Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Kompas.com - 25/11/2020, 20:26 WIB
Jenazah A, tersangka begal, tergeletak di Jalan Papanggo, Jakarta Utara, Rabu (25/11/2028) setelah ditembak polisi karena melawan saat mau ditangkap. A dan temannya, S, sebelumnya membegal seorang  tukang ojek di Papanggo. Tukang ojek tersebut tewas. KOMPAS.COM/ IRA GITAJenazah A, tersangka begal, tergeletak di Jalan Papanggo, Jakarta Utara, Rabu (25/11/2028) setelah ditembak polisi karena melawan saat mau ditangkap. A dan temannya, S, sebelumnya membegal seorang tukang ojek di Papanggo. Tukang ojek tersebut tewas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Utara, Sudjarwoko mengatakan, dua begal yang menewaskan seorang tukang ojek di Jakarta Utara telah ditangkap di daerah Papanggo, Rabu (25/11/2020).

Satu dari dua begal itu, yaitu A, ditembak mati polisi karena kabur dan melawan saat akan ditangkap. Seorang polisi dilaporkan terluka saat mengejar begal itu.

"Sedang melarikan diri, berusaha kabur ketika dicegat oleh anggota. Dia melakukan perlawanan dengan mengacungkan senjata tajam dan melukai salah satu anggota kami," ujar Sudjarwoko.

Baca juga: 2 Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Ditangkap, Seorang Pelaku Ditembak Mati

Polisi kemudian menembak A hingga tewas.

"Karena yang bersangkutan melawan dan melukai salah satu anggota kami dengan sangat terpaksa kami, petugas opsnal kami, melakukan tindakan tegas yang mengakibatkan tersangka meninggal dunia," ucapnya.

Sebelumnya, polisi telah menangkap tersangka lain berinisial S alias J di Cikupa, Tangerang, pada Senin lalu.

Sudjarwoko menyebutkan, A merupakan tersangka yang menikam tukang ojek yang jadi sasaran pembegalan hingga tewas.

A telah menjadi target operasi polisi karena kerap melakukan kejahatan di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Megapolitan
IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

Megapolitan
RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X