Anggota DPRD DKI Sebut Tak Ada Kesepakatan untuk Walk Out Saat Fraksi PSI Bacakan Pandangannya

Kompas.com - 14/12/2020, 16:38 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Jamaludin setelah meninggalkan ruang rapat paripurna ketika Fraksi PSI akan membacakan pandangan umum fraksi, Senin (14/12/2020). KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTIAnggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Jamaludin setelah meninggalkan ruang rapat paripurna ketika Fraksi PSI akan membacakan pandangan umum fraksi, Senin (14/12/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Jamaludin menyatakan, aksi walk out yang dilakukan anggota DPRD DKI Jakarta selain Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dilakukan tanpa ada kesepakatan sebelumnya.

Ia juga mengaku, aksi walk out tersebut bukan merupakan sikap partai, namun merupakan keputusan pribadi.

"Tidak, jadi ini tidak ada kesepakatan. Ini murni saya saja, karena saya sudah kecewa dengan sikap-sikap seperti itu. Apalagi ada bahasa bahwa DPRD ini merampok uang rakyat," kata Jamaludin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (14/12/2020).

Dia mengatakan, alasannya meninggalkan ruang rapat paripurna saat Fraksi PSI membacakan pandangan umum karena tidak menyukai inkonsistensi partai tersebut, terutama mengenai masalah pembahasan Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta.

Baca juga: Walk Out, Anggota DPRD DKI Mengaku Tidak Menyukai Inkonsistensi PSI

Dalam polemik pembahasan anggaran tersebut, Fraksi PSI disebut telah menandatangani daftar hadir dan tidak menyatakan keberatan terhadap rancangan anggaran yang dibahas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tiba-tiba hal ini dibantah oleh DPW-nya. Ini kan tidak konsisten, nah kami tidak mau nanti pandangan umum ini dibacakan, kemudian dibantah lagi oleh partainya. Ya kan percuma saya dengerin," ucap Jamaludin.

Dia juga mengaku tersinggung dengan sikap DPW PSI DKI Jakarta yang mengatakan jika anggota DPRD DKI Jakarta telah merampok uang rakyat.

"Apalagi ada bahasa bahwa DPRD ini merampok uang rakyat. Saya tersinggung, (katanya) saya ngerampok, siapa yang saya rampok? Kalau dia berani, ngomong sendiri sini jangan di media," tutur dia.

Baca juga: Saat Fraksi PSI DPRD DKI Bacakan Pandangannya di Depan Banyak Kursi Kosong

Oleh karenanya, sebelum meninggalkan ruang rapat paripurna, Jamaludin menanyakan apakah pandangan umum yang akan dibacakan oleh Fraksi PSI sudah mendapat persetujuan dari DPW PSI Jakarta.

Jamaludin menambahkan, dia tidak berencana untuk selalu melakukan aksi walk out saat Fraksi PSI membacakan pandangannya.

Aksi walk out dimulai ketika Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad akan membacakan pandangan umum fraksinya dan diinterupsi oleh Jamaludin.

Aksi ini berlangsung hingga Idris selesai membacakan pandangan umum Fraksi PSI.

Lalu, ketika anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Nasdem Jupiter mulai menyatakan pandangan umum fraksinya, para anggota DPRD yang keluar dari ruang rapat paripurna kembali menduduki kursi mereka.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Pegawai KPI Korban Pelecehan Jalani Pemeriksaan Psikologi di LPSK

Megapolitan
5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

5 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Senin Ini

Megapolitan
Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film 'Avengers'

Anies Ibaratkan Terkendalinya Covid-19 di Jakarta seperti Film "Avengers"

Megapolitan
Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Bagaimana Aturan Pembuatan Polisi Tidur di Jakarta?

Megapolitan
Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Vaksinasi Pfizer di RPTRA Taman Gajah Cipete Selatan, 120 Dosis Setiap Hari

Megapolitan
Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Berapa Denda Tilang Ganjil Genap di Jakarta?

Megapolitan
UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 14 Kasus di Kota Tangerang, 99 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

[POPULER JABODETABEK] Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar | Cuaca Ekstrem di Jakarta pada 26-27 September

Megapolitan
UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 57 Kasus di Depok, 627 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jabodetabek Hujan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Jabodetabek Hujan, Waspada Angin Kencang

Megapolitan
Pemkot Depok Sudah Buat Kajian Penerapan Ganjil Genap, Ini Hasilnya

Pemkot Depok Sudah Buat Kajian Penerapan Ganjil Genap, Ini Hasilnya

Megapolitan
Melawan Saat Dirampok, Remaja di Tambun Utara Tewas

Melawan Saat Dirampok, Remaja di Tambun Utara Tewas

Megapolitan
Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Menengok Bangunan Baru Stasiun Manggarai, Menhub BIlang Mirip Stasiun di Jepang

Megapolitan
Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Jalur Baru di Stasiun Manggarai Diprediksi Tingkatkan Pergerakan Penumpang

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.