Ribuan Pemudik Ikut Rapid Test Antigen Gratis yang Digelar Polisi, 36 Orang Reaktif Covid-19

Kompas.com - 28/12/2020, 06:43 WIB
Sejumlah calon penumpang kereta api (KA) mengantre untuk menjalani rapid test antigen di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020). Tangkapan layar akun YouTube Kompas TVSejumlah calon penumpang kereta api (KA) mengantre untuk menjalani rapid test antigen di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya melakukan rapid test antigen terhadap 2.830 pemudik secara gratis di 30 pos pengamanan Natal dan Tahun Baru sejak Rabu (23/12/2020) sampai Minggu (27/12/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, dari 2.830 orang yang menjalani tes cepat antigen tersebut, sebanyak 36 di antaranya reaktif Covid-19.

"Tanggal 23 Desember sampai sekarang terakhir total 2.830 orang yang kita lakukan swab antigen gratis di stasiun kereta dan beberapa tempat, termasuk drive thru sudah 36 reaktif," ujar Yusri kepada wartawan, Minggu (27/12/2020).

Baca juga: Olah TKP Kasus Polisi Tabrak 3 Pemotor di Pasar Minggu, Polda Metro Sisir Kamera CCTV

Saat ini, lanjut dia, puluhan orang dinyatakan reaktif Covid-19 itu langsung dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani swab PCR dan diminta menjalani karantina selama menunggu hasil pemeriksaan.

"Yang reaktif kami rujuk langsung ke RS terdekat, termasuk ke Wisma Atlet untuk orang-orang yang kami temukan reaktif karena harus ada aturan protokol kesehatan," kata Yusri.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mengadakan swab test antigen secara gratis bagi masyarakat yang akan bepergian keluar daerah.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjelaskan, swab test antigen itu dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 terhadap penumpang di tengah libur Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Kebutuhan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jakarta Tinggi, Pemprov Disarankan Gandeng RS Swasta daripada Hotel

"Apabila ada yang reaktif maka akan langsung dirujuk ke Wisma Alet atau rumah sakit terdekat untuk di Swab PCR," ujar Dudung, Kamis (24/12/2020).

Dengan memberikan swab antigen secara gratis, kata Dudung, dapat memudahkan untuk melacak masyarakat yang reaktif tetapi masih nekat bepergian.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut, ada 20.000 alat swab antigen yang disiapkan Polda Metro Jaya maupun Kodam Jaya untuk melayani masyarakat.

"Kodam ada 10.000, polda ada 10.000 dibantu oleh BNPB sepenuhnya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Megapolitan
Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Megapolitan
Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan 'Tolong Titip Anak Saya'

Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan "Tolong Titip Anak Saya"

Megapolitan
Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Megapolitan
Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Megapolitan
Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Megapolitan
Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X