Sekolah di Kota Bekasi Mulai Ajukan Diri Gelar KBM Tatap Muka

Kompas.com - 25/11/2020, 09:46 WIB
Murid SMPN 02 Bekasi saat istirahat dalam pembelajaran tatap muka, Senin (3/8/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAMurid SMPN 02 Bekasi saat istirahat dalam pembelajaran tatap muka, Senin (3/8/2020).
|


BEKASI, KOMPAS.com - Beberapa sekolah di Kota Bekasi mulai mempersiapkan diri untuk menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Salah satu yang tengah melakukan persiapan yakni Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Bekasi.

Kepala SMKN 3 Kota Bekasi, Boan, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan proposal ke Dinas Pendidikan untuk menggelar KBM tatap muka.

"Sudah ajukan proposal ke cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat , tetapi saat ini belum ada jawaban," kata Boan, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Pemkot Bekasi Butuh Sebulan Bahas Regulasi KBM Tatap Muka di Sekolah

Selain itu, persiapan lain pun sudah mulai dilakukan seperti membentuk tim Covid-19 internal sekolah, membangun komunikasi dengan komite orang tua sekolah hingga menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

"Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas terkait, pukesmas, lingkungan RT dan RW serta, Babinsa dan Bimaspol," kata Boan.

Dirinya memastikan SMKN 3 kota Bekasi telah melakukan persiapan matang untuk menyambut KBM tatap muka.

Sebelumnya, Anggota Tim Role Model Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Haris Budiyono memperkirakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka digelar pada Januari 2021.

Baca juga: KBM Tatap Muka di Bogor Dimulai Januari 2021, Sekolah Harus Dapat Izin Orangtua

Nantinya, Dinas Pendidikan tidak akan menunjuk sekolah untuk menggelar KBM tatap muka. Pihak sekolah lah yang akan mengajukan diri untuk menjalankan kegiatan itu.

"Sekarang ini sekolah sendiri yang mengajukan kesiapan itu. Sekolah negeri sudah menjadi mandatori uji coba. Sekolah swasta juga bisa mengajukan diri," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (20/11/2020).

Haris mengatakan setiap sekolah bisa mengajukan diri ke Dinas Pendidikan.

Setelah mengajukan diri, setiap sekolah akan dicek fasilitas kesehatannya dan peraturan agar sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan. Pengecekan itu berdasarkan peraturan yang dibuat Pemkot Bekasi dan Kemendikbud.

"Mereka mengajukan ke kepala bidangnya di Disdik. Ada kepala Bidang pembinaan SD, ada Kepala Bidang Pembinaan SMP," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD DKI Sebut Dana Formula E Harusnya Bisa Digunakan untuk Tangani Covid-19

Anggota DPRD DKI Sebut Dana Formula E Harusnya Bisa Digunakan untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Berencana Mogok Lagi, Pedagang Bakso Pusing Sudah 3 Hari Tutup

Pedagang Daging Berencana Mogok Lagi, Pedagang Bakso Pusing Sudah 3 Hari Tutup

Megapolitan
Tak Dibayar Harian, Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 TPU Jombang Unjuk Rasa

Tak Dibayar Harian, Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 TPU Jombang Unjuk Rasa

Megapolitan
Lahan Pemakaman Baru di TPU Srengseng Sawah Diperkirakan Siap Dipakai Februari

Lahan Pemakaman Baru di TPU Srengseng Sawah Diperkirakan Siap Dipakai Februari

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Jakbar Jualan Lagi, Harga Dipatok Mulai Rp 125.000 Per Kilogram

Pedagang Daging Sapi di Jakbar Jualan Lagi, Harga Dipatok Mulai Rp 125.000 Per Kilogram

Megapolitan
Asosiasi RS Swasta: RS Rujukan Covid-19 Langsung Penuh Tiap Kali Tambah Kapasitas

Asosiasi RS Swasta: RS Rujukan Covid-19 Langsung Penuh Tiap Kali Tambah Kapasitas

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Bangun Prasarana, TPU Rorotan Belum Bisa Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Masih Bangun Prasarana, TPU Rorotan Belum Bisa Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok Jadi Calon Donor Plasma Konvalesen

Pernah Positif Covid-19, Wali Kota Depok Jadi Calon Donor Plasma Konvalesen

Megapolitan
DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

DKI Siapkan Lahan Baru untuk Pemakaman dengan Protap Covid-19 di 4 TPU, Ini Rinciannya

Megapolitan
Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Fraksi PKS: Positivity Rate Covid-19 Jauh Lebihi Ambang Batas WHO, Wajar Anies Perpanjang PSBB

Megapolitan
Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Polisi: Pembuat Surat Swab Palsu Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Usai Pedagang Mogok Jualan, Harga Daging Sapi Tak Juga Turun

Megapolitan
RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM di Kota Bekasi Diperpanjang 30 Hari

Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM di Kota Bekasi Diperpanjang 30 Hari

Megapolitan
TPU Covid-19 Penuh, Wagub DKI Tekankan Masih Banyak Lokasi Pemakaman di Jakarta

TPU Covid-19 Penuh, Wagub DKI Tekankan Masih Banyak Lokasi Pemakaman di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X