Kompas.com - 25/11/2020, 15:41 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (23/11/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin (23/11/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyindir acara ceramah pemimpin Front Pembela Islam (FPI) di Megamendung, Kabupaten Bogor, yang menimbulkan kerumunan beberapa waktu lalu. Kala itu, massa meruah ke jalan raya untuk menyambut kedatangan Rizieq.

Ridwan Kamil menekankan pentingnya kesadaran semua orang dalam menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19, apalagi jika seseorang itu merupakan sosok yang digugu para pengikutnya.

"Kuncinya, para pemimpin yang punya pengikut, tolong inspirasikan ketaatannya kepada pengikut," kata Ridwan kepada wartawan di Depok, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Polda Jabar Akan Panggil Rizieq Shihab Terkait Kegiatan di Megamendung Bogor

"Kalau pemimpinnya tidak taat, pengikutnya tidak taat. Kejadian Megamendung kan begitu, kasihan polisi," tambahnya.

Ridwan mengemukakan, belum ada informasi terbaru mengenai dampak kerumunan hajatan Rizieq di Megamendung dengan timbulnya klaster Covid-19.

"Belum ada update, kan tes baru kemarin, minggu ini memang lebih dari 20 terpapar, pasti ada perubahan zona tapi belum bisa saya umumkan," ujarnya.

Namun, Ridwan menepis anggapan bahwa insiden kerumunan akibat hajatan Rizieq terjadi karena lembeknya pengawasan dan penegakan hukum. Ia menyederhanakan masalah tersebut dengan menyinggung protokol 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker).

"Sebenarnya mah bukan soal ketegasan atau tidak, (di masa pandemi) Covid-19 ini mau produktif enggak hidupnya? Boleh, ngaji boleh, sekolah boleh, apa boleh, tapi 3M. Yang jadi masalah karena tidak taat 3M," kata dia.

Baca juga: Soal Acara Rizieq Shihab di Megamendung, Polda Jabar Akan Periksa Bupati Bogor

"Mendatangi acara tapi berkerumun, berpadat-padatan, tidak pakai masker, ya salah. Yang betul itu silakan ikut acara, mau ikut maulid atau apa, silakan tapi dibatasi kapasitasnya, menjaga jarak dan itu tidak bisa harus mengandalkan polisi, harus kesadaran," kata Ridwan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Benyamin Tak Gelar Open House, Lebaran di Rumah Nikmati Ketupat dan Semur

Wali Kota Benyamin Tak Gelar Open House, Lebaran di Rumah Nikmati Ketupat dan Semur

Megapolitan
Mulai Jumat Ini, Taman Impian Jaya Ancol Dibuka Untuk Pengunjung Ber-KTP Jakarta

Mulai Jumat Ini, Taman Impian Jaya Ancol Dibuka Untuk Pengunjung Ber-KTP Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi | Ancol Dipadati Antrean Pengunjung

[POPULER JABODETABEK] Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi | Ancol Dipadati Antrean Pengunjung

Megapolitan
Lebaran Hari Pertama, 896 Kendaraan Diputar Balik di GT Cikarang Barat

Lebaran Hari Pertama, 896 Kendaraan Diputar Balik di GT Cikarang Barat

Megapolitan
8 Hari Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 64.612 Kendaraan Pemudik

8 Hari Larangan Mudik, Polisi Paksa Putar Balik 64.612 Kendaraan Pemudik

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Jaksel, Jaktim, dan Bogor Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Jaksel, Jaktim, dan Bogor Hujan Siang Nanti

Megapolitan
UPDATE: Tambah 785 Kasus di Jakarta, 7.585 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 785 Kasus di Jakarta, 7.585 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 51 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 51 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Anies Apresiasi Pelayan Publik yang Tidak Bisa Lebaran Bareng Keluarga

Anies Apresiasi Pelayan Publik yang Tidak Bisa Lebaran Bareng Keluarga

Megapolitan
26 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada 13 Mei 2021

26 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada 13 Mei 2021

Megapolitan
Selama Masa Libur Lebaran, TMII Beroperasi Pukul 06.00 - 20.00 WIB

Selama Masa Libur Lebaran, TMII Beroperasi Pukul 06.00 - 20.00 WIB

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran di Matraman

Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran di Matraman

Megapolitan
Tamu Hotel Direkam Saat Mandi, Bobobox Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum

Tamu Hotel Direkam Saat Mandi, Bobobox Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Lebaran Hari Pertama, 25.000 Orang Berwisata ke Ancol

Lebaran Hari Pertama, 25.000 Orang Berwisata ke Ancol

Megapolitan
Lebaran di Tengah Pandemi, Lapas Kelas II Perempuan Tangerang Sediakan Layanan Video Call Gratis bagi Warga Binaan

Lebaran di Tengah Pandemi, Lapas Kelas II Perempuan Tangerang Sediakan Layanan Video Call Gratis bagi Warga Binaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X