Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

Kompas.com - 06/12/2020, 08:42 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Minggu (6/12/2020), tepat dua pekan setelah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta kembali diperpanjang.

Saat perpanjangan masa transisi PSBB dua pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak memilih menerapkan PSBB ketat karena kondisi wabah Covid-19 masih terkendali.

"Akan tetapi kita harus semakin waspada dan semakin disiplin dalam protokol kesehatan," kata Anies, 22 November lalu.

Anies kemudian menetapkan perpanjangan PSBB transisi sampai dengan hari ini dan akan kembali melakukan evaluasi pelaksanaan PSBB transisi dua pekan terakhir tersebut.

Banyak hal yang terjadi dalam dua pekan terakhir terkait kasus Covid-19 di DKI Jakarta, termasuk status positif Covid-19 Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Anies sendiri.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Positif Covid-19

Angka kasus harian Covid-19 juga konsisten berada di atas 1.000 kasus per hari.

Ada pula berita duka meninggalnya dua pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta akibat Covid-19.

Kekhawatiran terkait dengan kasus Covid-19 juga terjadi lantaran tingkat keterisian ruang isolasi dan ruang ICU semakin menipis.

Begitu juga dengan lahan pemakaman Covid-19 yang tak lagi mampu menampung jenazah pasien Covid-19.

Anies dan Ariza tertular Covid-19

Berita mengejutkan berawal dari Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang mengumumkan dirinya terpapar Covid-19 lewat keterangan tertulis Sabtu (29/11/2020) lalu.

Ariza diduga terpapar Covid-19 dari salah seorang stafnya yang terinfeksi SARS-CoV-2 dari klaster keluarga.

Informasi tersebut membuat banyak orang yang pernah kontak dengan Riza Patria terkejut.

Kemudian, pada Selasa (1/12/2020), Anies mengabarkan dirinya terpapar Covid-19. Dia mengatakan kemungkinan terpapar dari wakil gubernurnya sendiri.

"Setelah mendengar kabar bahwa Pak Wagub positif, sementara kami ada interaksi yang cukup dekat," kata Anies.

Baca juga: Anies dan Riza Patria Positif Covid-19, Bagaimana Roda Pemerintahan di Jakarta?

Anies mengatakan, meski terpapar Covid-19, dia menyatakan dirinya termasuk kategori orang tidak bergejala (OTG) saat terjangkit Covid-19.

Setelah resmi dinyatakan positif Covid-19, Anies memilih langkah melakukan isolasi mandiri di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Dua pejabat DKI meninggal akibat Covid-19

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur Ade Yulia Narun meninggal pada Rabu (2/12/2020). Ia terkonfirmasi meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Ade bukanlah satu-satunya pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sekretaris Daerah Saefullah juga dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 pada 16 September lalu.

Baca juga: Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal karena Covid-19

Selain mereka yang meninggal dunia, setidaknya tercatat delapan pejabat Pemda DKI yang terpapar Covid-19, yakni:

1. Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta, Reswan W Soewaryo

2. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Premi Lesari

3. Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta, Hendra Hidayat

4. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzy Marsitawati

5. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin

6. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, Afan Adriansyah Idris

7. Ketua TGUPP, Amin Subekti

8. Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto

Kasus baru terus meningkat, ruang Isolasi kian menipis, lahan kuburan tak ada

Kasus baru harian Covid-19 di Jakarta tidak pernah sepi, terhitung sejak 13 November lalu.

Sejak 13 November sampai 5 Desember 2020, kasus harian konsisten berada di atas 1.000 kasus.

Data teranyar per 5 Desember 2020, kasus Covid-19 di DKI Jakarta menembus angka 142.630 kasus sepanjang tahun ini. Dari total kasus tersebut, 129.067 orang dinyatakan sembuh.

Namun, kasus aktif kini berada di atas 10.000 kasus, tepatnya 10.784 pasien dirawat atau isolasi.

Kenaikan angka juga terlihat dari jumlah pasien Covid-19 meninggal dunia yang kini berjumlah 2.779 orang.

Baca juga: Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Lonjakan kasus harian ini berpengaruh besar pada kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19 di Jakarta.

Data teranyar Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram @dkijakarta per 29 November 2020 yang diunggah Selasa (1/12/2020), tingkat keterisian ruang ICU sudah mencapai 74 persen dari kapasitas di 98 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta.

Dari jumlah 849 tempat tidur ICU, kini 630 tempat tidur sedang digunakan oleh pasien Covid-19.

Tingkat keterpakaian juga bertambah dari sisi tempat tidur isolasi yang kini sudah terisi sebanyak 79 persen.

Dari 98 RS rujukan dengan total 6.129 tempat tidur isolasi yang tersedia, kini sedang terpakai 4.851 tempat tidur.

Masalah lainnya soal ketersediaan lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19.

Baca juga: TPU Pondok Ranggon Penuh, Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Tegal Alur Naik Dua Kali Lipat

Lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 muslim di TPU Pondok Ranggon telah penuh dan kini harus menggunakan sistem tumpang.

TPU Pondok Ranggon yang menjadi wilayah pemakaman khusus Covid-19 sudah tidak melayani pemakaman Covid-19 jenazah muslim di blok khusus makam Covid-19 sejak 20 November lalu.

Sedangkan blok pemakaman jenazah non-muslim tinggal tersisa 80 petak. Akibatnya, pemakaman jenazah Covid-19 kini dialihkan ke TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

IDI minta PSBB ketat

Melihat lonjakan kasus tersebut terjadi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta meminta PSBB kembali diperketat.

"Sebaiknya PSBB diperketat lagi, ini efektif menurunkan infeksi," kata Ketua IDI Jakarta Slamet Budiarto, Kamis (3/12/2020).

Dia menjelaskan perlunya PSBB diperketat lagi karena RS rujukan Covid-19 mengalami peningkatan jumlah pasien yang signifikan.

Baca juga: RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Mulai Penuh, IDI Minta PSBB Ketat Kembali Diterapkan

Hal tersebut bisa berakibat fatal terhadap keselamatan tenaga medis yang merawat para pasien Covid-19.

"Sekarang kan pasien full semua di RS rujukan, jadi kalau ini berlangsung lama, capek tenaga medis," tutur dia.

Terlebih lagi, ada banyak tenaga medis yang terpapar Covid-19 harus melakukan karantina terlebih dahulu sebelum kembali bertugas.

Dengan demikian, saat ini tenaga medis bisa banyak berkurang apabila sebagian dari yang bertugas menangani pasien Covid-19 terpapar SARS-CoV-2.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Eny Sudah Pulang ke Rumah, Ketua RT: Sempat Minta Maaf dan Tersenyum

Ibu Eny Sudah Pulang ke Rumah, Ketua RT: Sempat Minta Maaf dan Tersenyum

Megapolitan
Update Titik Banjir di Jakarta Pukul 18.00: Ada 9 Ruas Jalan yang Tergenang Air

Update Titik Banjir di Jakarta Pukul 18.00: Ada 9 Ruas Jalan yang Tergenang Air

Megapolitan
AKBP Dody Pakai 'Tangan' Orang Lain saat Tukar Sabu-sabu dengan Tawas

AKBP Dody Pakai "Tangan" Orang Lain saat Tukar Sabu-sabu dengan Tawas

Megapolitan
Kesal Tak Dilayani, Pemuda Pengangguran Tusuk PSK di Kamar Apartemen di Bekasi

Kesal Tak Dilayani, Pemuda Pengangguran Tusuk PSK di Kamar Apartemen di Bekasi

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Alokasikan Dana Pembebasan Lahan Sodetan Ciliwung

Pemprov DKI Tak Alokasikan Dana Pembebasan Lahan Sodetan Ciliwung

Megapolitan
Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok Dianggap Mencoreng Lembaga Pendidikan Islam

Divonis 18 Tahun, Pemerkosa Santriwati di Depok Dianggap Mencoreng Lembaga Pendidikan Islam

Megapolitan
Minyakita Langka dan Harga Naik, Stok di Bulog Cabang Tangerang Kosong

Minyakita Langka dan Harga Naik, Stok di Bulog Cabang Tangerang Kosong

Megapolitan
Sedang Mencuci Baju, Warga Cipayung Temukan Ular Sanca Sepanjang Tiga Meter di Rumahnya

Sedang Mencuci Baju, Warga Cipayung Temukan Ular Sanca Sepanjang Tiga Meter di Rumahnya

Megapolitan
Lansia Curi Mobil di Tebet untuk Ziarah ke Makam Istri, Kasus Selesai dengan 'Restorative Justice'

Lansia Curi Mobil di Tebet untuk Ziarah ke Makam Istri, Kasus Selesai dengan "Restorative Justice"

Megapolitan
Tepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Klender Pura-pura Cari Kontrakan

Tepergok Pemilik Rumah, Pencuri di Klender Pura-pura Cari Kontrakan

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya Mutasi Puluhan Kapolsek, Ini Daftar Namanya

Kapolda Metro Jaya Mutasi Puluhan Kapolsek, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
Mantan Menteri ATR Sofyan Djalil Diangkat Jadi Komisaris Utama Ancol

Mantan Menteri ATR Sofyan Djalil Diangkat Jadi Komisaris Utama Ancol

Megapolitan
Lansia Pencuri Mobil di Tebet Disebut Kerap Pamerkan Barang Mewah Saat Pulang Kampung

Lansia Pencuri Mobil di Tebet Disebut Kerap Pamerkan Barang Mewah Saat Pulang Kampung

Megapolitan
Atas Permintaan AKBP Dody, Syamsul Beli Tawas di 'Marketplace' untuk Ditukar Sabu-sabu

Atas Permintaan AKBP Dody, Syamsul Beli Tawas di "Marketplace" untuk Ditukar Sabu-sabu

Megapolitan
Pencuri Uang Ratusan Juta di Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara Diduga Lebih dari Satu Orang

Pencuri Uang Ratusan Juta di Kantor DPC Nasdem Bekasi Utara Diduga Lebih dari Satu Orang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.