Aturan Sebelum Tinggal di Posko, Pengungsi Banjir di Jaktim Harus Rapid Test Dulu

Kompas.com - 04/12/2020, 13:25 WIB
Kondisi posko dalam simulasi penanganan banjir di Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020) KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADKondisi posko dalam simulasi penanganan banjir di Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengungsi banjir di Jakarta Timur harus melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum ditempatkan di posko pengungsian.

Hal ini dipraktikan dalam simulasi penanganan banjir digelar di RPTRA Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020).

"Nanti ketika terjadi bencana, sudah mengerti apa yang harus dilakukan. Harus sesuai skenario (simulasi)," kata Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, Jumat. 

Simulasi itu dipimpin langsung oleh Anwar. Hadir pula Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat, Plh Kepala BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto, dan Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur Herwansyah. Simulasi dimulai pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Selain itu, pengungsi yang terdeteksi positif Covid-19 nantinya akan dipisah.

Posko terbagi menjadi dua, yakni posko untuk pengungsi biasa dan posko untuk pengungsi yang positif Covid-19.

Anwar berharap, nantinya tidak ada korban jiwa jika banjir sewaktu-waktu menerjang.

"Jangan sampai di tengah musibah banjir dan Covid-19, ada korban jiwa," kata dia.

M. Anwar juga berharap, musibah di Jakarta Timur bisa diselesaikan secara bersama-sama.

"Ini kolaborasi, melibatkan masyarakat. Ormasnya juga harus terlibat, kiai juga. Supaya kebersamaannya tumbuh. Ketika musibah datang, kita guyub bersama. Ini masalah bersama, selesaikan secara bersama. Dari masyarakat untuk masyarakat," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru Harapkan Belajar Tatap Muka, Pemkot Tangsel Tunggu Keputusan Pusat

Guru Harapkan Belajar Tatap Muka, Pemkot Tangsel Tunggu Keputusan Pusat

Megapolitan
Wali Kota Ali Maulana Buka Pelaksanaan Vaksinasi ASN, TNI-Polri di Jakarta Utara

Wali Kota Ali Maulana Buka Pelaksanaan Vaksinasi ASN, TNI-Polri di Jakarta Utara

Megapolitan
Soal Virus Corona Varian B.1.1.7, Wali Kota Depok Tunggu Arahan Resmi Kemenkes

Soal Virus Corona Varian B.1.1.7, Wali Kota Depok Tunggu Arahan Resmi Kemenkes

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 bagi ASN TNI-Polri di Jakarta Utara Mulai 8 Maret 2021

Vaksinasi Covid-19 bagi ASN TNI-Polri di Jakarta Utara Mulai 8 Maret 2021

Megapolitan
Komnas Perempuan Pertanyakan Lambannya Polisi Usut Kasus Lurah Cabul di Bekasi

Komnas Perempuan Pertanyakan Lambannya Polisi Usut Kasus Lurah Cabul di Bekasi

Megapolitan
Tangsel Masuk Zona Kuning Penyebaran Covid-19, Wali Kota Airin: Jangan Jemawa

Tangsel Masuk Zona Kuning Penyebaran Covid-19, Wali Kota Airin: Jangan Jemawa

Megapolitan
Terseret Dugaan Pelecehan Seksual, Lurah di Bekasi Dibina oleh Pemkot

Terseret Dugaan Pelecehan Seksual, Lurah di Bekasi Dibina oleh Pemkot

Megapolitan
Bandar Narkotika yang Ditangkap Polisi Punya Belasan Hektar Ladang Ganja di Mandailing Natal

Bandar Narkotika yang Ditangkap Polisi Punya Belasan Hektar Ladang Ganja di Mandailing Natal

Megapolitan
Penganiayaan 26 Jam oleh Sepasang Kekasih yang Terbakar Cemburu hingga Bunuh Ade Sara

Penganiayaan 26 Jam oleh Sepasang Kekasih yang Terbakar Cemburu hingga Bunuh Ade Sara

Megapolitan
Pemkot Tangerang Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Rampung Hari Ini

Pemkot Tangerang Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap 2 Rampung Hari Ini

Megapolitan
Polisi Lambat Tangani Kasus Lurah Diduga Cabul di Bekasi, Komnas Perempuan: Bisa Perburuk Kondisi Korban

Polisi Lambat Tangani Kasus Lurah Diduga Cabul di Bekasi, Komnas Perempuan: Bisa Perburuk Kondisi Korban

Megapolitan
Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Kasus Lurah di Bekasi Diduga Cabuli Pedagang Warung

Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Kasus Lurah di Bekasi Diduga Cabuli Pedagang Warung

Megapolitan
Video Viral Pemotor Marahi Petugas karena Dilarang Masuk Busway, Ini Kata PT Transjakarta

Video Viral Pemotor Marahi Petugas karena Dilarang Masuk Busway, Ini Kata PT Transjakarta

Megapolitan
Pasien Covid-19 per Kelurahan di Depok, Terbanyak di Tugu dan Kalibaru

Pasien Covid-19 per Kelurahan di Depok, Terbanyak di Tugu dan Kalibaru

Megapolitan
Pria di Ciracas Tolak Sanksi dan Mengaku Anak TNI Saat Terjaring Razia Masker

Pria di Ciracas Tolak Sanksi dan Mengaku Anak TNI Saat Terjaring Razia Masker

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X