Fraksi PKS dan Demokrat Singgung Tewasnya 6 Laskar FPI di Rapat Paripurna DPRD DKI

Kompas.com - 14/12/2020, 12:55 WIB
Adegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. KOMPAS.COM/FARIDAAdegan penggeledahan para rekonstruksi kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi PKS dan Demokrat DPRD DKI menyinggung peristiwa penembakan yang mengakibatkan enam laskar Front Pembela Islam ( FPI) tewas.

Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan, tidak semestinya berdekatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) 10 Desember lalu, terjadi peristiwa yang dinilai tidak sesuai dengan HAM.

Dia juga menyinggung tentang Hari Anti Korupsi 9 Desember yang berdekatan dengan penangkapan dua Menteri Kabinet Kerja Jilid 2 yang dibentuk Presiden Joko Widodo.

"Kami prihatin bahwa dua momen tersebut pada tahun ini dihadapkan dengan paradoks terjadinya kasus korupsi dan terenggutnya Hak Asasi untuk hidup dari 6 anak bangsa dalam peristiwa di Tol Cikampek," kata Taufik dalam pemandangan Fraksi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Rekonstruksi Polisi: 4 Anggota Laskar FPI Rebut Senjata Polisi di Mobil sehingga Ditembak

Taufik juga mengajak untuk mendoakan enam korban penembakan tersebut dan keluarga yang ditinggalkan bisa bersabar.

Suara belasungkawa juga disampaikan anggota Fraksi Demokrat Desie Christhyana.

Desie mengatakan, Fraksi Demokrat menyampaikan belasungkawa terhadap tewasnya enam simpatisan FPI tersebut.

"Belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam terhadap kasus meninggalnya 6 anggota FPI akibat tembakan oleh petugas kepolisian," kata Desie.

Dia berharap agar kasus tersebut diungkap secara transparan dan profesional sehingga bisa memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat.

Begitu juga pentingnya semua pihak untuk menahan diri agar kondisi keamanan dan ketertiban bisa terus terjaga.

"Fraksi Demokrat berharap semua pihak dapat menahan diri dan meminta kepada aparat penegak hukum agar kasus tersebut diusut secara tuntas," kata Desie.

Baca juga: Rekonstruksi Ungkap Kronologi Polisi dan Laskar FPI Berada di Karawang

Rekonstruksi

Polisi sebelumnya menembak hingga tewas enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek, dengan alasan melakukan penyerangan.

Polisi kemudian melakukan rekonstruksi peristiwa tersebut.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, pada TKP pertama di antara gerbang selamat datang di Karawang dan Bundaran Hotel Novotel, dua mobil yang ditumpangi laskar FPI memepet kendaraan petugas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Kemenkes Akui Slot Vaksinasi Covid-19 di Tanah Abang Rentan Disalahgunakan

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Polisi Dalami Motif Perbuatan Cabul Penjaga Warung kepada Bocah 6 Tahun di Tangsel

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Depok Kini 3.448 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X