Kata Anggota DPRD DKI soal Perpanjangan PSBB Transisi: Kita Tidak Bisa Menarik Rem Darurat

Kompas.com - 08/12/2020, 18:03 WIB
Penumpang kereta yang menggunakan masker saat keluar dari Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Senin (14/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum. PSBB Jakarta 14 September 2020Penumpang kereta yang menggunakan masker saat keluar dari Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, Senin (14/9/2020). PSBB kembali diterapkan tanggal 14 September 2020, berbagai aktivitas kembali dibatasi yakni aktivitas perkantoran, usaha, transportasi, hingga fasilitas umum.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyebut perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi yang telah beberapa kali diterapkan sudah tepat.

Sebab, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tidak bisa melepas atau mengendorkan situasi.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta tersebut juga mengatakan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta tidak bisa menarik rem darurat seperti yang pernah diterapkan. Sebab perekonomian harus tumbuh.

"Kita juga tidak bisa menarik rem darurat seperti yang kita lakukan. Karena ekonomi harus tumbuh dan masyarakat harus beraktivitas," ucap Basri kepada Kompas.com, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: 5 Pertimbangan Anies Cabut Rem Darurat demi PSBB Masa Transisi

Selain itu, dengan adanya kasus positif yang terjadi pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, maka masyarakat tidak bisa menganggap enteng pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan Gubernur kena Covid, Wagub kena Covid, Sekda kita sudah almarhum, ini sinyal yang kuat bahwa kita tidak bisa pandang enteng apa yang terjadi saat ini di DKI Jakarta," ujar Basri.

Kasus Covid-19 di Ibu Kota kembali meningkat. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, penambahan kasus positif di Jakarta per Selasa (8/12/2020) sebanyak 1.174 kasus.

Baca juga: UPDATE 8 Desember: Bertambah 1.174 Kasus Covid-19 di DKI Jakarta

Dengan demikian, kumulatif kasus positif Covid-19 di Ibu Kota yang terkonfirmasi sampai hari ini menjadi 146.601 kasus.

Dari jumlah tersebut, diketahui 132.248 orang telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan mencapai 90,2 persen.

Sementara korban meninggal dunia telah mencapai 2.842 orang, dengan tingkat kematian sebesar 1,9 persen.

Dwi mengatakan, persentase ini lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian nasional yang mencapai 3,1 persen.

Adapun jumlah kasus aktif di Ibu Kota kini turun sebanyak 22, sehingga jumlah orang yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri kini menjadi 11.511 orang.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.700 Nakes di Jakbar Terinfeksi Covid-19 pada Awal Juli 2021, Kini 1.300 Orang Sudah Sembuh

1.700 Nakes di Jakbar Terinfeksi Covid-19 pada Awal Juli 2021, Kini 1.300 Orang Sudah Sembuh

Megapolitan
Fraksi PDI-P Tolak Perubahan RPJMD yang Diajukan Anies

Fraksi PDI-P Tolak Perubahan RPJMD yang Diajukan Anies

Megapolitan
Warga DKI yang Sudah Vaksin Dua Kali Bisa ke Mana Saja, Ini Kata Epidemiolog

Warga DKI yang Sudah Vaksin Dua Kali Bisa ke Mana Saja, Ini Kata Epidemiolog

Megapolitan
Kebakaran di Parakan Sawangan, Seorang Karyawan Ceritakan Dirinya yang Nyaris Terbakar

Kebakaran di Parakan Sawangan, Seorang Karyawan Ceritakan Dirinya yang Nyaris Terbakar

Megapolitan
Sejak 20 Juli, 155.629 Keluarga di Kota Tangerang Terima Bansos Tunai Kemensos

Sejak 20 Juli, 155.629 Keluarga di Kota Tangerang Terima Bansos Tunai Kemensos

Megapolitan
Duduk Perkara Mahasiswa Dikeroyok Satpam di Sentra Vaksinasi GBK

Duduk Perkara Mahasiswa Dikeroyok Satpam di Sentra Vaksinasi GBK

Megapolitan
Wali Kota Klaim Lebih dari 1.000 Warga Bekasi Lakukan Test Swab dalam Sehari

Wali Kota Klaim Lebih dari 1.000 Warga Bekasi Lakukan Test Swab dalam Sehari

Megapolitan
Sentra Mini Vaksinasi RPTRA Cilincing Dibuka, 2.100 Warga Ditargetkan Disuntik Vaksin Covid-19 dalam Sepekan

Sentra Mini Vaksinasi RPTRA Cilincing Dibuka, 2.100 Warga Ditargetkan Disuntik Vaksin Covid-19 dalam Sepekan

Megapolitan
Sepekan Beroperasi, 25 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Baru Kedawung Wetan

Sepekan Beroperasi, 25 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Baru Kedawung Wetan

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Berharap Perpanjangan PPKM di Wilayahnya Turun ke Level 3

Wali Kota Tangsel Berharap Perpanjangan PPKM di Wilayahnya Turun ke Level 3

Megapolitan
MRT Akan Bangun Akses Jalan hingga Pagar Pembatas Makam di TPU Rorotan

MRT Akan Bangun Akses Jalan hingga Pagar Pembatas Makam di TPU Rorotan

Megapolitan
Seorang Mahasiswa Dikeroyok Satpam di Sentra Vaksinasi GBK

Seorang Mahasiswa Dikeroyok Satpam di Sentra Vaksinasi GBK

Megapolitan
Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus di Jakarta Utara Ikut Vaksinasi Covid-19

Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus di Jakarta Utara Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Hampir 5 Jam, Kebakaran di Parakan Sawangan Mulai Terkendali

Hampir 5 Jam, Kebakaran di Parakan Sawangan Mulai Terkendali

Megapolitan
Polisi Masih Periksa Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro

Polisi Masih Periksa Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X