Komplotan Karyawan Bersekongkol Curi Barang Perusahaan, Diketahui Saat Audit Rugi Rp 538 Juta

Kompas.com - 28/12/2020, 18:23 WIB
Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Sujarwo didampingi Kanit Reskrim Mampang Prapatan, AKP Yosyua Surya Admaja saat merilis kasus pencurian barang elektronik oleh sejumlah karyawan di Mapolsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Senin (28/12/2020) sore. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOKapolsek Mampang Prapatan, Kompol Sujarwo didampingi Kanit Reskrim Mampang Prapatan, AKP Yosyua Surya Admaja saat merilis kasus pencurian barang elektronik oleh sejumlah karyawan di Mapolsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Senin (28/12/2020) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencurian di sebuah gudang perusahaan di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, yang dilakukan oleh komplotan karyawan diketahui setelah adanya audit tahunan.

Pihak perusahaan mengetahui ada sejumlah barang yang hilang dan mengalami kerugian hingga Rp 538 juta.

“Korban adalah salah satu kantor atau memang gudang barang-barang yang berada di gudang tersebut hilang atau dicuri. Hal tersebut diketahui pada 25 November setelah dilakukan audit, ternyata barang-barang yang ada di gudang tidak ada,” kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Sujarwo saat merilis kasus pencurian di Mapolsek Mampang Prapatan, Senin (28/12/2020) sore.

Baca juga: Supervisor hingga Office Boy Bersekongkol Curi Barang Perusahaan di Mampang

Menurut Sujarwo, empat karyawan perusahaan tersebut melakukan pencurian antara Februari hingga November. Ia mengatakan, para pelaku mencuri berkali-kali.

“Antara bulan Februari, ambil ini, ambil laptop, lalu jual. Jadi manfaatkan pada saat memang di bagian gudang. Tidak ambil sekaligus, laptop diambil, kemudian kabel diambil, tidak sekaligus diambil. Makanya ketahuannya diambil pas tahap audit,” ujar Sujarwo.

Menurut Sujarwo, pencuri berjumlah empat orang, mulai dari supervisor hingga office boy.

Masing-masing pelaku berinisial R (48), supervisor sipil; HM (25), office boy; CG (44), supervisor general affair; dan AC (30), staf general affair.

“Dari hasil penyidikan, ada pemufakatan jahat, namun perannya berbeda-beda. Ada yang perannya mengambil, ada perannya menerima, juga ada peran yang menjual, ada memberi informasi. Inilah peluang atau kesempatan yang dimanfaatkan oleh karyawan,” tambah Sujarwo.

Baca juga: Terduga Maling Kotak Amal di Ciledug Ditangkap, lalu Dibebaskan karena Pernah Gangguan Jiwa

Laporan pencurian di gudang perusahaan dilaporkan oleh pihak perusahaan ke Polsek Mampang Prapatan pada 3 Desember 2020.

Sementara itu, para pelaku ditangkap pada 17 Desember.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Kini mereka ditahan di Rutan Polsek Mampang Prapatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI: THR Tak Boleh Dicicil, Titik!

Pemprov DKI: THR Tak Boleh Dicicil, Titik!

Megapolitan
Restoran di Tangsel Tutup Pukul 22.00 Selama Ramadhan, Delivery Boleh sampai Jam 04.00 untuk Layani Sahur

Restoran di Tangsel Tutup Pukul 22.00 Selama Ramadhan, Delivery Boleh sampai Jam 04.00 untuk Layani Sahur

Megapolitan
Pemprov DKI: Mal Tetap Tutup Pukul 21.00 WIB Selama Ramadhan, Termasuk Restoran di Dalamnya

Pemprov DKI: Mal Tetap Tutup Pukul 21.00 WIB Selama Ramadhan, Termasuk Restoran di Dalamnya

Megapolitan
Anies Beri Aturan Baru Jam Operasional Selama Ramadhan, Restoran Tutup pada 22.30 WIB, Buka Lagi Saat Sahur

Anies Beri Aturan Baru Jam Operasional Selama Ramadhan, Restoran Tutup pada 22.30 WIB, Buka Lagi Saat Sahur

Megapolitan
Saksi: Ada 36 Pelanggar Prokes pada Kerumunan di Acara Rizieq di Petamburan

Saksi: Ada 36 Pelanggar Prokes pada Kerumunan di Acara Rizieq di Petamburan

Megapolitan
Tabrak Pelajar hingga Tewas, Sopir Transjakarta: Tahu-tahu Korban Muncul, Penumpang Teriak agar Dia Minggir

Tabrak Pelajar hingga Tewas, Sopir Transjakarta: Tahu-tahu Korban Muncul, Penumpang Teriak agar Dia Minggir

Megapolitan
Gadis 18 Tahun Kendalikan Bisnis Prostitusi di Apartemen di Bogor

Gadis 18 Tahun Kendalikan Bisnis Prostitusi di Apartemen di Bogor

Megapolitan
Kemenag: Panduan Ibadah Ramadhan 2021 Tak Berlaku di Zona Merah dan Oranye

Kemenag: Panduan Ibadah Ramadhan 2021 Tak Berlaku di Zona Merah dan Oranye

Megapolitan
Bagikan 10.000 Masker, BNPB Bantah Beri Restu Acara Rizieq Shihab di Petamburan

Bagikan 10.000 Masker, BNPB Bantah Beri Restu Acara Rizieq Shihab di Petamburan

Megapolitan
Pelajar Tewas Tertabrak Transjakarta Saat Menyeberang Jalan di Senen

Pelajar Tewas Tertabrak Transjakarta Saat Menyeberang Jalan di Senen

Megapolitan
Polisi: Jangan Nekat Pakai Travel Gelap, Akan Ditindak!

Polisi: Jangan Nekat Pakai Travel Gelap, Akan Ditindak!

Megapolitan
Jelang Ramadhan, Omzet Penjual Kembang di TPU Srengseng Sawah Naik Berkali Lipat

Jelang Ramadhan, Omzet Penjual Kembang di TPU Srengseng Sawah Naik Berkali Lipat

Megapolitan
Sidang Rizieq Shihab Tidak Disiarkan Langsung di Media Nasional, Kuasa Hukum Ajukan Keberatan

Sidang Rizieq Shihab Tidak Disiarkan Langsung di Media Nasional, Kuasa Hukum Ajukan Keberatan

Megapolitan
Sambut Ramadhan, Masjid Istiqlal Dibuka untuk Shalat Tarawih Pertama

Sambut Ramadhan, Masjid Istiqlal Dibuka untuk Shalat Tarawih Pertama

Megapolitan
Ketahuan Pakai Formalin, Pedagang Ayam di Pasar Anyar Tangerang Kabur Saat Disidak

Ketahuan Pakai Formalin, Pedagang Ayam di Pasar Anyar Tangerang Kabur Saat Disidak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X