau 60.000 rumah per tahun.

Namun dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2021, tidak muncul anggaran untuk pembangunan rumah DP 0.

"Rumah DP 0 (anggaran) pembangunan tidak muncul di anggaran, tetapi justru pengadaan lahan terus menerus yang kita sayangkan lahannya terus dibeli tapi tidak dibangun," kata dia.

Baca juga: Demokrat Minta Pemprov DKI Lebih Perhatikan Penyediaan Rusunawa Dibanding Rumah DP Nol Rupiah

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Sarjoko sebelumnya mengklaim bahwa antusias warga Ibu Kota untuk memiliki hunian dengan DP Rp 0 cukup tinggi.

Hal ini terlihat dari jumlah hunian yang terjual hingga 16 Oktober 2020.

Untuk hunian rusunami DP Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, telah terjual 457 dari total 780 unit.

Kemudian untuk hunian Samawa di Bandar Kemayoran di Jakarta Utara, telah terjual 24 dari total 30 unit.

Sedangkan untuk hunian Samawa di Tower Bunaker Sentraland Cengkareng di Jakarta Barat sudah terjual 17 dari total 64 unit.

"Dari sisi animo, jumlah pendaftar program DP nol sangat besar," kata Sarjoko dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Sarjoko menyampaikan, pihaknya tetap melakukan proses verifikasi secara teliti guna memastikan rumah DP Rp 0 bisa dinikmati warga yang memang membutuhkan hunian murah.

"Guna memastikan program ini tepat sasaran, perlu dilakukan seleksi administrasi dan kepemilikan aset serta kemampuan keuangan pemohon sehingga profil penerima manfaat sesuai dengan target sasaran," ujar Sarjoko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 14 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 221 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 14 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 221 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 14 April: Depok Catat 175 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

UPDATE 14 April: Depok Catat 175 Kasus Baru Covid-19, 2 Pasien Meninggal Dunia

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Lagi

Megapolitan
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kota Bogor, 15 April 2021

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kota Bogor, 15 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 15 April 2021

Megapolitan
Peringatan Dini Siklon Tropis 94W di Jakarta hingga Hujan Es di Bekasi

Peringatan Dini Siklon Tropis 94W di Jakarta hingga Hujan Es di Bekasi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok, 15 April 2021

Megapolitan
BP2MI Dapat Laporan, TKI yang Diisolasi di Wisma Atlet Dipalak Oknum

BP2MI Dapat Laporan, TKI yang Diisolasi di Wisma Atlet Dipalak Oknum

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang, 15 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang, 15 April 2021

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Terima Berkas Perkara Kasus Prostitusi yang Libatkan Cynthiara Alona

Kejari Kota Tangerang Terima Berkas Perkara Kasus Prostitusi yang Libatkan Cynthiara Alona

Megapolitan
Kali Sunter Meluap, Cipinang Melayu Terendam Banjir

Kali Sunter Meluap, Cipinang Melayu Terendam Banjir

Megapolitan
[Update 14 April]: Tambah 661, Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 394.779

[Update 14 April]: Tambah 661, Kasus Covid-19 di Jakarta Jadi 394.779

Megapolitan
Dua Kebakaran Besar Melanda Pasar, PD Pasar Jaya Diminta Berbenah

Dua Kebakaran Besar Melanda Pasar, PD Pasar Jaya Diminta Berbenah

Megapolitan
Inspektorat DKI Telah Diminta untuk Periksa Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar

Inspektorat DKI Telah Diminta untuk Periksa Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

Anies Instruksikan Anak Buahnya Tuntaskan Program Pembangunan pada Tahun Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X