Supervisor hingga Office Boy Bersekongkol Curi Barang Perusahaan di Mampang

Kompas.com - 28/12/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi Pencurian vchal Ilustrasi Pencurian

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekelompok karyawan sebuah perusahaan swasta di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ditangkap polisi karena bersekongkol mencuri barang milik perusahaan tempat mereka bekerja.

Selama beraksi mereka berhasil mencuri sejumlah laptop, handphone, unit server, dan kabel power.

Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Sujarwo mengatakan, pencurian terjadi di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan.

Adanya pencurian diketahui setelah pihak perusahaan melakukan audit pada tanggal 25 November 2020.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Kian Memburuk, Ini 25 Kelurahan dengan Kasus Tertinggi

“Ternyata barang-barang yang ada di gudang tidak ada. Kemudian melakukan pengecekan, audit, dan melaporkan ke Polsek Mampang Prapatan. Setelah dilakukan rangkaian penyelidikan, kita berhasil mengidentifikasi pelaku,” ujar Sujarwo saat merilis kasus di Mapolsek Mampang Prapatan, Senin (28/12/2020) sore.

Menurut Sujarwo, pelaku pencurian berjumlah empat orang dengan masing-masing memiliki jabatan mulai dari supervisor hingga office boy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun masing-masing pelaku berinisial R (48), supervisor sipil; HM (25), office boy; CG (44), supervisor General Affair; dan AC (30), staf General Affair.

Baca juga: 5 Fakta Seks Sesama Jenis di Wisma Atlet, Berawal dari Medsos Hingga Berujung Penyidikan

“Peran-perannya kalau dari hasil penyidikan ada pemufakatan jahat, namun perannya berbeda-beda. Ada yang perannya mengambil, ada perannya menerima, juga ada peran yang menjual, ada memberi informasi. Inilah peluang atau kesempatan yang dimanfaatkan oleh karyawan,” tambah Sujarwo.

Laporan pencurian di gudang perusahaan dilaporkan oleh pihak perusahaan ke Polsek Mampang Prapatan pada tanggal 3 Desember 2020.

Sementara itu, para pelaku berhasil ditangkap pada tanggal 17 Desember 2020.

Akibat pencurian tersebut, perusahaan tersebut merugi hingga mencapai Rp530 juta. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait total kerugian.

“Ini masih dilakukan pendalaman. Dari pengakuan sementara, ini mengaku barang-barang yang diambil ini,” tambah Sujarwo.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Kini mereka ditahan di Rutan Polsek Mampang Prapatan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Megapolitan
Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Megapolitan
Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Megapolitan
Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

Megapolitan
Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

Megapolitan
Palak Pedagang Dimsum, 2 Pria yang Mengaku Jawara di Serpong Ditangkap

Palak Pedagang Dimsum, 2 Pria yang Mengaku Jawara di Serpong Ditangkap

Megapolitan
Masih Banyak Warga yang Enggan Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Alasan Mereka?

Masih Banyak Warga yang Enggan Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Alasan Mereka?

Megapolitan
138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

Megapolitan
Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Megapolitan
13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

Megapolitan
Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Para Pesepeda Tolak Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin

Megapolitan
RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

RS Mulai Penuh, Anies: Hindari Bepergian yang Tidak Perlu, Nanti Menyesal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X