Simulasi KBM Tatap Muka untuk PAUD, SD, SMP di Bekasi Digelar 18 Januari 2020

Kompas.com - 26/11/2020, 20:10 WIB
Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020).
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi menyatakan bahwa simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka mulai digelar pada 18 Januari 2021.

Simulasi KBM tatap muka itu digelar untuk jenjang pendidikan PAUD, SD, dan SMP.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengeluarkan kebijakan itu setelah menggelar rapat dengan perwakilan tiap sekolah, Komisi IV DPRD Kota Bekasi, jajaran pemerintah tingkat kecamatan, dan Dewan Pendidikan Kota Bekasi.

"Minggu kedua pada semester genap tahun ajaran 2020-2021, yaitu mulai tanggal 18 Januari 2020. Satuan pendidikan yang memenuhi syarat diizinkan secara bertahap melakukan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (SPTMT)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah melalui keterangan persnya, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Setuju Sekolah Tatap Muka Digelar, Orangtua Ingatkan Penerapan Protokol Kesehatan Ketat

Sebelum simulasi KBM tatap muka digelar, Dinas Pendidikan akan memeriksa kesiapan sekolah yang mengajukan diri untuk menggelar KBM tatap muka.

Pemeriksaan itu terdiri dari kesiapan fasilitas kesehatan dan persetujuan dari orangtua murid.

"Kami periksa ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, akses fasilitas pelayanan kesehatan, penerapan wajib masker, thermo gun, pemetaan status kesehatan warga satuan pendidikan, persetujuan komite sekolah dan perwakilan orangtua murid," kata Inayatulah.

Berdasarkan hasil rapat Dinas Pendidikan dengan pihak-pihak terkait, ada beberapa regulasi yang harus diikuti sekolah yang mendaftar untuk menggelar KBM tatap muka.

Salah satunya, sekolah diharuskan membatasi jumlah pelajar dalam KBM tatap muka.

Baca juga: Sekolah di Kota Bekasi Mulai Ajukan Diri Gelar KBM Tatap Muka

Dinas Pendidikan hanya memperbolehkan 25 persen dari total rombongan belajar (rombel) atau kelas untuk mengikuti KBM tatap muka.

Setiap rombel hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitas kelas.

"Penyelenggaraan akan dipantau langsung oleh tim Disdik," tutur Inayatulah.

Jika beberapa sekolah kedapatan belum memenuhi kriteria tersebut, Dinas Pendidikan Kota Bekasi tak akan memberi izin digelarnya KBM tatap muka.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan belum bisa merinci daftar sekolah yang sudah mengajukan diri untuk menggelar KBM tatap muka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Megapolitan
Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Megapolitan
Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Megapolitan
Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Megapolitan
Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Megapolitan
Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Megapolitan
Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Megapolitan
Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Berharap Segera Sembuh Covid-19

Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Berharap Segera Sembuh Covid-19

Megapolitan
Selisih Data Terjadi Lagi, Depok Minta Satgas Covid-19 'Konsen': Bahaya jika Tak Diselesaikan

Selisih Data Terjadi Lagi, Depok Minta Satgas Covid-19 "Konsen": Bahaya jika Tak Diselesaikan

Megapolitan
Tak Lama Lagi Mobil 10 Tahun ke Atas Dilarang Melintas di Jalanan Jakarta, Simak Aturannya di Sini

Tak Lama Lagi Mobil 10 Tahun ke Atas Dilarang Melintas di Jalanan Jakarta, Simak Aturannya di Sini

Megapolitan
Pekan Depan, 2.100 Pedagang di Pasar dan Pusat Perbelanjaan Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19

Pekan Depan, 2.100 Pedagang di Pasar dan Pusat Perbelanjaan Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19

Megapolitan
Cap Go Meh di Bogor Tampilkan Pertunjukan Seni secara Online

Cap Go Meh di Bogor Tampilkan Pertunjukan Seni secara Online

Megapolitan
Tak Semua Pendonor Plasma Kovalesen di Kota Bekasi Lolos Tes Kesehatan

Tak Semua Pendonor Plasma Kovalesen di Kota Bekasi Lolos Tes Kesehatan

Megapolitan
Hujan dan Angin Kencang, Tujuh Pohon Tumbang di Semper Timur

Hujan dan Angin Kencang, Tujuh Pohon Tumbang di Semper Timur

Megapolitan
Kasus Mayat Dalam Plastik Sampah di Bogor, Korban Tewas Dicekik

Kasus Mayat Dalam Plastik Sampah di Bogor, Korban Tewas Dicekik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X