Kompas.com - 10/12/2020, 22:52 WIB
bPersonel TNI saat berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGbPersonel TNI saat berjaga di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020). Presiden Joko Widodo menginstruksikan Panglima TNI untuk mengerahkan personelnya dalam menertibkan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) mengalokasikan dana sebesar Rp 3,655 triliun membiayai kegiatan pada 2021, khususnya untuk pembayaran sisa fase 1 dan pembangunan fase 2.

"Ini sudah disetujui oleh DPRD DKI kemarin, untuk 2021 alokasi dana dari Program PEN Penyertaan Modal Daerah (PMD) dalam bentuk penerusan hibah dan penerusan pinjaman itu sebesar Rp 3,655 triliun," kata Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dalam forum virtual di Jakarta, Kamis (10/12/2020), seperti dikutip Antara.

William memaparkan untuk 2021, dana sebesar Rp 520 miliar akan digunakan untuk membayar tagihan yang tersisa di fase 1 MRT Jakarta dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI.

"Jadi fase 1 itu memang masih meninggalkan sejumlah pembayaran yang harus diselesaikan karena masa pemeliharaannya masih berjalan sampai Maret tahun depan," ujar William.

Baca juga: MRT Jakarta Akan Akuisisi 51 Persen Saham PT KCI

Sementara itu untuk proyek fase 2 MRT Jakarta merupakan proyek yang paling banyak memakan anggaran pada 2021 dengan jumlah Rp 3,135 triliun.

Jumlah itu nantinya akan digunakan untuk membayar pengerjaan dari CP201 hingga CP207 serta digunakan juga untuk membayar konsultan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping PEN PMD sejumlah Rp3,655 triliun itu, MRT Jakarta juga mendapatkan komponen PMD lainnya sejumlah Rp 1,7 triliun.

Dana Rp 1,7 triliun itu nantinya akan digunakan untuk membeli saham di PT KCI untuk mempermudah integrasi transportasi di wilayah Jabodetabek.

Adapun progres pengerjaan proyek MRT Jakarta Fase 2A segmen 1 (CP201) baru sekitar 9 persen per 25 November 2020.

Pengerjaan proyek MRT Jakarta Fase 2A terdiri dari 2 segmen, yakni segmen 1 Bundaran HI-Harmoni dan Segmen 2 Harmoni-Kota.

Baca juga: MRT Jakarta Andalkan LED dan Neonbox untuk Tingkatkan Pendapatan Selama Pandemi

Halaman:


Video Rekomendasi

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.