Kompas.com - 02/12/2020, 13:43 WIB
Kebakaran di Jalan Angke Indah, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (2/11/2020). Api melahap sebanyak 12 rumah tinggal berasa di wilayah tersebut. Dok. Sudin Gulkarmat Jakarta BaratKebakaran di Jalan Angke Indah, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (2/11/2020). Api melahap sebanyak 12 rumah tinggal berasa di wilayah tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 120 warga Jalan Angke Indah, Kelurahan Angke, Tambora Jakarta Barat terpaksa mengungsi karena rumahnya dilahap si jago merah pada Selasa (1/12/2020).

"Kebetulan lokasi yang ada di Kelurahan Angke cukup padat, jumlahnya 13 rumah, 24 KK (kartu keluarga), dan 124 jiwa," ujar Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto ketika datang ke lokasi pengungsi, pada Rabu (2/12/2020).

Uus menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan suku dinas lingkungan hidup, camat, lurah, dan petugas PPSU agar bahu-membahu mengangkut puing-puing sisa kebakaran.

"Untuk koordinasikan armada untuk pengangkutan puing-puing bekas kebakaran segera dibersihkan sehingga warga bisa terbantu merapikan rumah dari sisa kebakaran," tambah dia.

Baca juga: Kebakaran di Tambora, Damkar Terjunkan 18 Unit Mobil Pemadam

Kini, sebagian korban mengungsi di sebuah posko pengungsian yang dibangun di dekat lokasi kebakaran.

Sementara, beberapa korban lainnya memutuskan untuk tinggal sementara di rumah kerabatnya.

Mengingat jumlah korban yang banyak, Uus menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak camat dan lurah untuk mengondisikan pos pengungsian agar warga tetap dapat menjaga jarak satu dengan lainnya.

Bahkan, Uus juga mengusulkan agar tempat pengungsian lain segera dibuka.

Baca juga: Kebakaran Indekos di Tambora Diduga karena Korsleting listrik

"Harus ada tempat lain yang jadi penampungan, misalnya musholla Al-Ithihad. Jadi warga yang mengungsi tidak terlalu berdekatan," tandasnya.

Ia juga berkoordinasi dengan suku dinas kesehatan untuk memfasilitasi sarana prasarana kesehatan serta melakukan sosialisasi kepada warga agar patuh terhadap protokol kesehatan.

Uus menyatakan bahwa korban juga telah menerima bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan pemerintah kota.

"Harapan saya bisa bantu (meringankan) penderitaan warga," tutup Uus.

 

Pada Selasa sore, sekitar pukul 17.00 WIB, kebakaran terjadi di Jalan Angke Indah, Kelurahan Angke, Tambora.

Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting kipas angin dari sebuah rumah.

"Perkiraan penyebab sementara korsleting pada kabel kipas angin di lantai dua rumah tinggal," ujar Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Eko Sumarno, Selasa (1/12).

Eko menyatakan bahwa sebanyak 21 unit mobil pemadaman kebakaran dengan 110 personel diterjunkan ke lokasi kebakaran.

Api baru berhasil padam seutuhnya setelah dua jam dilakukan upaya pemadaman, yakni pada pukul 19.32 WIB.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pos Penyekatan Kedungwaringin Dibuka, Dirlantas: Kita Berlakukan Diskresi Supaya Tak Terjadi Kerumunan

Pos Penyekatan Kedungwaringin Dibuka, Dirlantas: Kita Berlakukan Diskresi Supaya Tak Terjadi Kerumunan

Megapolitan
Ribuan Pemudik Pakai Motor Kembali Lolos Penyekatan di Pos Kedungwaringin

Ribuan Pemudik Pakai Motor Kembali Lolos Penyekatan di Pos Kedungwaringin

Megapolitan
Para Pemotor Provokasi Terobos Penyekatan Kedungwaringin: Maju, Lawan Arah

Para Pemotor Provokasi Terobos Penyekatan Kedungwaringin: Maju, Lawan Arah

Megapolitan
Macet Parah Jelang Posko Penyekatan Kedungwaringin, Para Pemotor Nekat Lawan Arah

Macet Parah Jelang Posko Penyekatan Kedungwaringin, Para Pemotor Nekat Lawan Arah

Megapolitan
Selasa Dini Hari, Kemacetan Parah Kembali Terjadi di Pos Penyekatan Kedungwaringin

Selasa Dini Hari, Kemacetan Parah Kembali Terjadi di Pos Penyekatan Kedungwaringin

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 11 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 11 Mei 2021

Megapolitan
2.094 Pengajuan SIKM Ditolak, Pemprov DKI: Banyak Dokumen Dipalsukan Pemohon

2.094 Pengajuan SIKM Ditolak, Pemprov DKI: Banyak Dokumen Dipalsukan Pemohon

Megapolitan
Tengku Zulkarnain Meninggal, Slamet Maarif: Beliau Berani Membela Pendiriannya

Tengku Zulkarnain Meninggal, Slamet Maarif: Beliau Berani Membela Pendiriannya

Megapolitan
Update 10 Mei: 694 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 7.664

Update 10 Mei: 694 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 7.664

Megapolitan
Pemuda di Jakarta Meninggal Setelah Suntik Vaksin AstraZeneca, Kakak Almarhum: Tak Ada Penyakit Bawaan

Pemuda di Jakarta Meninggal Setelah Suntik Vaksin AstraZeneca, Kakak Almarhum: Tak Ada Penyakit Bawaan

Megapolitan
Lima Hari Berlakunya Larangan Mudik, 259 Pemohon Ajukan SIKM di Kota Tangerang

Lima Hari Berlakunya Larangan Mudik, 259 Pemohon Ajukan SIKM di Kota Tangerang

Megapolitan
Tak Ada RT Zona Merah, Tempat Wisata di Tangsel Beroperasi Saat Lebaran 2021

Tak Ada RT Zona Merah, Tempat Wisata di Tangsel Beroperasi Saat Lebaran 2021

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Dilanjut 17 Mei, Agendanya Pemeriksaan Ahli

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Dilanjut 17 Mei, Agendanya Pemeriksaan Ahli

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X