Kompas.com - 16/12/2020, 11:34 WIB
Warga sekitar Kali Pesanggrahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat bersama petugas pemadam kebakaran menyisir kali setelah ada temuan seekor buaya berukuran 2,5 meter pada pekan lalu, Rabu (5/8/2020). Dok. Pemkot DepokWarga sekitar Kali Pesanggrahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat bersama petugas pemadam kebakaran menyisir kali setelah ada temuan seekor buaya berukuran 2,5 meter pada pekan lalu, Rabu (5/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang bocah berinisial RA (12) hanyut di Kali Pesanggrahan, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa (15/12/2020) siang.

Korban diketahui tidak bisa berenang, tetapi ikut menyemplung ke kali bersama kawan-kawannya.

Sejak Selasa malam, tim pencarian telah dikerahkan untuk mencari korban.

"Tim rescue sudah kami kerahkan sejak Selasa malam dan bergabung bersama unsur SAR (search and rescue) gabungan melakukan penyisiran di sekitar kokasi kejadian, namun korban belum juga ditemukan hingga saat ini," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Hendra Sudirman dalam keterangan pers, Rabu (16/12/2020).

Korban hanyut pada Selasa siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat itu, korban sedang bermain dengan beberapa kawannya di pinggir kali.

Kemudian, korban dan kawan-kawannya memutuskan untuk berenang di kali.

Baca juga: Bocah yang Hanyut di Kanal Banjir Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Tanpa sepengetahuan korban, kali ternyata dalam sehingga korban yang tak bisa berenang pun tenggelam.

Teman-teman korban segera berteriak minta tolong.

Namun, ketika akan ditolong oleh warga sekitar, korban sudah telanjur hilang terbawa arus kali.

Hendra menyatakan bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta menerima laporan dari masyarakat pada Selasa malam dan segera mengerahkan personel untuk mencari korban.

Namun, korban belum ditemukan pada Selasa malam sehingga pencarian dilanjutkan mulai Rabu pagi.

Pada Rabu, tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian dengan membagi tiga area pencarian.

Search and Rescue Unit (SRU) pertama akan menyisir menggunakan perahu karet dengan radius tiga kilometer dari lokasi kejadian.

Baca juga: Akhir Pencarian Bocah yang Hanyut di Saluran Air yang Rusak di Mampang...

Sementara itu, SRU kedua akan mengamati secara visual melalui jalur darat sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian.

Kemudian, SRU ketiga, apabila kondisi Kali Pesanggrahan memungkinkan, akan menyelam dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian.

Sementara itu, Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Jakarta Ramli Prasetio menyatakan, pihaknya tak banyak mendapati kasus korban tenggelam di Kali Pesanggrahan.

"Kalau di Pesanggrahan jarang. Terakhir Juni kemarin," ungkapnya ketika dihubungi, Rabu.

Saat itu korban ditemukan di dekat Pintu Air Pesanggrahan.

Ia pun berharap RA dapat segera ditemukan dan posisinya belum jauh dari lokasi kejadian.

"Mudah-mudahan enggak jauh dari lokasi," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Ratusan PNS Jakarta Ogah Naik Jabatan, Ketua Komisi A: Mereka Malas

Megapolitan
Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Pemudik Ini Tak Kapok Dipaksa Putar Balik 5 Kali di Kedungwaringin demi Jumpa Anak di Tegal

Megapolitan
Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Kapolda Metro: 310 Kilogram Sabu yang Diselundupkan dari Iran Bernilai Rp 400 Miliar

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Wali Kota Tangerang: Pemudik yang Kembali Harus Bawa Surat Bebas Covid-19, atau Pulang Lagi

Megapolitan
Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Selama Larangan Mudik, Sekitar 400 Calon Penumpang Kereta Api Ditolak

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Wali Kota Tangerang Imbau Warganya Tidak Takbiran Keliling

Megapolitan
Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Transjakarta Siapkan 11 Layanan Tambahan 14-16 Mei

Megapolitan
Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Kasus Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Polisi: Produsen dari Iran, Jaringan Pengedar dari Nigeria

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Baznas Kota Tangerang Terima Pembayaran Zakat hingga Rabu Malam

Megapolitan
Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Beragam Antisipasi demi Cegah Takbiran Keliling di Jakarta, Ada Filterisasi hingga Penindakan dengan Sanksi

Megapolitan
Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang dalam 5 Menit

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

Megapolitan
Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X