Lucky Luka Parah akibat Dibacok Pembunuh Bayaran Suruhan Istrinya

Kompas.com - 26/11/2020, 09:43 WIB
Dian Safitri (mengenakan kaus bernomor 94) bersama pembunuh bayaran (mengenakan kaus bernomor 09) dalam rilis kasus percobaan pembunuhan terhadap Lucky Hutagaol, suami Dian, di Polres Jakarta Timur, Rabu (25/11/2020). KOMPAS.com/NIRMALA MAULANADian Safitri (mengenakan kaus bernomor 94) bersama pembunuh bayaran (mengenakan kaus bernomor 09) dalam rilis kasus percobaan pembunuhan terhadap Lucky Hutagaol, suami Dian, di Polres Jakarta Timur, Rabu (25/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lucky Hutagaol (32), warga Jalan Dukuh, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, mengalami luka cukup parah setelah dibacok dengan menggunakan golok oleh pembunuh bayaran.

Lucky mendapat kekerasan setelah istrinya, Dian Safitri (32), menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi dirinya.

Saat ini, Lucky masih dalam penangangan di Rumah Sakit Kramatjati.

"Korban mengalami luka yang cukup parah, pada bagian tangan dan kepala," kata Kapolres Jakarta Timur Arie Ardian Rishadi, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Istri di Kramat Jati Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suami

Arie menjelaskan, saat pembacokan terjadi, Dian dan Lucky berada di rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Istrinya (Dian) ada di rumah dan ini sudah direncanakan sebelumnya, secara bersama-sama," tutur Arie.

Dian mengaku sudah dianiaya 10 tahun belakangan ini oleh Lucky.

Kepada penyidik, Dian mengaku dendam kepada suaminya hingga menyewa jasa pembunuh bayaran.

Baca juga: Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Suami, Dian Mengaku Dendam 10 Tahun Dianiaya

"Tersangka merasa sering dianiaya dalam waktu yang sudah lama, 10 tahun, sehingga tersangka merasa sakit hati," ucap Arie.

Dian mengaku, beberapa kali dipukul, dicambuk, hingga dilempar gelas oleh Lucky.

Dian menceritakan kekerasan ini kepada adiknya, Gugun. Setelah itu, Gugun menghubungi dua pembunuh bayaran untuk menghabisi Lucky.

Polres Jakarta Timur menetapkan empat tersangka, yakni Dian, Gugun, dan dua pembunuh bayaran yang masih di bawah umur.

Keempat pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan 353 KUHP tentang Penganiayaan secara berencana dengan ancaman 7 tahun penjara.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Megapolitan
Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Megapolitan
Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Megapolitan
Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Megapolitan
Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Megapolitan
Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Megapolitan
Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.