Kompas.com - 22/12/2020, 19:39 WIB
Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan berjalan menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke Terminal Pulo Gebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDICalon pemudik yang terjaring razia penyekatan berjalan menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke Terminal Pulo Gebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 masih membayangi Indonesia. Kasus positif Covid-19 terus bertambah, tak terkecuali wilayah Jabodetabek.

Melihat kondisi itu, Alif Afrizal (23) memilih untuk tetap tinggal di indekosnya di Malang, Jawa Timur.

Mahasiswa Universitas Brawijaya itu mengaku, kondisi saat ini tak memungkinkan baginya untuk kembali ke kampungnya di Kota Tangerang, Banten.

"Kondisi tidak memungkinkan juga, lagi rawan karena Covid-19," ujar Alif saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (22/12/2020).

Alif sebenarnya sudah ingin bertemu keluarganya di Kota Tangerang. Namun, risiko penularan Covid-19 kepada keluarganya menjadi ketakutan Alif.

Ia juga memilih menghindari risiko terpapar Covid-19 yang memungkinkan dirinya harus dirawat di rumah sakit.

"Stay di sini (perantauan) jadi bentuk kepedulian ke keluarga di sana (Kota Tangerang), enggak maksain untuk pulang," tutur Alif.

Baca juga: Anies: Jangan Sampai Liburan Membuat Orang yang Kita Sayangi Terpapar Covid-19

Hal lain yang membuat Alif memutuskan tak pulang kampung adalah syarat rapid test antigen yang harus dipenuhi para pelaku perjalanan.

"Saya belum tahu (tempat) rapid test antigennya di mana. Di sini (Malang) juga kayaknya tempat tes terbatas," ucapnya.

Alif berharap warga lain juga tak mudik ke kampung halaman di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu perlu dilakukan demi melindungi keluarga di kampung halaman dari risiko terinfeksi SARS-CoV-2.

"Bepergian dan patuh protokol, oke saja, tapi tahan dulu deh mending. Ibaratnya, kalau semua dibilang kangen, ya, kangen sama keluarga. (Tapi) tahan ego kita demi orang yang kita sayang, katanya kan sebentar lagi juga ada vaksin," kata Alif.

Dia juga meminta para pejabat memberikan contoh dengan tidak bepergian.

Hal serupa disampaikan Gilang Rizky (23), pria asal Cirebon, Jawa Barat, yang kini tinggal di Kota Tangerang, Banten.

Baca juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Minta Warganya Tak Mudik Saat Libur Akhir Tahun

Sejak pandemi melanda Indonesia, Gilang belum pernah pulang ke kampung halamannya.

"Sebenarnya, awal Maret sudah ada rencana pulang kampung, tapi lebih milih untuk ngejaga keselamatan keluarga," ujar Gilang.

Gilang mengaku akan bersabar untuk tak pulang kampung sampai pandemi Covid-19 usai.

"Kalau ada kesempatan, ya, pulang. Percuma kalau nurutin ego diri sendiri," tuturnya.

 

Gilang memaklumi banyaknya warga yang memilih pulang kampung atau sekadar berlibur pada libur Natal dan tahun baru untuk menghilangkan penat.

Namun, ia mengaku khawatir perilaku tersebut menimbulkan klaster baru Covid-19.

Menurut Gilang, lebih baik diam di rumah demi keselamatan orang lain, terutama keluarga.

"Jangan nekat. Pentingkan keluarga, kolega, dan juga orang-orang sekitar," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertimpa Pohon Tumbang di Kuningan Jaksel, Mobil Penyok, Pejalan Kaki Luka-luka

Tertimpa Pohon Tumbang di Kuningan Jaksel, Mobil Penyok, Pejalan Kaki Luka-luka

Megapolitan
Polresta Bogor Koordinasi dengan Polda Jabar soal Titik-titik Penyekatan Saat Masa Larangan Mudik

Polresta Bogor Koordinasi dengan Polda Jabar soal Titik-titik Penyekatan Saat Masa Larangan Mudik

Megapolitan
454 WN India Masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 11-22 April 2021

454 WN India Masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 11-22 April 2021

Megapolitan
Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Megapolitan
Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Megapolitan
Kasus Prostitusi Online Anak di Tebet, Polisi Dalami Keterlibatan Pemilik Penginapan

Kasus Prostitusi Online Anak di Tebet, Polisi Dalami Keterlibatan Pemilik Penginapan

Megapolitan
Mayat Ditemukan Membusuk di Cideng, Kondisi Setengah Bugil dan Luka Bakar

Mayat Ditemukan Membusuk di Cideng, Kondisi Setengah Bugil dan Luka Bakar

Megapolitan
PT KAI Sebut Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Senen dan Gambir

PT KAI Sebut Tak Ada Lonjakan Penumpang di Stasiun Senen dan Gambir

Megapolitan
Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Diduga Hilang Kendali, Pengemudi Mobil BMW Tabrak Pemotor di Sudirman

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Megapolitan
KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

Megapolitan
Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Megapolitan
Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X