Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

Kompas.com - 06/12/2020, 08:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). Dokumentasi Pemprov DKI JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Minggu (6/12/2020), tepat dua pekan setelah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta kembali diperpanjang.

Saat perpanjangan masa transisi PSBB dua pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak memilih menerapkan PSBB ketat karena kondisi wabah Covid-19 masih terkendali.

"Akan tetapi kita harus semakin waspada dan semakin disiplin dalam protokol kesehatan," kata Anies, 22 November lalu.

Anies kemudian menetapkan perpanjangan PSBB transisi sampai dengan hari ini dan akan kembali melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB transisi dua pekan terakhir tersebut.

Banyak hal yang terjadi dalam dua pekan terakhir terkait kasus Covid-19 di DKI Jakarta, termasuk status positif Covid-19 Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Anies sendiri.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Positif Covid-19

Angka kasus harian Covid-19 juga konsisten berada di atas 1.000 kasus per hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada pula berita duka meninggalnya dua pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta akibat Covid-19.

Kekhawatiran terkait dengan kasus Covid-19 juga terjadi lantaran tingkat keterisian ruang isolasi dan ruang ICU semakin menipis.

Begitu juga dengan lahan pemakaman Covid-19 yang tak lagi mampu menampung jenazah pasien Covid-19.

Anies dan Ariza tertular Covid-19

Berita mengejutkan berawal dari Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang mengumumkan dirinya terpapar Covid-19 lewat keterangan tertulis Sabtu (29/11/2020) lalu.

Ariza diduga terpapar Covid-19 dari salah seorang stafnya yang terinfeksi SARS-CoV-2 dari klaster keluarga.

Informasi tersebut membuat banyak orang yang pernah kontak dengan Riza Patria terkejut.

Kemudian, pada Selasa (1/12/2020), Anies mengabarkan dirinya terpapar Covid-19. Dia mengatakan kemungkinan terpapar dari wakil gubernurnya sendiri.

"Setelah mendengar kabar bahwa Pak Wagub positif, sementara kami ada interaksi yang cukup dekat," kata Anies.

Baca juga: Anies dan Riza Patria Positif Covid-19, Bagaimana Roda Pemerintahan di Jakarta?

Anies mengatakan, meski terpapar Covid-19, dia menyatakan dirinya termasuk kategori orang tidak bergejala (OTG) saat terjangkit Covid-19.

Setelah resmi dinyatakan positif Covid-19, Anies memilih langkah melakukan isolasi mandiri di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Dua pejabat DKI meninggal akibat Covid-19

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur Ade Yulia Narun meninggal pada Rabu (2/12/2020). Ia terkonfirmasi meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Ade bukanlah satu-satunya pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sekretaris Daerah Saefullah juga dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 pada 16 September lalu.

Baca juga: Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal karena Covid-19

Selain mereka yang meninggal dunia, setidaknya tercatat delapan pejabat Pemda DKI yang terpapar Covid-19, yakni:

1. Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta, Reswan W Soewaryo

2. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Premi Lesari

3. Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta, Hendra Hidayat

4. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzy Marsitawati

5. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin

6. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, Afan Adriansyah Idris

7. Ketua TGUPP, Amin Subekti

8. Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto

Kasus baru terus meningkat, ruang Isolasi kian menipis, lahan kuburan tak ada

Kasus baru harian Covid-19 di Jakarta tidak pernah sepi, terhitung sejak 13 November lalu.

Sejak 13 November sampai 5 Desember 2020, kasus harian konsisten berada di atas 1.000 kasus.

Data teranyar per 5 Desember 2020, kasus Covid-19 di DKI Jakarta menembus angka 142.630 kasus sepanjang tahun ini. Dari total kasus tersebut, 129.067 orang dinyatakan sembuh.

Namun, kasus aktif kini berada di atas 10.000 kasus, tepatnya 10.784 pasien dirawat atau isolasi.

Kenaikan angka juga terlihat dari jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia yang kini berjumlah 2.779 orang.

Baca juga: Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Lonjakan kasus harian ini berpengaruh besar pada kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19 di Jakarta.

Data teranyar Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram @dkijakarta per 29 November 2020 yang diunggah Selasa (1/12/2020), tingkat keterisian ruang ICU sudah mencapai 74 persen dari kapasitas di 98 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta.

Dari jumlah 849 tempat tidur ICU, kini 630 tempat tidur sedang digunakan oleh pasien Covid-19.

Tingkat keterpakaian juga bertambah dari sisi tempat tidur isolasi yang kini sudah terisi sebanyak 79 persen.

Dari 98 RS rujukan dengan total 6.129 tempat tidur isolasi yang tersedia, kini sedang terpakai 4.851 tempat tidur.

Masalah lainnya soal ketersediaan lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19.

Baca juga: TPU Pondok Ranggon Penuh, Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Tegal Alur Naik Dua Kali Lipat

Lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 muslim di TPU Pondok Ranggon telah penuh dan kini harus menggunakan sistem tumpang.

TPU Pondok Ranggon yang menjadi wilayah pemakaman khusus Covid-19 sudah tidak melayani pemakaman Covid-19 jenazah muslim di blok khusus makam Covid-19 sejak 20 November lalu.

Sedangkan blok pemakaman jenazah non-muslim tinggal tersisa 80 petak. Akibatnya, pemakaman jenazah Covid-19 kini dialihkan ke TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

IDI minta PSBB ketat

Melihat lonjakan kasus tersebut terjadi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta meminta PSBB kembali diperketat.

"Sebaiknya PSBB diperketat lagi, ini efektif menurunkan infeksi," kata Ketua IDI Jakarta Slamet Budiarto, Kamis (3/12/2020).

Dia menjelaskan perlunya PSBB diperketat lagi karena RS rujukan Covid-19 mengalami peningkatan jumlah pasien yang signifikan.

Baca juga: RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Mulai Penuh, IDI Minta PSBB Ketat Kembali Diterapkan

Hal tersebut bisa berakibat fatal terhadap keselamatan tenaga medis yang merawat para pasien Covid-19.

"Sekarang kan pasien full semua di RS rujukan, jadi kalau ini berlangsung lama, capek tenaga medis," tutur dia.

Terlebih lagi, ada banyak tenaga medis yang terpapar Covid-19 harus melakukan karantina terlebih dahulu sebelum kembali bertugas.

Dengan demikian, saat ini tenaga medis bisa banyak berkurang apabila sebagian dari yang bertugas menangani pasien Covid-19 terpapar SARS-CoV-2.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Megapolitan
Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Megapolitan
Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Megapolitan
Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Megapolitan
Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Megapolitan
Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Megapolitan
Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Megapolitan
1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

Megapolitan
Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Megapolitan
Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Megapolitan
Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Satu Pelaku Ditangkap, Ranjau Paku Masih Bertebaran di Jalan Gatot Soebroto dan Jalan MT Haryono

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.