Sederet Dampak Kerumunan Rizieq Shihab, Pejabat Dicopot hingga Lonjakan Covid-19

Kompas.com - 30/11/2020, 13:10 WIB
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHPemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerumunan simpatisan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) pada acara pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November lalu terus berbuntut panjang.

Tak hanya kerumunan di Petamburan, Rizieq juga menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebet, Jakarta Selatan pada 13 November 2020.

Baca juga: Rizieq Belum Pastikan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Besok

Imbas acara kerumunan Rizieq Shihab itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI harus dicopot hingga adanya lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Berikut rangkuman Kompas.com tentang dampak kerumunan massa simpatisan FPI di wilayah Ibu Kota.

 

1. Pejabat Pemprov DKI Diperiksa Polisi

Polda Metro Jaya memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya pada 17 November 2020 untuk dimintai klarifikasi tentang acara berkerumun yang diadakan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Pasalnya, polisi menemukan unsur pelanggaran protokol kesehatan pada acara pernikahan putri Rizieq Shihab.

Anies diperiksa sekitar 9,5 jam dengan dicecar 33 pertanyaan. Meskipun begitu, Anies enggan membeberkan pertanyaan yang diajukan polisi.

Baca juga: Rizieq Shihab Disebut Dites Swab oleh MER-C, Organisasi Apa Itu?

Selain Anies, ada 9 pejabat Pemprov DKI lainnya yang dipanggil pihak Kepolisian.

Mereka adalah Wali Kota Jakarta Pusat yang kala itu dijabat Bayu Meghantara, Kasatpol PP DKI Arifin, Lurah Petamburan Setiyono, Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah, Kepala KUA Tanah Abang, Camat Tanah Abang Muhammad Yassin, Ketua RT dan RW tempat tinggal Rizieq, serta Babinkamtibnas.

Sepekan kemudian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria turut dipanggil polisi guna dimintai keterangan seputar kerumunan yang diselenggarakan Rizieq Shihab.

 

2. Pejabat Pemprov DKI dan Perwira Polisi Dicopot

Sebanyak lima pejabat di wilayah DKI Jakarta dicopot karena dinilai lalai menerapkan protokol kesehatan pada acara pernikahan putri Rizieq.

Pertama, Irjen Nana Sujana dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya. Dia dinilai lalai dalam menegakkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Akibatnya, terjadi kerumunan massa di acara pernikahan putri Rizieq di kawasan Petamburan, Jakarta, dan membludaknya simpatisan FPI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Baca juga: Soal Rizieq Shihab Tolak Telusur Kontak Erat Covid-19, Mahfud MD: Pemerintah Akan Tindak Tegas

Nana kemudian dimutasi menjadi Koordinator Staf Ahli Kapolri. Sementara itu, posisi Nana digantikan oleh Irjen Fadil Imran yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Kedua, Mabes Polri juga mencopot Kombes Heru Novianto dari jabatannya sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Heru dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya pada Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.

Sebagai gantinya, posisi Heru digantikan oleh Kombes Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Ketiga, Kementerian Agama membebastugaskan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang Sukana karena dianggap mengabaikan penerapan protokol kesehatan dalam proses pencatatan pernikahan putri Rizieq Shihab.

Baca juga: Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Sukana lalu dimutasi sebagai penghulu di wilayah Jakarta Pusat.

Terbaru, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih juga dicopot dari jabatannya terhitung tanggal 24 November 2020.

Keduanya dianggap melanggar aturan karena memfasilitasi acara pimpinan FPI Rizieq Shihab pada 14 November lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Keselamatan Jaya 2021, Kapolda Metro: SOTR dan Balapan Liar Akan Ditindak

Operasi Keselamatan Jaya 2021, Kapolda Metro: SOTR dan Balapan Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Diberlakukan Situasional

Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Diberlakukan Situasional

Megapolitan
Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Megapolitan
Gelar Demo di Jakarta, Buruh Akan Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Gelar Demo di Jakarta, Buruh Akan Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Megapolitan
Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Megapolitan
TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

Megapolitan
PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

Megapolitan
Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Megapolitan
UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Megapolitan
Sempat Terkendala Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Stasiun Tanahabang PP Sudah Kembali Normal

Sempat Terkendala Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Stasiun Tanahabang PP Sudah Kembali Normal

Megapolitan
Mudik Lebaran Dilarang, Warga Curi Start Pulang Kampung

Mudik Lebaran Dilarang, Warga Curi Start Pulang Kampung

Megapolitan
UPDATE 11 April: Pasien Covid-19 di Depok Bertambah, 1.635 Orang Harus Isolasi dan Perawaatan

UPDATE 11 April: Pasien Covid-19 di Depok Bertambah, 1.635 Orang Harus Isolasi dan Perawaatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X