Kompas.com - 07/12/2020, 12:51 WIB
Koordinator Bidang Penanganan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangerang Selatan Suhara Manullang bersama salah seorang Santri yang diperbolehkan pulang dari Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan, Kamis (30/7/2020) KOMPAS.com/Tria SutrisnaKoordinator Bidang Penanganan Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangerang Selatan Suhara Manullang bersama salah seorang Santri yang diperbolehkan pulang dari Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan, Kamis (30/7/2020)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sebanyak 42 pasien positif Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) akan mencoblos di tempat karantina Rumah Lawan Covid-19 pada saat hari pemungutan suara Pilkada Tangsel 2020.

Koodinator Bidang Penanganan Satgas Covid-19 Tangsel Suhara Manulang mengatakan, pasien Covid-19 tersebut mengikuti pencoblosan karena masih menjalani karantina pada 9 Desember mendatang.

"Data terakhir pada Minggu (6/12/2020) kemarin, ada 42 pasien yang tanggal 9 Desember masih karantina dan mencoblos di Rumah Lawan Covid-19," ujar Suhara di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Fasilitasi Pasien Karantina, Rumah Lawan Covid-19 Siapkan Ruang Khusus Pencoblosan Pilkada Tangsel

Saat ini, lanjut Suhara, pihak Rumah Lawan Covid-19 sudah menyerahkan data pemilih ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangsel.

Namun, jumlah pemilih yang akan mencoblos di Rumah Lawan Covid-19 masih bisa bertambah hingga 9 Desember mendatang lantaran masih bertambahnya kasus Covid-19 di Tangsel.

"Hari ini dan juga besok masih ada kemungkinan yang masuk lagi. Makanya saya sudah koordinasi sama KPPS itu nanti bagaimana. Teknisnya dari mereka apakah pakai KTP saja atau seperti apa," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pengelola Rumah Lawan Covid-19 akan menyediakan ruangan khusus untuk dijadikan lokasi pemungutan suara Pilkada Tangsel 2020.

Baca juga: Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

Suhara menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPU untuk memfasilitasi para pasien yang memiliki hak suara pada Pilkada Tangsel 2020.

"Rumah Lawan Covid-19 sudah berkoordinasi dengan KPU Tangsel, KPPS juga sudah datang. Jadi seperti kita ketahui bahwa pesta demokrasi, memilih itu bagian dari hak warga negara," ujar Suhara, Rabu (2/12/2020).

Suhara mengungkapkan, pihaknya berencana untuk mengalihkan sementara ruang poliklinik di Rumah Lawan Covid-19 sebagai lokasi pencoblosan pada 9 Desember mendatang.

Dengan demikian, petugas ataupun panitia pemungutan suara tidak perlu mendatangi setiap kamar pasien Covid-19 yang memiliki hak suara atau ber-KTP Tangsel.

"Kami akan gunakan ruang poliklinik saja. Didesain seperti TPS, sehingga tidak perlu ke kamar-kamar pasien. Karena kan seperti kita ketahui tempat karantina zona merah," kata Suhara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disdik DKI Akan Lakukan Sosialisasi PPDB 2021 Pekan Ini

Disdik DKI Akan Lakukan Sosialisasi PPDB 2021 Pekan Ini

Megapolitan
Kisah Bintarti, Perempuan di Balik Perawatan Puluhan Ribu Taksi Blue Bird

Kisah Bintarti, Perempuan di Balik Perawatan Puluhan Ribu Taksi Blue Bird

Megapolitan
Wali Kota Pastikan Bioskop di Tangerang Akan Segera Kembali Dibuka

Wali Kota Pastikan Bioskop di Tangerang Akan Segera Kembali Dibuka

Megapolitan
Saksi Sebut Nus Kei Janji Temui John Kei Bahas Masalah Utang Rp 1 Miliar, tapi Tak Ditepati

Saksi Sebut Nus Kei Janji Temui John Kei Bahas Masalah Utang Rp 1 Miliar, tapi Tak Ditepati

Megapolitan
Petugas Perempuan KAI Peringati Hari Kartini, Pakai Kebaya hingga Bagi Bunga ke Penumpang

Petugas Perempuan KAI Peringati Hari Kartini, Pakai Kebaya hingga Bagi Bunga ke Penumpang

Megapolitan
Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan, Agenda Pemeriksaan Saksi

Sidang Kasus Tes Usap Rizieq Shihab Dilanjutkan Rabu Pekan Depan, Agenda Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
4 Kali Ditangkap karena Narkoba, Rio Reifan Tak Pernah Direhabilitasi

4 Kali Ditangkap karena Narkoba, Rio Reifan Tak Pernah Direhabilitasi

Megapolitan
Irene Iskandar: Olahraga Catur Bisa Jadi Karier Menjanjikan untuk Perempuan

Irene Iskandar: Olahraga Catur Bisa Jadi Karier Menjanjikan untuk Perempuan

Megapolitan
Rio Reifan: Saya Ingin Sembuh, Capek Seperti Ini Terus

Rio Reifan: Saya Ingin Sembuh, Capek Seperti Ini Terus

Megapolitan
Ungkap Alasan Pulang dari RS Ummi Lebih Cepat, Rizieq Shihab: Dirutnya Dipidanakan, Saya Malu

Ungkap Alasan Pulang dari RS Ummi Lebih Cepat, Rizieq Shihab: Dirutnya Dipidanakan, Saya Malu

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Polisi Akan Panggil Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Megapolitan
Ibu yang Dianiaya Suami di Serpong Dilarang Bertemu Bayinya, KPAI: Pelanggaran Hak Anak

Ibu yang Dianiaya Suami di Serpong Dilarang Bertemu Bayinya, KPAI: Pelanggaran Hak Anak

Megapolitan
Anak John Kei Cerita Penggerebekan Polisi: Kayak Diserang, Didobrak, Dor, Dor, Dor...

Anak John Kei Cerita Penggerebekan Polisi: Kayak Diserang, Didobrak, Dor, Dor, Dor...

Megapolitan
Cerita Irene Sukandar Tanding Catur dari Pasar ke Pasar untuk Latih Mental

Cerita Irene Sukandar Tanding Catur dari Pasar ke Pasar untuk Latih Mental

Megapolitan
Polisi Masih Dalami Pemasok Narkoba ke Rio Reifan

Polisi Masih Dalami Pemasok Narkoba ke Rio Reifan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X