Demo Tolak Pembangunan BTB School, Lima Warga Pluit Putri Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 30/11/2020, 12:38 WIB
Demonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIDemonstrasi di Taman Pluit Putri, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/11/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima warga Pluit Putri dilaporkan ke polisi atas dasar perbuatan tidak menyenangkan karena memasuki lahan Taman Pluit Putri, Jakarta Utara.

Dari informasi yang diterima Kompas.com, laporan tersebut dilayangkan ke Polres Metro Jakarta Utara dengan nomor LPB/1037/K/XI/2019/PMJ/Resju, Tanggal 27 November 2019.

Untuk diketahui, yang melayangkan laporan adalah pihak Bina Tunas Bangsa (BTB) School.

Kelimanya dilaporkan lantaran terlibat aksi demonstrasi di lahan sengketa itu. Aksi itu digelar untuk menolak pembangun BTB School yang dilakukan Jakarta Utilitas Propertindo dari Jakpro.

Baca juga: Pelang Sengketa Tanah Taman Pluit Putri Dicabut, Kuasa Hukum Warga Layangkan Gugatan

Selain itu, Taman Pluit Putri seharusnya digunakan sebagai fasilitas umum dan masih dalam sengketa antara warga dan pihak pengembang di pengadilan.

"Mereka dilaporkan karena meminta pekerja yang ada di dalam itu (area lahan) supaya keluar dan menghentikan proses pembangunan. Warga hanya minta pembangunan berhenti dan menunggu putusan pengadilan," kata Kurniawan Adi Nugroho selaku Wakil Direktur Boyamin Saiman Lawfirm sekaligus kuasa hukum warga, Senin (30/11/2020).

Menurut Kurniawan, aksi demonstrasi yang terjadi pada November 2020 lalu berjalan dengan kondusif. Pihak kepolisian hingga kecamatan hadir memantau jalannya demonstrasi.

Baca juga: PT JUP Sebut Warga Bisa Akses Taman Pluit Putri Setelah Direvitalisasi BTB School

Kurniawan merasa bingung atas dasar apa kelima warga ini dilaporkan ke polisi.

"Enggak ada bentrokan apa-apa kok, berjalan aman semua. Polisi ada, camat ada," ucap dia.

Namun, Kurniawan selaku kuasa hukum warga tetap mendampingi lima kliennya untuk menghadapi proses hukum. Selama diperiksa sebagai saksi di tahap penyelidikan pun, lanjut Kurniawan, dirinya selalu mendampingi lima warga tersebut.

Di satu sisi, Kurniawan juga menghargai proses sengketa tanah yang masih bergulir di meja hijau.

"Kita tetap hormati proses hukum yang berjalan, Ini kan proses sudah naik ke penyidikan, berarti ada tindak pidana yang dilanggar dong. Jadi ya kita hormati saja," tutup dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

RS Covid-19 Khusus Ibu Hamil dan Melahirkan di Depok Dijajaki di Cimanggis

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM di Kota Bekasi Diperpanjang 30 Hari

Kasus Covid-19 Meningkat, PPKM di Kota Bekasi Diperpanjang 30 Hari

Megapolitan
TPU Covid-19 Penuh, Wagub DKI Tekankan Masih Banyak Lokasi Pemakaman di Jakarta

TPU Covid-19 Penuh, Wagub DKI Tekankan Masih Banyak Lokasi Pemakaman di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Tangsel Catat 291 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 25 Januari: Tangsel Catat 291 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Melawan Saat Tasnya Hendak Dirampas, Pria Ini Dikeroyok dan Ditusuk 2 Kali

Melawan Saat Tasnya Hendak Dirampas, Pria Ini Dikeroyok dan Ditusuk 2 Kali

Megapolitan
Pembuat Surat Swab Palsu Pasarkan Jasa Lewat Media Sosial hingga Door to Door

Pembuat Surat Swab Palsu Pasarkan Jasa Lewat Media Sosial hingga Door to Door

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Ada 2.451 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24.132 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Januari: Ada 2.451 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24.132 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Jual Motor Hasil Curian, Maling Ini Berdalih Bagikan Sisa Uangnya ke Orang Tak Mampu

Jual Motor Hasil Curian, Maling Ini Berdalih Bagikan Sisa Uangnya ke Orang Tak Mampu

Megapolitan
Segera Dipasang di Stasiun, Mengenal GeNose, Tarif, dan Efektivitas dalam Mendeteksi Covid-19

Segera Dipasang di Stasiun, Mengenal GeNose, Tarif, dan Efektivitas dalam Mendeteksi Covid-19

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Sawah Besar dan Lurah Sumur Batu Ditutup 3 Hari

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat Sawah Besar dan Lurah Sumur Batu Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan Deras, Motor Pengemudi Ojol Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang

Megapolitan
M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

M Taufik Desak Anies Segera Tunjuk Pejabat sebagai Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

Jalan Falatehan Tergenang 50 Cm, Camat: Beban dan Kapasitas Saluran Tak Imbang, Jadi Antre Airnya

Megapolitan
Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

Polisi: Pembuat Hasil PCR Palsu Beraksi Sejak November 2020, Sudah Jual 11 Surat

Megapolitan
Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Polisi Mediasi Ormas yang Terlibat Penganiayaan di Bekasi, tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X