Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Kompas.com - 05/12/2020, 05:38 WIB
|

BEKASI, KOMPAS.com - Wakapolres Metro Kota Bekasi AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan penyebab lamanya waktu penyidikan kasus pencabulan bocah berusia 11 tahun di rumah ibadah kawasan Bekasi Barat.

Sejak dilaporkan pada Januari 2020, polisi baru satu kali memeriksa saksi-saksi yang terdiri dari korban, pelaku yang berinisial M (40), keluarga korban, hingga ketua RW setempat.

Namun ketika dipanggil lagi untuk pemeriksaan lanjutan, mereka tak kunjung datang ke Polres.

"Sebenarnya untuk masalah pemeriksaan dan surat panggilan sudah berkali-kali kami layangkan. Namun yang bersangkutan tak kunjung datang," kata Alfian saat dihubungi, Jumat (4/12/2020).

"Hari ini juga kami panggil untuk diperiksa, tapi tidak bisa datang juga," tambah dia.

Baca juga: Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Menurut Alfian, keluarga korban tidak bisa datang karena kesibukan kedua orang tua. Sedangkan terduga pelaku dan ketua RW juga tidak hadir dalam pemeriksaaan berikutnya dengan alasan yang belum diketahui.

Namun demikian, selama berjalannya proses penyelidikan, terungkap fakta bahwa pelaku, korban hingga ketua RW masih dalam ikatan keluarga.

Walau korban dan pelaku memiliki hubungan darah, Alfian memastikan proses penyidikan tetap berjalan.

Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil kedua orangtua korban untuk diperiksa kembali.

"Saya sih terus terang sebagai atasan penyidik harus memberikan kepastian hukum. Karena kan harus ada asas manfaat, asas keadilan dalam proses hukum," kata Alfian.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Darurat Omicron, Masyarakat yang Langgar Aturan Pengetatan Mobilitas Akan Disanksi

Jakarta Darurat Omicron, Masyarakat yang Langgar Aturan Pengetatan Mobilitas Akan Disanksi

Megapolitan
Fakta Kuli Cabuli Bocah di Pamulang: Iming-iming Cokelat dan Mengelak Akui Perbuatan

Fakta Kuli Cabuli Bocah di Pamulang: Iming-iming Cokelat dan Mengelak Akui Perbuatan

Megapolitan
UPDATE 20 Januarai: Bertambah 97 Kasus Positif Covid-19, Pasien dalam Perawatan Tambah 81 Orang

UPDATE 20 Januarai: Bertambah 97 Kasus Positif Covid-19, Pasien dalam Perawatan Tambah 81 Orang

Megapolitan
Fakta Banjir di Kecamatan Benda, 3 Hari Tak Kunjung Surut Bikin Lebih dari 1.000 KK Jadi Korban

Fakta Banjir di Kecamatan Benda, 3 Hari Tak Kunjung Surut Bikin Lebih dari 1.000 KK Jadi Korban

Megapolitan
Begini Alur untuk Dapatkan Vaksinasi Booster Covid-19...

Begini Alur untuk Dapatkan Vaksinasi Booster Covid-19...

Megapolitan
Bruder Angelo Tak Mengaku Bersalah, Divonis 14 Tahun Penjara lalu Ajukan Banding

Bruder Angelo Tak Mengaku Bersalah, Divonis 14 Tahun Penjara lalu Ajukan Banding

Megapolitan
Mengenal Apa Itu Check Sound, Kegiatan yang Digelar Jakpro bersama Musisi di JIS...

Mengenal Apa Itu Check Sound, Kegiatan yang Digelar Jakpro bersama Musisi di JIS...

Megapolitan
Mahasiswa UI Tertabrak KRL di Pocin, Petugas: Sudah Diteriaki 'Awas Ada Kereta', Dia Enggak Dengar

Mahasiswa UI Tertabrak KRL di Pocin, Petugas: Sudah Diteriaki "Awas Ada Kereta", Dia Enggak Dengar

Megapolitan
Begini Cara Cek Tiket Vaksin 'Booster' lewat Aplikasi PeduliLindungi...

Begini Cara Cek Tiket Vaksin "Booster" lewat Aplikasi PeduliLindungi...

Megapolitan
UPDATE: Kasus Omicron di DKI Jakarta Tembus Angka 1.000

UPDATE: Kasus Omicron di DKI Jakarta Tembus Angka 1.000

Megapolitan
Kala Pedagang Roti Jatuh Bangun Pertahankan Motor dari Serangan Remaja Pelaku Begal

Kala Pedagang Roti Jatuh Bangun Pertahankan Motor dari Serangan Remaja Pelaku Begal

Megapolitan
Teka-teki Kasus Suami Bunuh Istrinya Usai Berhubungan Badan di Duren Sawit

Teka-teki Kasus Suami Bunuh Istrinya Usai Berhubungan Badan di Duren Sawit

Megapolitan
Berikut Pernyataan Para Saksi dalam Sidang Ketiga Dokter Hamil Pembakar Bengkel di Cibodas

Berikut Pernyataan Para Saksi dalam Sidang Ketiga Dokter Hamil Pembakar Bengkel di Cibodas

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Siang dan Malam

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 20 Januari: Tambah 101 Kasus di Kota Tangerang, 384 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.