Kompas.com - 30/11/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi rekam video adegan seks. SHUTTERSTOCK/DMITRI MAIlustrasi rekam video adegan seks.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendokumentasikan sebuah peristiwa pribadi tak melulu berujung pada kenangan manis. Pada kasus tertentu, itu bisa berujung petaka bagi diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Korban sudah banyak. Namun, dibutakan kesenangan, banyak yang tak mau belajar sehingga jatuh pada lubang yang sama. Kasus perekaman aktivitas seks, salah satunya.

Bak fenomena gunung es, fenomena perekaman aktivitas seks hanya segelintir yang terekspose.

Padahal, pidana mengintai dari segala sisi, belum lagi efek lain dari sisi mental dan sosial ketika rekaman tersebar baik karena kesengajaan maupun tidak.

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Video Syur Diduga Mirip Gisel

Bersamaan, hasrat-hasrat tak wajar seperti perekaman aktivitas seks bersama pasangan ini pun perlu ditelaah lebih dalam akar persoalannya, bukan sekadar menimpakan stigma.

                                         ∂

"Kita rekam, yuk." Celetukan Andi (bukan nama sebenarnya) itu menghentikan aktivitas persetubuhannya dengan sang istri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apaan, sih?" jawab sang istri, Bunga (bukan nama sebenarnya), dengan nada malas.

"Iseng aja. Habis itu kita hapus deh," timpal Andi memelas.

Wajah Bunga terlihat kesal. Namun, ia tidak berani menjawab tegas, tidak.

Menganggap sang istri tidak menolak, Andi langsung berlari kecil ke arah meja di sudut ruangan. Ia membuka salah satu laci dan merogoh isinya.

Baca juga: Polisi Kesulitan Forensik Wajah Berkait Video Syur Diduga Mirip Gisel

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

GOR Pulogadung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi, Bisa Tampung 100 Pasien OTG

GOR Pulogadung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi, Bisa Tampung 100 Pasien OTG

Megapolitan
Polisi Usut Kasus Pungutan Bansos Tunai di Beji Depok

Polisi Usut Kasus Pungutan Bansos Tunai di Beji Depok

Megapolitan
Depok Ingin Buat Lembaga Konsultasi untuk Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Depok Ingin Buat Lembaga Konsultasi untuk Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Megapolitan
Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Lurah Utan Panjang: Bukan untuk Mempersulit

Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Lurah Utan Panjang: Bukan untuk Mempersulit

Megapolitan
Sasar 3 Juta Warga Jakarta, Vaksinasi Covid-19 Merdeka Ditargetkan Rampung 17 Agustus

Sasar 3 Juta Warga Jakarta, Vaksinasi Covid-19 Merdeka Ditargetkan Rampung 17 Agustus

Megapolitan
Depok Kembali Jadi 'Kota Layak Anak' Predikat Nindya

Depok Kembali Jadi "Kota Layak Anak" Predikat Nindya

Megapolitan
Shalat Jumat Berjamaah di Masjid Dilarang di Jabodetabek Selama PPKM Level 4

Shalat Jumat Berjamaah di Masjid Dilarang di Jabodetabek Selama PPKM Level 4

Megapolitan
PPKM Level 4 di Tangsel: Kasus Covid-19 Harian Masih Melonjak

PPKM Level 4 di Tangsel: Kasus Covid-19 Harian Masih Melonjak

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 2.925 Orang dalam Perawatan

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 2.925 Orang dalam Perawatan

Megapolitan
Roy Suryo Sodorkan 4 Poin jika Lucky Alamsyah Ingin Berdamai

Roy Suryo Sodorkan 4 Poin jika Lucky Alamsyah Ingin Berdamai

Megapolitan
Banyak Kasus Warga Meninggal di Rumah, Pemprov DKI Minta Pasien Isoman Pindah ke Tempat Isolasi

Banyak Kasus Warga Meninggal di Rumah, Pemprov DKI Minta Pasien Isoman Pindah ke Tempat Isolasi

Megapolitan
Fakta Pungli Bansos di Tangerang: Kini Korban Sebut Tak Ada Oknum, Polisi Selidiki

Fakta Pungli Bansos di Tangerang: Kini Korban Sebut Tak Ada Oknum, Polisi Selidiki

Megapolitan
Sudah 7 Bulan Gisel dan Nobu Jadi Tersangka tapi Berkas Belum P-21, Polisi Diminta Profesional

Sudah 7 Bulan Gisel dan Nobu Jadi Tersangka tapi Berkas Belum P-21, Polisi Diminta Profesional

Megapolitan
Imbas Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM, Seleb TikTok dan Hotel di Bekasi Didenda Belasan Juta

Imbas Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM, Seleb TikTok dan Hotel di Bekasi Didenda Belasan Juta

Megapolitan
Babak Baru Perseteruan Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah, Bahas Mediasi di Polda Metro

Babak Baru Perseteruan Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah, Bahas Mediasi di Polda Metro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X