Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Kompas.com - 01/12/2020, 17:30 WIB
Sepasang ular sanca berukuran besar serta 10 butir telurnya ditemukan di permukiman warga di Gang Pusara, Bojongsari, Depok, Jawa Barat pada Selasa (24/11/2020). Dok. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota DepokSepasang ular sanca berukuran besar serta 10 butir telurnya ditemukan di permukiman warga di Gang Pusara, Bojongsari, Depok, Jawa Barat pada Selasa (24/11/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok semakin banyak menerima panggilan untuk evakuasi satwa liar di permukiman warga selama November lalu.

“November itu ada 31 laporan. Berbeda pada bulan sebelumnya yang hanya mencapai 20 laporan temuan satwa,” ujar Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Denny Romulo melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Dari 31 permintaan evakuasi satwa liar, laporan keberadaan ular paling banyak diterima.

Baca juga: Waspada Ular Kobra Masuk Rumah dan Pekarangan, Ini 12 Tipsnya

Ada 20 ular yang dievakuasi pada bulan lalu, terbanyak sejak Maret 2020. Sebagai informasi, fenomena ditemukannya ular di sekitar perumahan warga memang marak terjadi pada musim hujan, masa kembang biak reptil melata tersebut.

“Di Bojongsari kami mendapatkan dua ekor ular sanca indukan sama 10 butir telur, sedangkan di Tapos dapat satu indukan ular kobra dan enam anak ular kobra,” terang Denny soal evakuasi ular yang dilakoni pihaknya dalam sehari pada pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain ular, lanjut Denny, evakuasi satwa liar juga dilakukan pada monyet dan biawak.

Sejumlah monyet berkeliaran di permukiman Taman Anyelir 2, Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Jumat (13/11/2020) pagi.Istimewa Sejumlah monyet berkeliaran di permukiman Taman Anyelir 2, Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat pada Jumat (13/11/2020) pagi.

"Banyak ditemukannya satwa tidak terlepas dari habibat aslinya yang terusik dengan pembangunan. Contohnya, yang dahulunya perkebunan telah berubah menjadi perumahan, sehingga satwa mencari tempat baru, namun menyasar ke permukiman masyarakat,” jelas Denny.

Seluruh satwa yang dievakuasi diklaim dikembalikan ke habitat asli mereka karena DPKP Kota Depok belum memiliki penangkaran.

Baca juga: 2 Ekor Monyet Berkeliaran di Perumahan di Cilodong Depok dan Resahkan Warga



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Megapolitan
Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Megapolitan
Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Megapolitan
Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Megapolitan
Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Megapolitan
Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Megapolitan
Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Megapolitan
Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Megapolitan
Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Megapolitan
1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

Megapolitan
Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.