Natal di Gereja Katedral di Tengah Pandemi: Waktu Ibadah Dikurangi, Jemaah Dibatasi

Kompas.com - 04/12/2020, 15:17 WIB
Lilin dinyalakan saat misa pertama Malam Paskah yang dipimpin Uskup Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo. di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Untuk memutus penyebaran wabah Covid-19, Umat Katolik menjalani pekan Tri Hari Suci secara daring melalui siaran televisi maupun streaming KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOLilin dinyalakan saat misa pertama Malam Paskah yang dipimpin Uskup Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo. di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Untuk memutus penyebaran wabah Covid-19, Umat Katolik menjalani pekan Tri Hari Suci secara daring melalui siaran televisi maupun streaming

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Keuskupan Agung Jakarta, Rm Adi Prasojo mengatakan, perayaan Natal di Gereja Katedral di masa pandemi akan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/12/2020) Adi menjelaskan waktu ibadah natal dan malam natal akan dibatasi maksimal satu jam.

"Untuk perayaan Natal tetap akan dijalankan dengan sederhana dan menghindarkan ibadah Natal yang panjang, jadi ibadah Natal itu kita bikin maksimal satu jam, tidak boleh lebih dari itu," kata Adi Prasojo.

Baca juga: Hasil Pemetaan BPBD, Ini 82 Kelurahan Rawan Banjir di Jakarta

Meski dibatasi, Gereja Katedral akan menjadwalkan dua kali ibadah Natal dan Malam Natal. Pada 24 Desember 2020, ibadah malam natal akan digelar pukul 17.00 WIB dan 20.00 WIB. Selain itu ada ibadah online melalui Kanal YouTube Komsos Katedral Jakarta pada pukul 18.30 WIB.

Sementara itu, ibadah natal pada 25 Desember 2020 akan digelar pukul 09.00 WIB dan 17.00 WIB. Selain itu juga akan digelar ibadah online pada pukul 11.00 WIB.

Kapasitas jemaat pun akan dibatasi yakni hanya 20 persen dari kapasitas normal di Gereja Katedral.

"Selama ini ibadah dengan umat hanya satu kali, tapi khusus untuk tanggal 24 dan 25 Desember kita buat dua kali dengan umat, dengan kuota umat 20 persen dari kapasitas umum," ujar Adi.

Adi melanjutkan, hal itu dilakukan agar jemaat tetap bisa merayakan Natal di gereja.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Melonjak, Efektifkah PSBB?

Ia juga mengimbau kepada jemaat untuk langsung kembali ke rumah masing-masing dan tidak berkumpul setelah ibadah berlansung.

Gereja Katedral sudah menerapkan ibadah offline dengan menerapkan protokol kesehatan selama tiga bulan terakhir ini.

Setiap jemaat diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk ke ruang ibadah dan diukur suhu tubuhnya.

Lima pelayan liturgi pun sudah dipastikan bebas Covid-19 setiap bertugas melayani jemaat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Polisi: Pelaku Penjual Satwa Dilindungi Berkamuflase Pedagang Binatang

Megapolitan
Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

Megapolitan
Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Tempat Tidur ICU untuk Pasien Covid-19 di Jakbar Terpakai 92,6 Persen

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Bocah 5 Tahun Diserang Monyet Liar di Perumahan Puspitek, Luka 23 Jahitan

Megapolitan
Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Jadi Penyintas Covid-19, Wali Kota Depok Donasikan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Jasad Perempuan Mengambang di Danau Kabupaten Bekasi, Korban Alami Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Megapolitan
Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Jakarta Berpotensi Banjir Bandang 2 Hari ke Depan, Ini Panduan Kesiapsiagaan Menghadapinya

Megapolitan
Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Dalam Tiga Hari, Tambah 1.418 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Satwa Dilindungi

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Penjual Satwa Dilindungi

Megapolitan
Tertibkan Mobil Parkir Liar di Sawah Besar, Petugas Dihalangi Anggota Ormas

Tertibkan Mobil Parkir Liar di Sawah Besar, Petugas Dihalangi Anggota Ormas

Megapolitan
Pemprov DKI Menjawab Kebingungan soal BST, Mulai dari Jadwal hingga Lokasi Distribusi Bantuan

Pemprov DKI Menjawab Kebingungan soal BST, Mulai dari Jadwal hingga Lokasi Distribusi Bantuan

Megapolitan
RSUD Depok Sebut Pasien Suspek Covid-19 Menumpuk di IGD

RSUD Depok Sebut Pasien Suspek Covid-19 Menumpuk di IGD

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X