Pengunjung Objek Wisata di Kota Bogor Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen atau PCR

Kompas.com - 23/12/2020, 17:31 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto memantau pelaksanaan rapid test dan tes usap Covid-19 pada penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Kegiatan yang dilakukan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat ini dilakukan untuk memetakan sebaran Covid-19. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto memantau pelaksanaan rapid test dan tes usap Covid-19 pada penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Kegiatan yang dilakukan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat ini dilakukan untuk memetakan sebaran Covid-19.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mewajibkan setiap wisatawan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen atau polymerase chain reaction (PCR).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, surat keterangan hasil negatif rapid test antigen itu digunakan sebagai syarat untuk masuk ke objek wisata di Kota Bogor.

Bima menyebutkan, masa berlaku surat keterangan itu maksimal tiga hari sebelum waktu keberangkatan.

"Kalau tidak menunjukkan, tidak bisa masuk. Kami tidak menyediakan tes (rapid test antigen) ini, silakan lakukan itu secara mandiri. Kami sampaikan kepada seluruh warga kota dan luar Kota Bogor untuk mempersiapkan itu," ucap Bima, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Depok Masih Zona Merah Covid-19, Bekasi dan Bogor Sudah Oranye

Bima menuturkan, kebijakan itu diambil untuk menyelaraskan dengan daerah lain yang juga menerapkan aturan yang sama.

Ia juga meminta kepada pihak pengelola tempat wisata untuk tegas. Jika ada wisatawan yang tak dapat menunjukkan surat yang dimaksud, maka tidak diperkenankan untuk masuk.

"Ini menyelaraskan dengan kebijakan Jawa Barat, agar semua pengunjung tempat-tempat wisata itu wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen atau swab PCR," ungkapnya.

Baca juga: Bima Arya Sebut Bogor Targetkan 160.000 Warga Usia Produktif untuk Divaksin Covid-19

Bima menyebutkan, seluruh tempat wisata akan diawasi oleh tim Satgas Covid-19, Disparbud, dan Satpol PP.

Mereka akan memantau dan menegakkan kedisiplinan apabila ada masyarakat maupun pelaku usaha yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

"Yang melanggar akan dikenakan sanksi teguran tertulis, denda, sampai penutupan izin usaha," pungkas Bima.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Megapolitan
KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

Megapolitan
Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Megapolitan
TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

Megapolitan
Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Megapolitan
Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Megapolitan
Taman Mini Indonesia Indah Dibuka Kembali, Warga KTP Non-DKI Boleh Datang

Taman Mini Indonesia Indah Dibuka Kembali, Warga KTP Non-DKI Boleh Datang

Megapolitan
Larangan Mudik Berakhir, Stasiun Pasar Senen Ramai Calon Penumpang

Larangan Mudik Berakhir, Stasiun Pasar Senen Ramai Calon Penumpang

Megapolitan
Taman Impian Jaya Ancol Kembali Dibuka, Pengelola Perketat Pengawasan Prokes

Taman Impian Jaya Ancol Kembali Dibuka, Pengelola Perketat Pengawasan Prokes

Megapolitan
Hujan Deras Semalam, Sejumlah Titik di Jakarta Barat Tergenang

Hujan Deras Semalam, Sejumlah Titik di Jakarta Barat Tergenang

Megapolitan
Kasus-kasus yang Memberatkan Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab

Kasus-kasus yang Memberatkan Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab

Megapolitan
Kepala BKD Bantah Keberadaan TGUPP Jadi Alasan Banyak PNS DKI Ogah Naik Jabatan

Kepala BKD Bantah Keberadaan TGUPP Jadi Alasan Banyak PNS DKI Ogah Naik Jabatan

Megapolitan
TM Ragunan Kembali Dibuka Terbatas untuk Pengunjung Ber-KTP Jakarta

TM Ragunan Kembali Dibuka Terbatas untuk Pengunjung Ber-KTP Jakarta

Megapolitan
Bedeng Proyek Rusunawa Ujung Menteng Terbakar

Bedeng Proyek Rusunawa Ujung Menteng Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X