Kompas.com - 06/12/2020, 16:33 WIB
Pekerja membersihkan layar iklan pesan layanan masyarakat terkait penanganan COVID-19 di Jakarta, Minggu (27/9/2020). Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa penanganan pandemi COVID-19 membutuhkan kedisiplinan dan kerja keras dari seluruh komponen bangsa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPekerja membersihkan layar iklan pesan layanan masyarakat terkait penanganan COVID-19 di Jakarta, Minggu (27/9/2020). Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa penanganan pandemi COVID-19 membutuhkan kedisiplinan dan kerja keras dari seluruh komponen bangsa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, tanpa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat, kemungkinan kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih terus meningkat drastis.

"Tanpa pengawasan (PSBB) ketat ini, sangat mungkin kasus ini naik lagi dengan segala dampaknya," ujar dia saat dihubungi melalui pesan teks, Minggu (6/12/2020).

Gilbert menjelaskan, dampak kenaikan kasus Covid-19 sudah mulai terasa di berbagai sektor mulai dari Rumah Sakit rujukan Covid-19 yang mulai penuh, sampai dengan lahan pemakaman yang kian sempit.

Begitu juga faktor kesehatan setiap tenaga medis yang berjuang selama 10 bulan merawat ratusan ribu pasien Covid-19 di Jakarta.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Anggota DPRD DKI Minta PSBB Ketat Diberlakukan Lagi

Belum lagi dampak ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 di DKI Jakarta.

"Tidak ada pemulihan ekonomi di negara manapun tanpa dimulai dari penanganan pandemi," kata Gilbert.

Itulah sebabnya, kata Gilbert, PSBB ketat sudah sepatutnya untuk diberlakukan kembali.

Terlebih akan ada libur panjang akhir tahun yang mungkin akan menjadi gelombang baru penularan Covid-19 apabila tidak diberlakukan PSBB ketat.

Dia mengatakan, turunnya kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan juga menjadi indikator bahwa PSBB ketat memang harus dilakukan sebagai pengingat.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Melonjak, Efektifkah PSBB?

"Kita berharap peningkatan kasus ini sefara bisa diturunkan karena bisa menimbulkan ledakan kasus baru yang tidak terkendali," kata dia.

Seperti diketahui data teranyar 6 Desember 2020 kasus Covid-19 di DKI Jakarta sepanjang tahun 2020 menembus angka 142.630 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut, terdapat 129.067 pasien dinyatakan sembuh, 10.784 pasien masih dalam perawatan atau isolasi, dan 2.779 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan untuk data keterpakaian tempat tidur isolasi di DKI Jakarta pada 29 November sudah di angka 79 persen. Dari 6.129 tempat tidur, sudah terisi 4.851 tempat tidur.

Untuk tempat tidur ICU terisi sebanyak 74 persen. Dari 849 tempat tidur, terdapat 630 tempat tidur sudah terisi pasien Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X