Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Data Ikappi, Total 154 Pedagang Pasar di Jakarta Positif Covid-19 sejak Juni 2020

Kompas.com - 08/12/2020, 16:01 WIB
Rosiana Haryanti,
Sandro Gatra

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta menjadi dua wilayah dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di lingkungan pasar.

Menurut data Ikappi, sebanyak 154 pedagang pasar di DKI Jakarta positif Covid-19.

Sementara kasus positif di Jawa Tengah sebanyak 475 orang. Data tersebut merupakan catatan Ikappi sejak 18 Juni 2020.

Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan, pedagang pasar tradisional menjadi salah satu pihak yang berisiko terpapar penularan virus tersebut.

Baca juga: Daftar 61 Gedung dan Hotel yang Dapat Izin Gelar Resepsi Pernikahan di Jakarta Selama PSBB

Hal ini terbukti dari adanya penambahan kasus positif di pasar selama dua bulan terakhir.

Data Ikappi menunjukkan, total ada 1.762 pedagang pasar yang terpapar Covid-19 di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 orang meninggal dunia.

Reynaldi mendorong agar pemerintah daerah agar lebih fokus pada protokol kesehatan serta memperbanyak tes swab ataupun rapid.

"Selain itu, kami meminta pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan stimulus kepada para pedagang dalam menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan," ujar Reynaldi melalui keterangan tertulis, Selasa (8/12/2020).

Reynaldi menambahkan, tingginya penambahan kasus positif di pasar tradisional di Jakarta terjadi karena beberapa hal.

Baca juga: Anies Klaim Wabah Terkendali, Epidemiolog Justru Sebut Kasus Covid-19 di Jakarta Kritis

Pertama, kedisiplinan menurun. Selain itu, tingginya kasus terjadi setelah masa libur panjang pada Oktober lalu.

"Kami menduga liburan Oktober kemarin menyumbang peningkatan yang tinggi," ujar Reynaldi.

Penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota terus melonjak tinggi. Penambahan kasus positif di Jakarta per Senin (7/12/2020) sebanyak 1.466 kasus.

Dengan demikian, kumulatif kasus positif Covid-19 di Ibu Kota yang terkonfirmasi sampai hari ini menjadi 145.427 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 131.071 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan mencapai 90,1 persen.

Baca juga: Fraksi PDI-P Sindir Program Sumur Resapan Pemprov DKI: Jawaban Saat Gerimis

Sementara itu, sebanyak 2.823 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian sebesar 1,9 persen.

Persentase ini lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian nasional yang mencapai 3,1 persen.

Adapun jumlah kasus aktif di Ibu Kota kini naik menjadi 507, sehingga jumlah orang yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri kini menjadi 11.533 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Akhirnya Pengelola Lapor Polisi Usai Rusunawa Marunda Tersisa Dinding dan Puing akibat Penjarahan

Akhirnya Pengelola Lapor Polisi Usai Rusunawa Marunda Tersisa Dinding dan Puing akibat Penjarahan

Megapolitan
Kunjungi Indonesia, Paus Fransiskus Ingin Lihat Kerukunan Antar-umat Beragama

Kunjungi Indonesia, Paus Fransiskus Ingin Lihat Kerukunan Antar-umat Beragama

Megapolitan
Uskup Agung Jakarta: Saya Minta yang Lebih Besar dari Sekadar Izin Tambang...

Uskup Agung Jakarta: Saya Minta yang Lebih Besar dari Sekadar Izin Tambang...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 24 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 24 Juni 2024 dan Besok: Tengah Malam Ini Cerah Berawan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Polisi Tangkap Pembunuh Pedagang Perabot di Duren Sawit, Ternyata Anak Kandung Sendiri

Megapolitan
Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Diduga Korsleting, Bengkel Motor Sekaligus Rumah Tinggal di Cibubur Terbakar

Megapolitan
Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Kardinal Suharyo Tegaskan Gereja Katolik Tak Sama dengan Ormas Keagamaan

Megapolitan
Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Ditawari Izin Tambang, Kardinal Suharyo: Itu Bukan Wilayah Kami

Megapolitan
Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Pemuda yang Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Pondok Aren Ditangkap Polisi

Megapolitan
Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Pengelola Rusunawa Marunda Lapor Polisi soal Penjarahan Sejak 2023

Megapolitan
Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia: Waktu Singkat dan Enggan Naik Mobil Antipeluru

Megapolitan
Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Pedagang Perabot di Duren Sawit Tewas dengan Luka Tusuk

Megapolitan
Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Tak Disangka, Grafiti Bikin Fermul Belajar Mengontrol Emosi

Megapolitan
Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep 'Winner Takes All' Tidak Dikenal

Sambut Positif jika Anies Ingin Bertemu Prabowo, PAN: Konsep "Winner Takes All" Tidak Dikenal

Megapolitan
Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Seniman Grafiti Ingin Buat Tembok Jakarta Lebih Berwarna meski Aksinya Dicap Vandalisme

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com