Kompas.com - 04/12/2020, 20:25 WIB
Paslon nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono dalam debat publik perdana Pilkada Depok, Minggu (22/11/2020). Tangkapan layar dari INews TVPaslon nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono dalam debat publik perdana Pilkada Depok, Minggu (22/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wali Kota Depok nomor 2, Muhammad Idris membantah jika Kota Depok disebut sebagai kota intoleran.

Idris merujuk data Indeks Konflik Sosial di Kota Depok pada tahun 2019, yaitu baik dengan nilai 1,88.

“Saya tegaskan bahwa tidak benar kalau di Kota Depok ini bukan warga yang toleransi. Tidak benar sama sekali,” ujar Idris dalam Debat Pilkada Kota Depok di TV One, Jumat (4/12/2020) malam.

Hal itu disampaikan Idris menanggapi pertanyaan terkait program untuk membuat Kota Depok menjadi hunian yang nyaman bagi para warga yang beragam identitas.

Pertanyaan tersebut dibacakan oleh moderator Debat Pilkada Kota Depok.

Baca juga: Pradi: Hampir 15 Tahun Terakhir Pembangunan di Depok Tidak Berjalan Baik

Menurut Idris, pemerintah Kota Depok di bawahnya telah melakukan beberapa kegiatan untuk mewujudkan toleransi dan kebhinekaan di Kota Depok.

Pemerintah Kota Depok juga telah melakukan pembinaan Forum Pembauran Bangsa, pembinaan Forum Kerukunan Umat Bangsa (FKUB), pemberian hibah jambore kebangsaan pemuda lintas agama, dan meningkatkan status kelembagaan organisasi.

“Ke depan sudah kita ajukan raperda tentang penyelenggaraan kota religius. Perda ini dihadirkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama warga Kota Depok dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi perbedaan,” kata Idris.

Ia berjanji akan memfasilitasi pembentukan lembaga keagaman atau masyarakat dalam bentuk peningkatan dana hibah.

Baca juga: Debat Pilkada Depok, Pradi: Lembaga Banyak Dikuasai Kelompok Pak Idris

Idris juga akan kerja sama dengan lembaga-lembaga lintas keagamaan agar bisa meningkatkan indeks konflik sosial dan indeks kerukunan umat beragama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X