Pemkot Bekasi Siapkan 26 Pompa Air Portabel untuk Cegah Banjir

Kompas.com - 02/12/2020, 10:04 WIB
Genangan banjir di Bekasi Timur Regency Mustikasari, Bojongrawalumbu, Kota Bekasi, Senin (26/10/2020). Dokumen BPBD Kota BekasiGenangan banjir di Bekasi Timur Regency Mustikasari, Bojongrawalumbu, Kota Bekasi, Senin (26/10/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai melakukan persiapan jelang puncak musim hujan mendatang. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni menyiapkan pompa air portabel untuk mengantisipasi banjir.

"Sudah stand by kami punya 26 pompa yang bisa kami pindah-pindahkan seusai dengan nanti tinggi intensitas hujan," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Selasa (1/12/2020).

Pompa tersebut akan digunakan di beberapa wilayah yang dinilai lahan serapan airnya kurang. Menurut Tri, Kota Bekasi banyak memiliki daerah minim serapan air karena proses pembangunan sejumlah proyek.

Baca juga: Banjir di Bekasi Berulang, Pengamat: Tidak Heran, Dulunya Itu Rawa

Namun Tri tak merinci wilayah mana saja yang dinilai kawasan serapan airnya kurang.

"Karena perkembangan dengan adanya pembangunan LRT, tol Becakayu. Ini kan mengurangi ruang hijau yang ada di Kota Bekasi," ujar dia.

Dengan keberadaan pompa tersebut, Tri yakin pihaknya bisa meminimalisir terjadinya genangan.

Selain fokus ke wilayah minim resapan air, Pemkot juga menaruh perhatian pada Kali Bekasi dan beberapa saluran air lainya. Pasukan katak yang terdiri dari petugas Dinas Lingkungan Hidup akan diperintahkan untuk membersihkan kali dari sampah.

"Kami sudah menyiapkan pasukan katak untuk melakukan pemantauan per hari, termasuk kondisi di Bendung Koja itu sudah kami monitor supaya sampah segera kami angkut," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragam Hukuman Nyeleneh Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Ragam Hukuman Nyeleneh Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Update: 34 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Salah Satunya Bayi 11 Bulan

Megapolitan
5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

5 Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, Diperpanjang 3 Hari hingga 34 Korban Teridentifikasi

Megapolitan
Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Pengelola Gedung Tidak Kantongi Izin, Resepsi Pernikahan di Koja Dibubarkan

Megapolitan
Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Update Kondisi Pandemi di Jakarta: Antre di RS Rujukan hingga Prosedur Isolasi Mandiri

Megapolitan
Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Kesulitan TPU Jombang Kelola Limbah APD, Tak Diperhatikan Pemkot hingga Dibakar Mandiri

Megapolitan
Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Hingga Akhir Bulan Ini, Ada Uji Emisi Gratis di Kantor Sudin Lingkungan Hidup Jakbar

Megapolitan
Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Polisi Diminta Tangkap Pelaku Pengeroyokan Sopir Ojol di Kebayoran Lama

Megapolitan
Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Dihukum Berdoa di Makam Jenazah Pasien Covid-19, Warga: Mendingan Disuruh Push Up!

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Hujan Merata Nanti Malam

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Hujan Merata Nanti Malam

Megapolitan
UPDATE: 4.284 Kasus Aktif di Depok, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

UPDATE: 4.284 Kasus Aktif di Depok, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Warga Dihukum Berdoa di Makam Khusus Covid-19, Epidemiolog: Justru Risiko Tertular

Megapolitan
UPDATE Covid-19:  Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

UPDATE Covid-19: Muncul 46 Kasus Baru di Kota Tangerang, Total 5.214 Kasus

Megapolitan
Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Kurir Sabu yang Ditangkap di Padang Dapat Upah Rp 50 Juta per Kilogram

Megapolitan
Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Satu Minggu PSBB Ketat, Satpol PP Kumpulkan Rp 22,5 Juta Denda Pelanggar Prokes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X