Kompas.com - 30/12/2020, 10:34 WIB
Penampakan beberapa toko tutup di Pasar Kramat Jati, Selasa (10/11/2020) siang WIB. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADPenampakan beberapa toko tutup di Pasar Kramat Jati, Selasa (10/11/2020) siang WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Pemburu Covid-19 dari Polres Jakarta Timur mengadakan rapid test atau tes cepat bagi para pedagang di Pasar Induk Kramatjati.

Tes cepat ini mulai intens dilakukan sejak Selasa kemarin (29/12/2020).

Polisi menargetkan 100 pedagang setiap harinya untuk menjalani tes cepat antigen selama seminggu ke depan.

"Kenapa dilakukan di sini (Pasar Kramatjati)? Karena di sini lalu lintas orang dan barang cukup tinggi," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardhian, dilansir dari Kompas TV, Rabu (30/12/2020) pagi.

Baca juga: Kala Beban Kuli Panggul Pasar Kramatjati Mencari Sesuap Nasi Terasa Lebih Berat di Masa Pandemi

Dalam pelaksanaannya, Tim Pemburu Covid-19 menyisir blok pedagang sayur dan buah untuk memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan.

Jika ada pedagang yang tidak mengenakan masker, Tim Pemburu Covid-19 akan meminta pedagang tersebut menjalani tes cepat di posko yang telah disediakan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pedagang yang reaktif akan dirujuk ke Puskesmas terdekat untuk menjalani tes usap.

"Ini merupakan bagian dari program Polda Metro Jaya, yaitu program Operasi Kemanusiaan Jaya dan penegakkan protokol Covid-19," tutur Arie.

Hingga berita ini ditulis, Kompas.com berupaya mengonfirmasi ke Polres Jakarta Timur soal hasil tes cepat pada hari pertama. Namun, urung dijawab.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Baru Buka Satu Hari, Tower 8 Wisma Atlet Pademangan Terima 662 Pasien Covid-19

Megapolitan
3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

3 Pembobol Rumah Kosong Bawa Airsoft Gun Saat Beraksi di Kota Tangerang

Megapolitan
Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Anies Dinilai Sulit Tarik Rem Darurat untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemohon Diimbau Perpanjang SIM Pakai SINAR

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Akan Pusatkan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Satu Titik

Wali Kota Bekasi Akan Pusatkan Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Satu Titik

Megapolitan
Pemerintah Masih Punya Utang Rp 11 Triliun ke Rumah Sakit di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Masih Punya Utang Rp 11 Triliun ke Rumah Sakit di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Anggota Ormas di Pondok Aren Usai Surat Keluhan Pedagang Viral

Polisi Selidiki Dugaan Pungli oleh Anggota Ormas di Pondok Aren Usai Surat Keluhan Pedagang Viral

Megapolitan
Keterisian Wisma Atlet Tembus 78,6 Persen, Rusun Nagrak Siap Jadi Tempat Isolasi

Keterisian Wisma Atlet Tembus 78,6 Persen, Rusun Nagrak Siap Jadi Tempat Isolasi

Megapolitan
3 Pembobol Rumah Kosong di Kota Tangerang Diringkus Polisi

3 Pembobol Rumah Kosong di Kota Tangerang Diringkus Polisi

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Jumlah Pemohon yang Dilayani Satpas SIM Dibatasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Jumlah Pemohon yang Dilayani Satpas SIM Dibatasi

Megapolitan
Wacana Lockdown Jakarta di Tengah Lonjakan Covid-19, Apa Konsekuensinya?

Wacana Lockdown Jakarta di Tengah Lonjakan Covid-19, Apa Konsekuensinya?

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Keberadaan Para Preman yang Lakukan Pungli di Pondok Aren

Pedagang Keluhkan Keberadaan Para Preman yang Lakukan Pungli di Pondok Aren

Megapolitan
Jenazah Perempuan Ditemukan di Pelintasan Senen, Diduga Tertabrak Kereta

Jenazah Perempuan Ditemukan di Pelintasan Senen, Diduga Tertabrak Kereta

Megapolitan
Diteror hingga Diancam Pinjol gara-gara Nomor Kontak Dijadikan Penjamin oleh Teman

Diteror hingga Diancam Pinjol gara-gara Nomor Kontak Dijadikan Penjamin oleh Teman

Megapolitan
6 Kantor di Jakarta Pusat Laporkan Karyawannya Terpapar Covid-19

6 Kantor di Jakarta Pusat Laporkan Karyawannya Terpapar Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X