Menyoal Hasil Swab Rizieq Shihab yang Tak Dilaporkan ke Pemerintah

Kompas.com - 04/12/2020, 06:05 WIB
Pimpinan FPI Rizieq Shihab saat menghadiri reuni 212 daring yang disiarkan di Youtube Front TV, Rabu (2/12/2020). Front TVPimpinan FPI Rizieq Shihab saat menghadiri reuni 212 daring yang disiarkan di Youtube Front TV, Rabu (2/12/2020).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil swab test atau tes usap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab belum dilaporkan ke pemerintah. Padahal, Rizieq setidaknya sudah dua kali disebut sudah melakukan tes usap untuk mendeteksi Covid-19 melalui tim medis MER-C.

Pihak Rizieq menyebutkan, tes usap pertama dilakukan di Jakarta pada 22 November 2020. Tes usap itu dilakukan setelah aparat keamanan mendatangi rumah Rizieq. Aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP meminta Rizieq melakukan tes usap karena Rizieq sebelumnya sempat beberapa kali hadir di tengah kerumunan massa simpatisannya.

Kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengklaim hasil tes itu negatif.

Baca juga: Satgas Covid Kota Bogor Belum Terima Hasil Swab Rizieq Shihab

Namun, tak lama setelah itu Rizieq justru dirawat inap di Rumah Sakit (RS) Ummi, Bogor, Jawa Barat. Di Rumah Sakit itu, Rizieq kembali menjalani swab test yang dilakukan tim medis MER-C pada 27 November 2020.

Swab test itu dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit tempat dia dirawat atau petugas SatgasPenanganan Covid-19 Kota Bogor. Saat diminta untuk melakukan tes ulang oleh pihak RS dan Satgas Covid-19, keluarga Rizieq menolak. Tak lama setelah itu, Rizieq meninggalkan RS Ummi.

Pemkot Bogor belum terima hasil swab test

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, hingga Kamis (3/12/2020) sore kemarin, Satgas Covid-19 Kota Bogor belum menerima hasil tes usap Rizieq yang katanya dilakukan MER-C di RS Ummi.

Bima mengatakan, pihaknya juga belum bisa memastikan mengenai keaslian dari surat hasil swab test yang tertulis atas nama Rizieq Shihab dengan hasil positif Covid-19. Surat itu sebelumnya beredar di media sosial.

"Sampai saat ini belum diterima. Kami tidak bisa memastikan keaslian itu," kata Bima usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bogor Kota, Kamis sore.

Bima menyebut, untuk bisa percaya hasil swab itu, pihaknya harus melakukan pengecekan lebih lanjut. Sebab, kata Bima, setiap data pasien yang telah melakukan swab akan tersimpan dalam data milik pemerintah.

"Kami tidak bisa memastikan keaslian (surat) itu kerena kami cek di pelaporan Covid-19. Jadi semua hasil swab itu harus dilaporkan, jadi pemerintah punya data, nah kami cek tidak ada data itu," sebut Bima.

Bima menduga, bisa saja hasil swab yang beredar itu tidak dilaporkan.

Karena itu, ia tetap meminta pihak RS Ummi sebagai pihak rumah sakit yang menangani perawatan terhadap Rizieq untuk segera menyampaikan hasil swab test sesuai dengan perjanjian dan kesepakatan.

Dinkes DKI ingatkan soal sanksi

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia Handayani enggan mengungkapkan apakah hasil swab test Rizieq yang dilakukan di Jakarta sudah dilaporkan atau belum.

Ia hanya menegaskan bahwa setiap hasil swab test untuk mendeteksi Covid-19 harus dilaporkan kepada pemerintah. Ini seharusnya termasuk hasil swab Rizieq Shihab.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab, Jaksa Akan Hadirkan 11 Saksi

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab, Jaksa Akan Hadirkan 11 Saksi

Megapolitan
Gelar Demo di Depan Gedung MK, Ini Isi Tuntutan Buruh dan Rekayasa Lalin dari Kepolisian

Gelar Demo di Depan Gedung MK, Ini Isi Tuntutan Buruh dan Rekayasa Lalin dari Kepolisian

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil di Kebayoran Lama

Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Operasi Keselamatan Jaya 2021, Kapolda Metro: SOTR dan Balapan Liar Akan Ditindak

Operasi Keselamatan Jaya 2021, Kapolda Metro: SOTR dan Balapan Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Situasional

Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Situasional

Megapolitan
Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Megapolitan
Gelar Demo di Jakarta, Buruh Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Gelar Demo di Jakarta, Buruh Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Megapolitan
Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Megapolitan
TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

Megapolitan
PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

Megapolitan
Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Megapolitan
UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X