Kompas.com - 11/12/2020, 13:40 WIB
Hasil penghitungan suara Pilkada Depok 2020 di TPS 14 Jatimulya, Cilodong, tempat calon wali kota Depok petahana Mohammad Idris mencoblos, Rabu (9/12/2020) pagi. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANHasil penghitungan suara Pilkada Depok 2020 di TPS 14 Jatimulya, Cilodong, tempat calon wali kota Depok petahana Mohammad Idris mencoblos, Rabu (9/12/2020) pagi.

DEPOK, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengeklaim bahwa tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Depok 9 Desember lalu kemungkinan meningkat dibanding dengan Pilkada edisi sebelumnya.

Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengaku belum dapat membeberkan angka pasti, namun berdasarkan informasi yang dihimpun, tingkat partisipasi pemilih di atas 60 persen.

"Kalau informasi dari beberapa pihak, menunjukkan partisipasi pemilih di atas 60 persen. Tapi kepastiannya nanti setelah kami pleno, baru kita tahu betul secara resmi partisipasinya berapa persen," ungkap Nana kepada wartawan, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Real Count Pilkada Depok hingga Kamis Petang, Idris-Imam Unggul di 10 Kecamatan

"Saya pikir kalau memang terbukti, kita bisa bilang ke beberapa pihak yang bilang bahwa partisipasi akan menurun dan angka golput meninggi, bisa terbantahkan," tambahnya.

Sebagai informasi, Depok memang punya riwayat masalah dengan partisipasi pemilih bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Pilkada 2010, jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya 54,28 persen dan naik tipis ke 54,53 persen pada Pilkada 2015.

Sebelum Pilkada 2020 berlangsung, sejumlah lembaga telah memetakan kerawanan Pilkada Depok karena penyebaran virus corona.

Dalam pemetaan yang dilakukan Bawaslu RI, Kota Depok dinilai berisiko paling tinggi ditolak warga karena faktor pandemi, dengan skor 100.

Baca juga: Pilkada Depok, Puluhan Pasien Covid-19 di RSUD Mencoblos Lewat Video Call

Senada, lembaga riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menetapkan Depok sebagai wilayah penyelenggara Pilkada 2020 dengan potensi penyebaran Covid-19 tertinggi se-Indonesia.

Meski demikian, jauh-jauh hari KPU menetapkan target partisipasi pemilih sebesar 77,5 termasuk di kota Depok.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

UPDATE: Pasien Aktif Covid-19 di Tangsel Melonjak Jadi 10.467 Orang

Megapolitan
UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

UPDATE: 711 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 12 Pasien Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Sebagian Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok Hujan

Megapolitan
Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X