Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanggapi Luhut, Asosiasi: Mal Bukan Klaster Covid-19, Jangan Jadi Sasaran Terus

Kompas.com - 16/12/2020, 09:32 WIB
Ihsanuddin,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat menegaskan bahwa mal bukan sumber klaster penularan Covid-19.

Sebab, kata dia, selama pandemi, mal mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah tak melulu menjadikan mal sebagai kambing hitam.

"Jangan mal terus yang menjadi sasarannya, karena tidak akan memberikan hasil penyelesaian yang maksimal, mal bukan klaster (Covid-19)," kata Ellen kepada Kompas.com, Rabu (16/12/2020).

Ellen menyampaikan hal tersebut menanggapi rencana pemerintah membatasi jam operasional pusat perbelanjaan di DKI Jakarta hingga pukul 19.00 WIB.

Ellen mengatakan, selama masa pandemi awal April 2020 sampai saat ini, pusat belanja sudah mengalami berbagai pembatasan aktivitas, mulai dari mal ditutup saat awal pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sampai akhirnya dibuka kembali dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru.

Baca juga: Luhut Minta Mal hingga Tempat Hiburan di DKI Tutup Pukul 19.00 WIB

Ia menegaskan, setelah mal dibuka kembali, protokol kesehatan di pusat belanja tetap dijaga dengan baik. Ada petugas sekuriti yang juga bertugas mengawasi protokol kesehatan.

Masyarakat yang datang ke mal juga sangat patuh dan menaati protokol kesehatan, mulai dari memakai masker hingga menjaga jarak.

"Sampai saat ini perlu kami tekankan bahwa mal bukan merupakan klaster Covid-19," ujarnya.

Oleh karena itu, Ellen menyarankan agar pemerintah bisa menggali lebih dalam penyebab peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

Dengan begitu, pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat.

"Mungkin sudah saatnya ada yang membedah lebih tajam sehingga klaster Covid-19 akibat kerumunan massa bisa di-mapping sumbernya," kata dia.

Baca juga: Minta Anies Izinkan Restoran di Mal dan Hotel Beroperasi, PHRI: Kita Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatasi jam operasional pusat perbelanjaan hingga pukul 19.00 WIB.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kerumunan pada saat tahun baru, yang berpotensi menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Kebijakan ini diminta untuk diimplementasikan mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Selain itu, hal ini juga dilakukan setelah DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus Covid-19 secara signifikan.

“Saya juga minta Pak Gubernur untuk meneruskan kebijakan membatasi jam operasional hingga pukul 19.00 WIB dan membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mal, dan tempat hiburan,” ujar Luhut dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkomarves, Selasa (15/12/2020).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi : Pemasok Sabu ke Virgoun adalah Kru Band

Polisi : Pemasok Sabu ke Virgoun adalah Kru Band

Megapolitan
Kasus Perempuan Terseret Taksi Online di Ancol Berujung Damai

Kasus Perempuan Terseret Taksi Online di Ancol Berujung Damai

Megapolitan
Sebelum Dibunuh, Pedagang Perabot di Duren Sawit Disebut Tuduh Anaknya Curi Kartu ATM dan Buku Tabungan

Sebelum Dibunuh, Pedagang Perabot di Duren Sawit Disebut Tuduh Anaknya Curi Kartu ATM dan Buku Tabungan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemasok Sabu untuk Virgoun

Polisi Tangkap Pemasok Sabu untuk Virgoun

Megapolitan
4 Event Liburan Sekolah di Mal Bekasi

4 Event Liburan Sekolah di Mal Bekasi

Megapolitan
Virgoun dan Teman Wanitanya Ditetapkan Tersangka Kasus Narkotika

Virgoun dan Teman Wanitanya Ditetapkan Tersangka Kasus Narkotika

Megapolitan
Hendak Maju Pilkada Bogor, Atang Trisnanto Tunggu SK dari PKS

Hendak Maju Pilkada Bogor, Atang Trisnanto Tunggu SK dari PKS

Megapolitan
Walkot Depok Idris Terbitkan Surat Edaran Netralitas ASN Untuk Pilkada 2024

Walkot Depok Idris Terbitkan Surat Edaran Netralitas ASN Untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Jalan di Depan KPU Jakut Ditutup imbas Pelaksanaan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg

Jalan di Depan KPU Jakut Ditutup imbas Pelaksanaan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg

Megapolitan
Batal Bangun Masjid Agung, Pemkot Depok Mau Bersihkan SDN Pondok Cina 1 Lebih Dulu

Batal Bangun Masjid Agung, Pemkot Depok Mau Bersihkan SDN Pondok Cina 1 Lebih Dulu

Megapolitan
KPU Jakut Pastikan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg untuk 233 TPS di Cilincing Transparan

KPU Jakut Pastikan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg untuk 233 TPS di Cilincing Transparan

Megapolitan
Pulang ke Tanah Air, Berikut Jadwal Tiba Jemaah Haji Kota Bogor

Pulang ke Tanah Air, Berikut Jadwal Tiba Jemaah Haji Kota Bogor

Megapolitan
Panitia Konser Lentera Festival Tak Berani Muncul Hadapi Penonton Saat Gagal Bayar Bintang Tamu

Panitia Konser Lentera Festival Tak Berani Muncul Hadapi Penonton Saat Gagal Bayar Bintang Tamu

Megapolitan
PPDB SD dan SMP di Kota Bogor Masih Berproses, Pemkot Pastikan Berjalan Sesuai Aturan

PPDB SD dan SMP di Kota Bogor Masih Berproses, Pemkot Pastikan Berjalan Sesuai Aturan

Megapolitan
Nasib Gedung SDN Pondok Cina 1 Belum Dipastikan, Wali Kota: Bisa untuk Taman, Macam-macam...

Nasib Gedung SDN Pondok Cina 1 Belum Dipastikan, Wali Kota: Bisa untuk Taman, Macam-macam...

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com