Jasa Marga: Kemarin, 174.678 Kendaraan Tinggalkan Jakarta dalam Sehari

Kompas.com - 24/12/2020, 19:52 WIB
Penerapan rekayasa lalu lintas contra flow di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek mengarah Cikampek, Kamis (24/12/2020) DOKUMENTASI PRIBADIPenerapan rekayasa lalu lintas contra flow di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek mengarah Cikampek, Kamis (24/12/2020)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Jumlah kendaraan yang bergerak meninggalkan Jakarta mengalami peningkatan.

Tercatat ada sekitar 174.678 kendaraan roda empat yang meninggalkan Jakarta pada H-2 Hari Raya Natal 2020, Rabu (23/12/2020).

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, volume kendaraan yang bergerak meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol (GT) utama itu meningkat lebih dari 30 persen dibanding hari biasanya.

"Total volume lalin yang meninggalkan Jakarta ini naik 34,5 persen jika dibandingkan lalin normal," ujar Dwimawan dalam keterangannya, Kamis (24/12/2020).

Baca juga: Ramainya Arus Mudik Natal dan Tahun Baru di Tengah Pandemi Covid-19...

Menurut Dwimawan, sebanyak 174.678 kendaraan yang meninggalkan Jakarta itu merupakan total catatan dari empat gerbang tol (GT) utama sepanjang Rabu kemarin.

Mayoritas kendaraan bergerak ke arah timur melalui GT Cikampek Utama sebanyak 53.737 dan GT Kalihurip Utama berjumlah 36.129 mobil.

"Total kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur adalah sebanyak 89.866 kendaraan, naik sebesar 51,9 persen dari lalin normal," ungkapnya.

Sementara yang mengarah ke barat melalui GT Cikupa sebanyak 48.596 kendaraan, dan ke arah Selatan melalui GT Ciawi berjumlah 36.216 kendaraan.

Baca juga: Pantau Misa Natal, Kapolres hingga Wakil Wali Kota Keliling Gereja di Jaksel

Volume kendaraan yang meninggal Ibu Kota itu meningkat 4,8 persen, sedangkan di GT Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi naik sebesar 48,6 persen.

Adapun saat ini, PT Jasa Marga sudah mulai melalukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di Jalan Tol.

Seperti di Tol Jakarta - Cikampek yang mulai Kamis ini diterapkan sistem lawan arus atau contraflow mulai dari Kilometer (KM) 40+600 sampai dengan KM 61.

"Dengan diberlakukannya contraflow, diharapkan dapat mencairkan kepadatan yang terjadi di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek," kata Dwimawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah Sandiaga, Bandara Soekarno-Hatta Belum Akan Terapkan Tes GeNose C19 pada Mei 2021

Bantah Sandiaga, Bandara Soekarno-Hatta Belum Akan Terapkan Tes GeNose C19 pada Mei 2021

Megapolitan
Pesinetron Berinisial JS Ditangkap Polisi karena Tersangkut Kasus Narkoba

Pesinetron Berinisial JS Ditangkap Polisi karena Tersangkut Kasus Narkoba

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tingkatkan Komposisi PPDB Tahun Ini

Pemprov DKI Akan Tingkatkan Komposisi PPDB Tahun Ini

Megapolitan
Dugaan Korupsi Damkar Depok, Kejari Depok Buka Opsi Panggil Kepala Dinas

Dugaan Korupsi Damkar Depok, Kejari Depok Buka Opsi Panggil Kepala Dinas

Megapolitan
Perpanjangan Jam Buka Restoran di Jakarta Diharapkan Bisa Layani Warga yang Buka Puasa dan Sahur

Perpanjangan Jam Buka Restoran di Jakarta Diharapkan Bisa Layani Warga yang Buka Puasa dan Sahur

Megapolitan
Warga: Penyerangan Geng Motor terhadap Pemuda di Jagakarsa Terjadi Tiba-tiba

Warga: Penyerangan Geng Motor terhadap Pemuda di Jagakarsa Terjadi Tiba-tiba

Megapolitan
Agar Tak Lagi Berpolemik, Gubernur Banten Umumkan Sayembara Desain Tugu Pamulang

Agar Tak Lagi Berpolemik, Gubernur Banten Umumkan Sayembara Desain Tugu Pamulang

Megapolitan
Kasus Penyerangan Mapolsek Ciracas oleh Oknum TNI, Berawal dari Kabar Hoaks Prada Ilham

Kasus Penyerangan Mapolsek Ciracas oleh Oknum TNI, Berawal dari Kabar Hoaks Prada Ilham

Megapolitan
Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Sudah Bisa Dilalui Kendaraan meski Belum Diresmikan

Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Sudah Bisa Dilalui Kendaraan meski Belum Diresmikan

Megapolitan
Nekat Lawan Arah, Pengemudi Mobil Tabrak Dua Pemotor di Tamansari

Nekat Lawan Arah, Pengemudi Mobil Tabrak Dua Pemotor di Tamansari

Megapolitan
Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI karena Sebarkan Berita Bohong

Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI karena Sebarkan Berita Bohong

Megapolitan
Polisi Bakal Sita Kendaraan Travel Gelap yang Nekat Angkut Pemudik

Polisi Bakal Sita Kendaraan Travel Gelap yang Nekat Angkut Pemudik

Megapolitan
Pemkot Bogor Akan Bubarkan Pusat Penjualan Takjil yang Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bogor Akan Bubarkan Pusat Penjualan Takjil yang Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Cipinang Melayu seperti Kubangan, Tanahnya Diambil untuk Proyek GBK

Wagub DKI Sebut Cipinang Melayu seperti Kubangan, Tanahnya Diambil untuk Proyek GBK

Megapolitan
Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI Terkait Penyerangan Mapolsek Ciracas

Prada Ilham Dituntut 1,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI Terkait Penyerangan Mapolsek Ciracas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X